
Perlahan Stella membuka matanya yang masih terasa berat itu. Samar-samar dilihatnya sebuah ruangan yang dominan warna putih. Semua benda yang dilihatnya tampak bergoyang.
"Ahh," desahnya lirih merasakan kepalanya yang masih pusing.
Perawat yang kebetulan sedang mengganti cairan infus itu segera memanggil dokter tatkala mengetahui Stella membuka mata. Dokter segera datang untuk melihat keadaan Stella usai sadar. Sementara sang perawat segara menghampiri suami dari Stella.
*
*
"Sayang---" panggil Andrew seraya mendekati ranjang tempat Stella tidur.
"Syukurlah kamu sudah sadar sayang," tanya Andrew mendekap kepala Stella yang masih terbaring lemah.
"Apakah kamu baik-baik saja sayang?" tanyanya lagi dengan sekali kecupan pada puncak kepala Stella.
"Aku sangat mengkhawatirkanmu sayang."
"Jangan pernah tinggalkan aku."
Dokter dan satu perawat sudah selesai memeriksa keadaan Stella saat ini. Keduanya pamit untuk meninggalkan ruangan Stella.
__ADS_1
"Tuan kondisi Nona sudah stabil dan baik. Tinggal pemulihan pusing akibat dosis obat bius yang tinggi. Dalam beberapa jam, efeknya akan menghilang dengan sendirinya," jelas dokter yang menangani Stella.
"Jika keadaan stabil seperti ini terus. Maka besok pagi Nona sudah diizinkan untuk pulang Tuan," sambung dokter.
"Saya tinggal dulu. Selamat malam dan selamat beristirahat," pamit dokter itu melangkah pergi diikuti perawat dibelakangnya.
Tinggallah kesunyian dan dua insan manusia di dalam ruangan itu. Dua manusia yang baru saja bersatu dalam ikatan pernikahan beberapa jam yang lalu. Harusnya malam ini mereka berdua menikmati malam pertama mereka sebagai pengantin baru. Namun keadaan yang tak pernah dibayangkan terjadi dalam sekejap.
"Stella aku sayang banget sama kamu," ucap Andrew lagi.
"Kamu cepat sehat ya. Biar kita cepat kembali ke rumah," imbuhnya.
Perempuan yang masih terbaring lemah tak berdaya itu hanya tersenyum melihat wajah Andrew yang sangat khawatir. Pria yang baru saja menjadi suaminya itu terus saja berceloteh mengatakan sayang kepada dirinya. Juga memberikan kecupan berkali-kali pada beberapa tubuh Stella. Terkadang di puncak kepala Stella dan mencium punggung tangan Stella.
Sejujurnya ingin rasanya Stella membalas ucapan Andrew saat itu. Namun rasa lemasnya mengalahkan niatnya untuk mengobrol dengan Andrew. Perempuan yang wajahnya terlihat sangat pucat itu hanya melemparkan senyum manisnya.
"Kau capek ya sayang?" tanya Andrew.
"Tidurlah dengan tenang. Aku akan selalu menjaga kamu dan berada disisi kamu," imbuhnya sembari mengusap sayang rambut Stella.
Lagi-lagi hanya senyuman yang ditampakkan pada wajah manisnya. Stella menurut pada Andrew untuk istirahat, berharap sakit kepalanya segera mereda.
__ADS_1
Andrew masih setia mengusap-usap dengan penuh kasih sayang bagian tubuh Stella. Hingga lama kelamaan Stella memejamkan matanya. Dia pun tertidur lelap masuk ke dalam mimpinya.
"Tidurlah dengan nyenyak sayang," lirih Andrew sembari mengecup kening Stella.
Menyelimuti tubuh Stella dengan selimut hingga menutupi sebagian tubuhnya. Diperhatikan wajah pucat istrinya yang terlelap itu. Pria itu tersenyum sembari berkata, "Tidur aja tetep cantik."
Andrew yang tidak mau jauh dari Stella. Kini duduk menunggu Stella disamping tempat tidurnya. Tangannya terus menggenggam tangan Stella, seakan tak mau lepas barang sedetik saja.
##
Ya begitulah malam pertama versi Andrew dan Stella. Masih nunggu kebucinan diantara keduanya kan?
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
YouTube : Ruang Audio
__ADS_1
Thankyou 😇