
Siang hari di ruangan Stella, Andrew masuk ke dalam ruangan itu tanpa permisi. Perempuan cantik istri sekaligus sekertarisnya tersebut sedang sibuk dengan laptopnya. Hingga tak menyadari kehadiran Andrew di ruangan itu.
"Sibuk banget sih," gumam Andrew sangat lirih.
Pria itu berjalan pelan mendekati meja istrinya. Berjalan kearah belakang sang istri lalu memeluknya dari belakang. Stella tidak terlalu terkejut dan masih fokus dengan kegiatannya.
"Sibuk ngapain sih sayang?" tanya Andrew bergelayut manja dipundak sang istri.
"Ngerjain tugas kuliah sekaligus nyicil skripsi nih sayang," jawab Stella masih dengan mata yang fokus pada laptopnya.
Andrew meresponnya dengan membentuk huruf 'o' pada mulutnya. Lucu sekali ekspresi datar sang istri ketika sedang fokus seperti ini. Dia jadi gemas melihat istrinya tersebut, ingin rasanya mengganggunya saja.
"Makan siang dulu yuk sayang," ajak Andrew yang masih melingkarkan tangannya pada leher sang istri.
"Bentar ah. Nanggung ini masih kurang dikit lagi," tolak Stella.
"Apa pesan makanan saja?" Andrew menawarkan yang langsung disetujui oleh Stella.
"Mau makan apa?" tanya Andrew.
Sejenak Stella menghentikan kegiatannya, memikirkan apa yang ingin dia makan. Dia menoleh kearah suaminya. Seraya berkata "Mie goreng, dimsum, smoothies enek siang-siang gini."
__ADS_1
Permintaan istrinya itu langsung dikabulkannya. Andrew berjalan dan mendudukkan tubuhnya kursi depan meja milik Stella. Diambilnya ponselnya dan memesan makanan yang telah disebutkan Stella. Sementara itu Stella melanjutkan kegiatannya dengan laptopnya itu.
"Sayang minggu depan aku ada perjalanan bisnis ke Bali," ucap Andrew disela-sela keheningan siang itu.
"Minggu depan?" tanya Stella mengulangi. Andrew langsung menganggukan kepalanya mengiyakan.
"Yah, minggu depan aku ada ujian di kampus," decak Stella.
"Apakah tidak bisa izin dahulu sayang?" tanya Andrew.
"Ujian akhir semester sayang. Aku gak mau izin, nanti nilai aku bagaimana?"
Raut kekecewaan terukir jelas pada wajah Andrew. Semenjak menikah emang tuan presdir satu ini tidak pernah berpergian jauh tanpa istrinya. Selalu membawa Stella tatkala perjalanan bisnisnya. Namun, tampaknya untuk minggu depan agak sedikit berbeda.
"Tetep aja jauh gak bisa peluk, gak bisa cium, gak bisa elus-elus," tukas Andrew.
"Astaga! Suami aku sudah bucin banget ya sekarang," ejek Stella.
"Siapa yang ngajarin bucin?" sahut Andrew tidak terima.
"Kamu lah sayang," timpal Stella cepat.
__ADS_1
"Enak saja kamu dong yang mulai sayang," balas Andrew juga tidak terima.
Untungnya ketukan pintu ruangan itu mengentikan perdebatan kecil pasangan muda itu. Andrew bergegas untuk membuka pintu dan ternyata makanan pesanannya sudah datang. Akhirnya lapar yang sedari tadi dia rasakan akan segera berakhir.
"Saatnya makan," ucap Andrew menghidangkan mie goreng pedas yang dikemas dalam box. Menaruh smoothies pesanan Stella dimeja itu juga. Makan siang pun dimulai.
Beberapa menit saat makan siang bersama itu berlangsung. Stella menepuk jidatnya mengingat sesuatu yang harus dia lakukan. Segera dia menggambil ponselnya.
"Astaga! Aku lupa minta tolong Elva untuk ambil revisi dari Pak Arthur," pekik Stella yang mengagetkan Andrew.
"Apa Arthur?" ulang Andrew yang sudah melorotkan matanya.
"Awas aja ya kalau ketemu sama Arthur!" ancam Andrew.
Stella menghela napasnya lalu menghembuskannya perlahan. Menatap mata suaminya yang sudah mulai posesif itu. Sedikit demi sedikit Stella belajar cara menghadapi sifat posesif Andrew. Caranya adalah berbicara dengan tenang.
"Sayang aku gak ketemu sama Pak Arthur. Makanya ini aku minta tolong sama Elva. Suruh dia bertemu Pak Arthur dan membawakan berkas aku," jelas Stella hati-hati.
##
Begitulah satu tips yang Stella lakukan menghadapi sifat posesif. Siapa yang punya pasangan yang posesif juga? Share cara menghadapinya ya.
__ADS_1
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.