
Farhan mengetuk pintu apartemen eksklusif milik Keluarga Martadinata. Setelah meminta izin pada Surya papa dari bosnya. Maka Farhan diizinkan untuk langsung masuk ke dalam kamar bosnya.
"Bos! Bos! Bangun bos!" Farhan mengguncang tubuh Andrew yang sedang terlelap itu.
Farhan berusaha keras membangunkan bosnya. Mengguncang tubuh Andrew dengan kasar. Sesekali menarik tubuh bosnya itu agar terduduk.
"Bos!!" teriak Farhan dengan nada yang cukup tinggi. Memekakkan telinga siapa saja orang yang mendengarnya. Tapi entah kenapa bosnya itu belum juga terbangun.
Samar-samar Andrew tau, bahwa ada orang yang berusaha membangunkannya. Tetapi disisi lain matanya sulit sekali untuk membuka mata. Rasanya teramat berat sekali, sepertinya memang ada yang tidak beres dengan tubuhnya saat ini.
"Bos Lo kenapa jadi kebo kaya gini?" kesal Farhan. Kebo adalah istilah bagi seseorang yang doyan tidur.
"Sepertinya memang ada yang tidak beres," tebak Farhan.
Pria yang berstatus sebagai asisten bosnya itu memapah Andrew untuk berdiri. Membawa pria yang masih memejamkan mata itu ke dalam kamar mandi. Dihidupkannya shower dan tepat mengguyur tubuhnya bosnya.
"Banjir!" pekik Andrew spontan.
Yaah! Usaha Farhan berhasil untuk membangunkan bosnya itu. Meski dia tidak memiliki risiko besar yang akan diterimanya setelah ini. Farhan sudah membayangkan betapa murkanya bosnya setelah ini.
"Farhan! Lo apa-apa sih!" protes Andrew.
"Ma-maaf bos ini terpaksa saya lakukan karena bos tidak segera bangun." Farhan beralasan.
__ADS_1
"Memang tidak ada cara lain apa?" bentak Andrew mengusap mukanya yang terkena guyuran air shower.
Kebetulan juga dirinya memang belum mandi seharian. Jadi ketika menyentuh air tubuhnya terasa kembali segar. Lumayan juga bagi dirinya yang tadinya ngantuk berat jadi seketika melek.
"Ma-maaf bos saya sudah berusaha tetapi bos tidak bangun-bangun," jelas Farhan.
"Memang ada apa?" tanya Andrew masih dengan nada tinggi.
"Ini penting bos," balas Farhan.
"Iya apa?!" kesal Andrew karena asistennya itu tidak segera menjelaskan.
Farhan mematikan keran shower agar tidak terus mengguyur bosnya itu. Lagian suara guyuran shower juga sangat menganggu. "Matiin dulu bos," ucap Farhan.
Betapa terkejutnya Andrew hingga matanya melotot sempurna. Darahnya naik seketika, amarah telah menguasai diri pria itu. Panik, khawatir, sedih, marah bercampur menjadi satu.
"B0d0h!" umpatnya kesal.
"Kenapa bisa? Bagaimana ceritanya? Siapa yang menculiknya? Lalu bagaimana sekarang? Dimana Stella?" tuntutan pertanyaan keluar dari mulut Andrew tanpa jeda.
Belum sempat Farhan menjawab bahwa kini orang suruhannya sudah dia kerahkan. Tiba-tiba Andrew menarik paksa tangan asistennya itu pergi mencari Stella. Tidak peduli dengan tubuhnya yang basah kuyup dengan pakaian kerja formal. Yang terpenting saat ini adalah istrinya.
"Kita ke jalan XX Pak," perintah Farhan kepada supir yang akan mengantarkan mereka.
__ADS_1
"Percepat laju mobilnya Pak," sambungnya.
"Disana sedang terjadi pengepungan bos. Orang suruhan kita berhasil mengepung mobil penculik disaat mereka melarikan diri," jelas Farhan.
Penjelasan Farhan bukannya membuat Andrew tenang. Justru pria itu semakin khawatir akan kondisi istrinya berada ditengah-tengah penyerangan. Bagaimana kalau sampai istrinya terluka? Sungguh Andrew tidak bisa membayangkan dan tidak akan memaafkan penculikan tersebut.
"Baik! Kita menuju kesana segara!" ucap Farhan melalui telepon dengan wajah yang sulit untuk diartikan.
##
Apa yang terjadi di lokasi pengepungan?
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
YouTube : Ruang Audio
Thankyou 😇
__ADS_1