TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Keadaan Andrew


__ADS_3

Satu sifat buruk Andrew baru saja nampak di depan mata Stella. Tak menyangka suaminya itu bertindak kasar kepada dirinya. Ya meskipun Stella tidak menerima kekerasan, namun menurut Stella itu Andrew telah berbuat kasar kepada dirinya.


"Tuhan sadarkan dia," lirih Stella yang sudah mengeluarkan air matanya.


Perempuan yang masih mengenakan dress untuk dinner itu merebahkan tubuhnya di ranjang. Menatap langit-langit kamarnya, bayangan suaminya yang marah masih saja terngiang-ngiang. Sesekali dia menyeka air mata yang menetes dari pelupuk matanya.


"Tuhan lindungilah dia," doa Stella malam itu sebelum dirinya lelah menangis dan akhirnya tertidur.


Bukannya Stella tidak ingin mengejar suaminya atau mengajak suaminya untuk membicarakan masalah itu. Sengaja Stella membiarkan suaminya untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu. Karena Stella yakin, apapun yang dijelaskan kepada Andrew disaat dia marah. Tidak akan merubah sesuatu, jadi dia menunggu amarah suaminya mereda dulu.


*


*


Begitupun dengan Andrew yang masih menggunakan pakaian lengkap usai dinner tadi. Pria bertubuh tinggi kekar serta wajah yang tampan itu melangkah cepat keluar dari hotel itu. Menuju sebuah bar yang biasa dia kunjungi saat ke Singapura bersama teman-temannya.


Sebotol Vodka lengkap dengan es batunya dan gelas sudah ada dihadapannya. Tegukan gelas pertama habis begitu saja. Lanjut ke gelas yang kedua, baru setengah gelas Andrew sudah merasakan pening di kepalanya. Maklum saja presdir yang satu ini memang agak payah dalam hal mengkonsumsi minuman beralkohol.


"Stella!" teriaknya sembari mengusap rambutnya frustasi.


Dentuman suara musik dari DJ memenuhi seisi bar tersebut. Orang-orang asyik menikmati musik sembari berjoget ria. Mungkin hanya Andrew yang sama sekali tak menikmati suasana malam itu.


"Halo, boleh gabung?" ucap seorang wanita berpenampilan sangat seksi.

__ADS_1


Tidak mendapatkan respon sama sekali oleh pria yang sedang menundukkan kepalanya pada meja bar dihadapannya. Hal tersebut semakin membuat wanita-wanita penggoda itu memulai aksi nakalnya.


"Hai ganteng," rayu wanita itu dengan mengusap-usap punggung Andrew.


"Happy ... happy yuk tampan," sambungnya lagi.


Andrew yang sudah lemah tak berdaya sama sekali tidak menggubris wanita itu. Untung saja Farhan langsung datang menghampiri. Asistennya itu semenjak tadi sudah mengikuti bosnya itu akan pergi.


"Pergi semua! Jangan ganggu!" bentak Farhan mengusir wanita yang menggoda Andrew.


"Bos! Bangun bos," ucap Farhan mencoba menyadarkan bosnya.


Dikarenakan bosnya itu tidak sadar-sadar, maka Farhan memapah bosnya keluar dari bar itu. Meski sesekali Farhan menggerutu dengan tingkah bosnya itu. "Kenapa harus mabuk segala sih bos," gerutunya.


"Stella!" ucapnya memanggil istrinya.


"Mana Stella-ku Farhan."


Tidak jarang juga pria itu mengeluarkan umpatan untuk pria yang menganggu Stella tadi.


"Pria breng$ek!" umpatnya dengan kesal.


"Gue akan habisi itu pria breng$ek!"

__ADS_1


Memang bosnya ini selain payah dalam minum minuman beralkohol. Juga termasuk orang yang rese kalau sedang mabuk. Sebisa mungkin Farhan ingin cepat sampai di kamar bosnya itu.


*


*


Stella tersadar tatkala ketukan pintu dari luar kamarnya. Perempuan yang tadinya ketiduran dengan keadaan belum sempat ganti pakaian itu, langsung bergegas membuka pintu. Dan betapa terkejutnya dia melihat keadaan suaminya itu.


"Sayang!" pekiknya kaget seraya membantu Farhan memapah Andrew.


##


Lanjut keesokan harinya next bab ya!


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio

__ADS_1


Thankyou 😇


__ADS_2