TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Perpisahan 21+


__ADS_3

"Astaga Tuhan," jerit Stella dalam hati.


"Apa lagi yang akan dilakukan Tuan Andrew?" imbuhnya.


Sontak Stella memejamkan matanya, tak mampu menatap mata Andrew. Kemudian Andrew melanjutkan aksinya dengan meluumm4t bibir manis Stella di depan banyak orang. Cukup lama Andrew dalam posisi seperti itu.


Tepuk tangan dan siulan dari pada hadirin memenuhi ballroom itu. Semua mata tertuju pada dua orang yang menjadi pusat perhatian malam itu. Keduanya tampak sangat serasi sebagai pasangan dansa.


"So sweet," ujar beberapa orang yang berada disana.


"Uhh! romantisnya."


"Serasi sekali ya mereka."


Mario merasa sesak melihat kemesraan antara Andrew dan Stella. Perempuan yang selalu menganggu pikirannya akhir-akhir ini. Dengan kesalnya, pria itu langsung beranjak keluar dari ballroom.


"Benar-benar menjijikkan," umpatnya dalam hati.


"Gue harus bisa mengungkapkan kebohongan ini dan merebut Stella."


Entah karena apa, Mario sangat yakin bahwa mereka sedang melakukan drama. Mario yang semakin geram, akan berusaha lebih untuk bisa mendapatkan Stella.


*


*

__ADS_1


Rangkaian perjalanan bisnis pembahasan mega proyek itu pun benar-benar selesai. Pagi harinya satu persatu petinggi perusahaan meninggalkan resort. Terlihat beberapa orang saling bersalaman dan mengucapkan selamat tinggal.


"Sampai berjumpa kembali Tuan."


"Iya. Sampai jumpa dan terima kasih untuk waktunya."


Proyek besar itu tinggal menunggu pembangunan saja. Semuanya sudah selesai direncanakan sampai matang. Bahkan sampai kapan waktu grand opening-nya.


"Bertemu lagi di acara opening."


Sudah tidak diperlukan berkali-kali meeting lagi. Karena semua sudah tinggal berjalan dan menunggu laporan. Kini semua fokus di perusahaan masing-masing.


Terlihat dua orang pria dan perempuan yang sedang berjalan menuju lobby resort. Andrew dan Stella baru saja cek out dan bersiap memasuki mobil yang akan mengantar keduanya ke bandara.


"Tuan Andrew saya tunggu kabar resepsinya," ujar Arslan.


"Anda berdua pasangan yang serasi. Tuan Andrew memang tidak salah pilih istri," tutur Arslan.


"Apalagi semalam anda sangat romantis. Saya suka dengan cara anda memperlakukan istri anda. Manis sekali," lanjutnya.


"Semoga langgeng dan bahagia selalu," pungkasnya disertai doa dan harapan.


Andrew dan Stella tersenyum senang mendengar penuturan pria yang sudah lama bekerjasama dengan Dinata grub itu. Pria yang sepantaran dengan Surya, ayah dari Andrew. Merupakan pengusaha pria yang sangat disegani di kalangan pengusaha kelas atas.


"Terima kasih atas pujian dan doanya Tuan," balas Andrew.

__ADS_1


"Sama-sama saya permisi dulu ya Tuan dan Nona. Istri saya sudah menunggu di dalam mobil," pamit Arslan kemudian.


"Oh silahkan Tuan. Salam untuk istri anda," balas Andrew dengan ramah.


Arslan melenggang pergi, kemudian memasuki mobil. Sedangkan Andrew dan Stella melambaikan tangan mereka mengiringi kepergian Arslan. Bunyi klakson menjadi penutup terakhir perpisahan mereka.


"Yuk, sayang kita masuk ke dalam mobil," ajak Andrew setelah pelayan selesai memasukkan koper dan barang bawaan lain ke dalam mobil khusus mereka.


Di dalam mobil sudah ada Farhan yang duduk di samping supir. Setelah semuanya sudah siap. Mobil pun mulai berjalan pelan. Tak sengaja mobil melewati seorang pemuda yang tidak suka dengan kemesraan palsu keduanya.


"Tunggu saja nanti," batin pemuda itu.


##


Tunggu apalagi sih? Udah penasaran banget. wkwkw


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta like dan komentarnya dulu ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio

__ADS_1


Thankyou 😇


__ADS_2