TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Ancaman Mario


__ADS_3

"Ma-maksud Tuan apa?" tanya Stella terbata.


"Itu lho yang kayanya Andrew dan kamu sudah menikah," terang Mario dengan singkat, padat, dan jelas.


"Oh i-itu ... i-itu ..." Stella tampak gugup hendak menjawab.


"Tuh kan, mam¶us gue mau jawab apa?" batin Stella.


Perempuan cantik itu tampak meremas-remas tangannya. Rasa gugupnya sudah tidak dapat ditutupi lagi. Jelas saja Mario paham dengan tingkahnya.


"Gue yakin kalau perempuan udah gugup kaya gini. Pasti ada yang ditutup-tutupi," batin Mario sembari menyeringai.


"Oke cantik, gue kasih waktu beberapa menit untuk Lo menyusun alasan." Mario masih bergumam di dalam hatinya.


Sesaat suasana hening dengan pikiran masing-masing. Stella memikirkan jawaban apa yang akan dia lontarkan. Sementara Mario sedang menganalisis gerak-gerik kebohongan Stella.


"Bagaimana Stella, apakah kamu bisa menjelaskan semuanya yang telah terjadi?" tanya Mario memecah keheningan kala itu.


"Jujur saja aku sebagai sahabat dekat sekaligus rekan kerja yang telah lama mengenal Andrew. Tidak pernah mendengar kabar pernikahan kalian," imbuhnya.


"Jangankan kabar pernikahan, berita Andrew memiliki kekasih saja belum pernah saya dengar."


"Dan saya merupakan orang yang paham betul dengan Andrew."


Begitulah penjelasan panjang lebar dari Mario. Lelaki itu terus berupaya menggali drama apa yang terjadi diantara Andrew dan Stella. Karena Mario sangat yakin ini merupakan sebuah drama.

__ADS_1


"Jadi Stella tolong katakan yang sejujurnya. Apa yang terjadi antara kamu dan Andrew," ujar Mario penuh penekanan.


"Katakan bahwa Andrew hanya mengaku telah menikah dengan kamu," lanjutnya dengan tatapan menyelidik.


Stella diam membisu, tak berani berkata sepatah katapun. Takut kalau-kalau salah berucap yang berujung petaka. Baik bagi dirinya, bagi Andrew atau bahkan bagi perusahaan tempatnya bekerja. "Jangan sampai terjadi, lebih baik gue diam saja," batin Stella.


"Ehm ... untuk itu lebih baik anda tanyakan langsung kepada Tuan Andrew saja Tuan," tutur Stella lirih dan menundukkan kepalanya.


"Saya takut salah berucap," jawabnya jujur.


Mendengar itu membuat Andrew menyeringai licik. Semakin terbuka jalan lebar untuk mengungkapkan kebohongan itu.


"Kalau jawabanmu seperti itu. Berati benarkan kalian tidak menikah beneran," tebak Mario.


"Itu urusan pribadi dan Lo nggak berhak untuk ikut campur!" imbuh suara itu.


Suara yang cukup memekakkan telinga itu berhasil membuat Mario dan Stella terlonjak kaget. Stella mengarahkan pandangan kearah sumber suara itu. Mario pun membalikkan tubuhnya menatap orang yang berada dibelakangnya.


"Lo kepo banget sama hidup orang!" ujar orang itu yang tak lain adalah Andrew.


"Sampai mengintimidasi orang segala. Mana yang diintimidasi ketemu lagi," lanjutnya.


"Cupu Lo!" umpat Andrew.


Mario berdiri menghadap kearah Andrew yang saat ini berdiri tegap. Seringai licik masih menghiasi wajah Mario.

__ADS_1


"Eh kebetulan ada Lo, Andrew. Sekalian gue bisa tanya langsung ke Lo," ucap Mario.


"Tolong segara mengaku saja kalau Lo hanya bohong mengatakan kalau Lo sudah menikah dengan Stella. Daripada Lo ketahuan diakhir, lebih baik Lo ngaku sekarang deh!" tegas Mario.


"Atau kalau Lo nggak mau ngaku sekarang. Gue yang akan membeberkan rahasia kebohongan ini?" ancamnya.


Andrew tersenyum getir mendengar ancaman dari Mario. Dia pun menatap sinis lelaki yang ada dihadapannya. Sembari berucap, "Seperti ancaman anak kecil!"


"Stella ayo kembali ke kamar!" ajak Andrew sembari menarik tangan Stella.


##


Mario udah tau gerak-gerik mencurigakan dari Andrew dan Stella. Apakah Mario akan tetap berusaha mengungkap kebenarannya? Next bab ya!


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta like dan komentarnya dulu ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio


Thankyou 😇

__ADS_1


__ADS_2