TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Ngaku Bos! (1)


__ADS_3

Sore hari usai menjalani padatnya jadwal pertemuan hari ini. Saat ini waktunya bebas, semua anggota pertemuan bebas untuk melakukan kegiatan mereka. Ada yang beristirahat di kamar, jalan-jalan ke pantai, atau jalan-jalan keluar resort.


Andrew memilih menikmati senja di restoran diatas bukti dengan pemandangan laut lepas. Restoran yang masih berada di kawasan resort tempatnya menginap. Sembari menikmati segelas wine dan menyaksikan matahari yang kembali ke peraduannya.


"Dimana si Stella bos?" tanya Farhan yang baru saja menghampiri Andrew sembari membawa sepiring kentang goreng.


"Ada di kamar. Kenapa tanya-tanya dia?" sahut Andrew.


"Astaga bos. Posesif banget sih," ledek Farhan.


"Posesif apanya woi?" kesal Andrew.


"Santai bos santai," balas Farhan sembari menuangkan wine ke gelas kaca milik bosnya.


"Diminum dulu bos," lalu disodorkannya tepat dihadapan sang bos.


Kemudian Farhan menuangkan wine ke gelas miliknya. Menarik kursinya agak ke depan untuk membenahi posisi agar nyaman berbincang dengan bosnya.


"Begini bos ... saya rasa and telah jatuh cinta," celetuk Farhan.


Langsung saja Farhan mendapatkan tatapan tajam dari Andrew. Bukannya takut, justru Farhan tersenyum menggoda bosnya yang hendak marah itu. "Maksud Lo jatuh cinta sama siapa?" bentak Andrew.


"Haha ... tuh kan si bos ketahuan," ledeknya lagi sembari tertawa lebar.

__ADS_1


"Bos mah pura-pura bodoh. Tapi membohongi perasaan," lanjut Farhan.


"Maksud Lo apa?" bentak Andrew semakin keras.


Farhan menyeruput wine dalam gelasnya. Lalu lagi-lagi kembali menertawakan bosnya itu. Lebih tepatnya bosnya yang saat ini sedang salah tingkah.


"Tadi bos tanya kan bos lagi jatuh cinta sama siapa," jelas Farhan.


"Nona Stella. Iya bos sedang jatuh cinta dengan nona cantik yang kayanya sekertaris bos itu," imbuhnya.


Langsung saja Andrew menoyor kepala si asistennya itu. Tetapi nyatanya dengan begitu membuat Farhan semakin menjadi-jadi.


"Tuh kan langsung marah karena salah tingkah kan si bos," ledek Farhan lagi.


"Apa Lo bilang? Gue jatuh cinta sama Stella?" tegas Andrew.


"Nggak mungkin dan nggak akan!" lanjut Andrew.


"Terus ngapain harus pake drama pura-pura nikah sama sekertaris bos segala? Hayo ngaku!" belum kapok ternyata si Farhan.


Andrew menarik napas dalam untuk meredakan emosinya. Kemudian menyeruput wine miliknya. Dan kembali memberikan tatapan tajamnya untuk asisten kurang ajarnya.


"Gue itu mengaku pura-pura nikah sama Stella. Cuma karena mau nolongin dia agar nggak terkena godaan dan rayuan gombal Si Hans. Lo tau sendiri kan sifat mereka kaya gimana kalau sama perempuan cantik?" Andrew mencoba menjelaskan.

__ADS_1


"Tuh kan bilang Nona Stella cantik," sambar Farhan.


"Bukan begitu maksudnya!" bentak Andrew lagi.


Sebenarnya Farhan paham betul maksud dari bosnya itu. Supaya menyelamatkan Stella dari teman-temannya yang termasuk pria hidung belang. Namun, dengan alasan pura-pura menikah dengan Stella sungguh tak masuk akal. Kenapa baru Stella yang diselamatkan dari Hans. Padahal dari dulu juga banyak perempuan yang bekerjasama dengan mereka. Termasuk Tiara, kakak dari Stella sendiri.


"Lalu kenapa harus dengan drama pura-pura sudah menikah bos?" tanya Farhan.


"Sudah ngaku saja bos!" imbuhnya yang berhasil mendapatkan pukulan tepat di lengannya.


##


Usaha Farhan untuk membuat Andrew mengakui perasaannya. Haha. Akankah berhasil?


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta like dan komentarnya dulu ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio

__ADS_1


Thankyou 😇


__ADS_2