
Mobil itu segera melaju ke rumah sakit dengan kecepatan tinggi. Wajah semua orang ikut memucat melihat aksi supir mengemudikan mobil itu. Semua yang berada di dalam mobil terus berdoa agar semuanya baik-baik saja.
"Syukurlah kamu sudah aman di dalam pelukanku sayang," lirih Andrew ditelinga istrinya itu. Pria itu mengecup pipi mulus Stella sangat lama. Bersyukur atas anugerah Tuhan yang masih menyatukan keduanya.
Arthur yang merupakan pria yang menyelinap untuk menolong Stella tadi. Saat ini duduk tepat disamping Andrew duduk dengan memeluk Stella. Pria yang masih menyimpan perasaan kepada Stella itu hanya melirik perlakuan mesra Andrew kepada Stella.
"Tuan Arthur terima kasih banyak telah membantu menyelamatkan Nona Stella," ucap Farhan yang duduk bersebelahan dengan supir. Pria itu berkata sembari memutar tubuhnya setengah menghadap ke belakang.
"Saya tidak bisa membayangkan apa jadinya Nona Stella jika anda tidak mengejarnya sedari hotel tadi," sambungnya masih dengan menatap Arthur.
"Iya sama-sama. Saya melakukannya ikhlas karena Stella juga memang mahasiswi saya di kampus," ucap Arthur dengan senyuman tipis.
*
*
Salah satu Rumah Sakit Internasional yang ada di Singapura menjadi tujuan mereka malam itu. Stella telah menjalani perawatan dokter dan baru saja dipindahkan ke ruang rawat. Sementara Arthur, pria penolong Stella itu juga dirawat dokter untuk membersihkan luka-luka ringannya.
"Semua luka sudah saya bersihkan dan diberi obat Tuan. Anda bisa melakukan rawat jalan," ucap perawat yang menangani Arthur.
"Baik, terima kasih suster," balas Arthur.
Andrew menghampiri ruang rawat sementara, tempat dimana Arthur berada saat itu. Pria yang tampak babak belur itu duduk dan bersandar pada sandaran tempat tidur. Mengutak-atik ponselnya untuk minta seseorang untuk menjemputnya di rumah sakit.
__ADS_1
"Tuan Arthur," sapa Andrew yang baru saja masuk. Sontak Arthur mendongakkan kepalanya menatap Andrew.
"Terima kasih saya ucapkan kepada anda. Karana telah menolong istri saya," ucap Andrew.
Pria yang baru saja tiba di ruangan itupun semakin mendekat kearah tempat tidur. Menampakkan senyuman tipisnya yang terlalu manis untuk dilihat.
"Iya sama-sama Tuan," balas Arthur yang tampak masih lemah.
"Stella juga tanggung jawab saya. Karena dia adalah mahas---," ucapan terjeda karena langsung dipotong oleh Andrew.
"Bukan! Stella sepenuhnya tanggung jawab saya," sahut Andrew cepat.
"Maaf telah merepotkan anda. Saya harap kali ini saja saya dan Stella merepotkan anda," sambungnya.
"Saya tau Stella adalah tanggung jawab Anda ketika di dalam kehidupan rumah tangga. Namun Stella juga tanggung jawab saya dalam hal magang dan perkuliahan. Saat ini Stella disini kan sedang melakukan tugas magang," jelas Arthur.
Dengan berdiri tegap serta kedua tangan yang masuk ke dalam kantong celananya. Andrew manggut-manggut mendengar perkataan Arthur. Kalau sudah begini tampang songong Andrew mulai nampak.
"Saya tahu anda memiliki keterkaitan kepada istrinya saya," ucap Andrew dengan senyum sinisnya.
"Anda mengidam-idamkan istri saya kan?" sambungnya.
Senyuman sinis Andrew semakin terukir jelas. Tatapan matanya juga terus fokus menatap lawan bicaranya saat itu. Hingga membuat Arthur tak berkutik.
__ADS_1
"Nah saat ini sayang ingin berbicara baik-baik dengan anda." Andrew melanjutkan ucapannya.
"Sebelum kerjasama kita berlangsung. Saya tekankan untuk anda menjauhi istri saya. Jangan pernah lagi berhubungan dengan istri saya. Jika ada masalah pekerjaan langsung katakan kepada saya atau Farhan, asisten saya."
Disela-sela perkataanya itu, Andrew menarik napas sebentar. Kemudian menghembuskan saat itu juga.
"Ayah anda orang yang baik dan kami telah bekerjasama sudah sejak lama. Saya tidak mau hubungan antar perusahaan jadi jelek karena anda," ucap Andrew penuh penekanan.
"Dan asal anda tahu. Bahwa ayah anda adalah orang pertama yang paling menyetujui pernikahan saya dengan Stella," pungkasnya.
##
Ohiya ngomong-ngomong kalau sampai Arslan tau bahwa anaknya menyukai Stella juga bagaimana yak?
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
YouTube : Ruang Audio
__ADS_1
Thankyou 😇