TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Boleh Kenalan?


__ADS_3

Saat langkah panjang pemuda berperawakan tinggi itu masuk ke restoran. Ternyata tanpa sengaja, dirinya berpapasan dengan orang yang beberapa hari yang lalu membuatnya merasa kesal. Sontak saja Andrew memalingkan mukanya dan tidak mempedulikan orang itu.


Orang yang ternyata Mario itu juga terlihat cuek dengan rekan bisnis merangkap sahabatnya itu. Keduanya sama-sama melengos dan fokus dengan jalan masing-masing. Sementara Andrew menuju ruangan pertemuan, Mario menuju toilet.


"Kemana sih dia?" ucapnya sembari menengok kanan dan kiri mencari seseorang.


"Kok nggak ada ya?" Mario terus mencari kesana kemari.


Lelaki berperawakan tinggi itu sedang mondar mandir di depan toilet perempuan. Menunggu orang yang saat ini dia tunggu semenjak tadi. Mario sudah menantikan kehadiran perempuan tersebut. Eh, ternyata ketika sampai di restoran itu. Si perempuan justru tiba-tiba menghilang.


"Kok nggak keluar-keluar ya?" gerutu Mario sembari melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.


"Lima belas menit lagi rapat dimulai lagi," imbuhnya sembari terus mondar mandir.


Bruk!


Saat tak sengaja Mario membalikkan tubuhnya. Tepat saat itu pula Mario menabrak seseorang dengan lumayan keras. Sampai-sampai seseorang yang ditabraknya itu mengaduh kesakitan.


"Aw!" teriaknya.


"Ups! Sorry ...sorry ..." ucap Mario.


"Eh!" Mario tersentak kaget ketika tahu bahwa orang yang ditabraknya adalah seseorang yang ditunggunya.


Senyum sumringah langsung menghiasi bibir lelaki itu. Sementara Stella sibuk merapikan penampilannya yang sedikit berantakan karena orang yang baru saja menabraknya.


"Oh hai ... Stella kan?" Mario langsung menyapa.


"Kamu baik-baik saja kan?" lanjutnya.

__ADS_1


"Maafkan aku ya Stella."


Stella hanya mengangguk pelan dan masih merapikan penampilannya sembari mengecek apakah ada berkas atau barangnya yang tercecer. Jadi Stella hanya membalas sapaan Mario dengan tersenyum saja.


"Hai Stella! Kamu masih inget dengan aku kan?" ucap Mario.


"Aku Mario," lanjutnya.


"Boleh kenalan nggak?"


"Boleh minta nomer handphone kamu nggak?"


"Kok kamu diam saja?"


"Apakah kamu marah kepadaku?"


"Sungguh aku tidak sengaja."


Mario tampaknya masih nyerocos berusaha untuk mendapatkan respon baik dari perempuan yang diidolakannya itu. Lama tak mendapat respon dari Stella. Setelah itu Stella menoleh ke arah Mario.


"Iya nggak apa-apa kok," ucapnya dengan senyum tipis.


"Kenalkan lagi. Aku Mario," ucap Mario sembari mengulurkan tangannya.


"Bukankah kita sudah saling kenal?" balas Stella tanpa membalas uluran tangan Mario.


"E-eh i-iya juga ya," ucap Mario terbata.


Tiba-tiba saja lelaki itu merasa canggung setelah berhadapan langsung dengan Stella. Kemudian ia teringat tujuan awalnya menjumpai Stella.

__ADS_1


"Oh iya Stella. Bolehkah aku minta nomer handphone kamu?" tanya Mario lagi.


Tepat setelah Mario mengajukan pertanyaan tersebut. Ponsel Stella berdering, setelah mengambil ponsel itu dari dalam tasnya. Kemudian Stella berbicara dengan orang yang sedang meneleponnya.


"Iya ... iya ... baik ..." ucap Stella dengan lembut dengan lawan bicaranya di telepon.


Telepon itu tidak berlangsung lama. Setelah mematikan teleponnya. Stella berpamitan kepada Mario untuk segera masuk ke ruang pertemuan.


"Maaf tuan, saya harus ke ruang pertemuan. Karena tujuh menit lagi rapat akan segera dimulai," ucap Stella berkata jujur.


"Permisi." lanjutnya sembari meninggalkan Mario yang masih terdiam dan tampak kecewa.


Disisi lain, tepatnya dibalik dinding kaca lantai dua restoran itu. Tampak seorang pria tersenyum menang karena berhasil membuat Stella meninggalkan Mario saat itu juga.


##


Wah siapa orang yang menggagalkan rencana Mario untuk berkenalan kembali dengan Stella?


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta like dan komentarnya dulu ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio


Thankyou 😇

__ADS_1


__ADS_2