
Singapura.
Siang yang hampir sore itu Andrew dan Stella tiba di Changi Airport. Keduanya langsung masuk ke dalam mobil mewah yang memang sudah disediakan. Untuk keperluan koper dan yang lainnya itu urusan Farhan yang saat itu masih di bandara.
"Anggap saja kerja sekaligus honeymoon. Iya kan sayang?" tanya Andrew setelah duduk nyaman di mobil itu.
"Jadi boleh dong aku memintanya saat di negara ini?" Andrew meminta persetujuan.
Stella yang mendengar perkataan Andrew itu hanya mengernyitkan dahinya. Baginya tidak seharusnya suaminya itu bertanya tentang hal itu di dalam mobil. Bagaimana kalau sopir atau orang lain mendengarnya? Kan malu, itulah menurut Stella.
"Ih apaan sih. Bicaranya nanti saja lah kalau sampai di hotel," bisik Stella dengan cemberut.
"Gak apa-apa lah. Memang kenapa?" tanya Andrew.
Tidak ada jawaban dari Stella dan semakin mengerucutkan bibirnya. Lebih baik menikmati pemandangan gedung-gedung menjulang tinggi daripada harus berhadapan dengan suaminya yang mesum di depan orang.
"Jangan manyun gitu. Bikin semakin gemas aja kau ini sayang," goda Andrew.
*
*
Sampailah mobil itu disebuah hotel bintang lima. Dengan menggenggam tangan Stella, Andrew masuk ke dalam lobby hotel. Andrew akan mengurus kamar di bagian resepsionis. Sementara Stella memutuskan untuk duduk disalah satu sofa tunggu untuk tamu.
__ADS_1
Stella tampak cantik dengan mengenakan kaos putih lengan pendek berbalutkan outer berwarna lilac. Dilengkapi celana kulot panjang berwarna putih. Tidak lupa sneaker putih melengkapi penampilannya casualnya hari ini.
"Panas juga ya Singapura," keluhnya sembari mengibaskan rambutnya panjangnya yang tergerai bebas.
Perempuan itu sedang merogoh tas selempangnya untuk mencari ponsel. Berniat mengabarkan kepada ibunya jika dia telah sampai di negeri tetangga itu.
"Stella!" teriak seseorang dari kejauhan.
Merasa dipanggil Stella pun mencari sumber suara itu. Kalau dari suaranya memang tidak asing baginya. Tetapi yang jelas itu bukanlah suara milik suaminya. Lalu suara siapa ya?
"Stella!" suara itu semakin mendekati dirinya.
"Astaga!" Stella tersentak tatkala seseorang yang memanggil namanya sudah berada dihadapannya.
"Pak Arthur?" Stella menyapa orang itu.
"Lagi ngapain disini?" tanya Arthur.
"Oh ini Pak. Tempat magang aku lagi ngadain perjalanan bisnis kesini. Jadi Stella ikut deh," jawab Stella.
Arthur menganggukkan kepalanya mengerti dengan penjelasan Stella. Lalu mendudukkan tubuhnya pada sofa yang ada di depan Stella.
"Kok bisa sama ya kita," kaya Arthur disertai tawa khasnya yang renyah.
__ADS_1
"Kebetulan juga kita satu hotel. Jadi nanti setelah urusan bisnis kita selesai bisa dong jalan-jalan bareng," ajak Arthur.
Stella hanya tersenyum terpaksa, tidak menolak ataupun menjawab ajakan Arthur. Karena matanya sudah memandang tatapan tidak suka dari suaminya. Yang saat ini sudah berdiri tepat di belakang Arthur.
"Stella ayo masuk!" tegur Andrew dengan suara yang terdengar tegas dan marah.
Langsung saja Stella berdiri dari duduknya. Melangkah kearah suaminya dengan takut. Seraya berkata lirih, "Mari pak. Saya duluan."
Dengan agak kasar Andrew menarik pergelangan tangan Stella. Melangkahkan kakinya dengan capat menuju lift untuk mencari keberadaan kamarnya. Stella sudah memiliki perasaan buruk akan suaminya yang kembali marah. "Aduh masalah baru ini," batin Stella.
##
Bagaimana kelanjutan Andrew dan Stella? Apa Andrew jadi marah? Lalu siapa Arthur itu? Next bab ya!
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
YouTube : Ruang Audio
__ADS_1
Thankyou 😇