TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Keributan Pagi Hari


__ADS_3

"Gue udah tahu semua tentang pernikahan bohongan Lo!"


Andrew mencoba menampakkan wajah yang biasa saja. Supaya tidak semakin membuat Mario merasa menang. Karena sebenarnya Andrew pun sadar, mau cepat atau lambat drama pernikahan bohongan itu akan ketahuan.


"Bagaimana Tuan Andrew? Anda kaget bukan bahwa drama anda sudah ketahuan bohong!" ucap Mario penuh penekanan.


Senyum lebar hampir memenuhi muka lelaki berbrewok tipis itu. Melihat Andrew hanya diam dan tak meresponnya. Kembali Mario membongkar kebusukan Andrew di depan orang-orang yang berkerumun di depan lobby pagi ini.


"Semua tolong dengarkan! Presdir Perusahaan Dinata Grup yaitu Tuan Andrew Martadinata telah melakukan pembohongan publik dengan mengaku menikah dengan Nona Stella yang tidak lain adalah mahasiswa magang sekaligus sekertaris pribadi beliau." Mario mengatakannya dengan keras hingga dapat didengar oleh banyak orang.


Sontak orang-orang yang mendengarnya langsung berbisik dan melemparkannya pandangan pada Stella. Perempuan yang diduga menjadi istri bohongan Andrew. Stella hanya menunduk mengetahui dirinya menjadi pusat perhatian pagi ini.


"Breng$ek kau Mario!" Andrew melangkah maju dan bersiap untuk memukul Mario.


"Berani-beraninya Lo ya!" teriak Andrew.


"Demi Lo bisa mendapatkan Stella. Jadi Lo kaya gini!" Andrew benar-benar sudah marah tingkat tinggi.


Bukannya mereda, Mario justru tertawa lebar. "Haha ... Lo udah nggak bisa mengelak lagi dari gue Andrew!" ucap Mario.


"Hari ini semua karyawan Lo udah tau kebusukan Lo!"


"Apa Lo mau bukti itu gue tunjukkan pada mereka semua saat ini?" tawar Mario.

__ADS_1


Pada saat itu juga Farhan dibantu beberapa satpam membubarkan kerumunan orang yang menyaksikan keributan itu. Satu persatu orang meninggal lokasi tersebut. Hingga tersisa beberapa orang yang ada disana.


"Lho kenapa dibubarin?" tanya Mario tersenyum sinis.


"Lo takut kebusukan Lo diketahui semua karyawan Lo?"


Mengingat jabatannya sebagai Presdir di perusahaan ini. Tidak elok jika dia semakin membuat panas keadaan. Meskipun sejujurnya Andrew ingin menghabisi Mario saat ini juga. Namun Farhan berhasil meredakan emosi bosnya dengan beberapa kalimat yang sempat dibisikkan tadi.


"Urusan kita belum selesai! Tunggu pembalasan gue!" ancam Andrew seraya meninggalkan Mario yang masih terpaku ditempatnya.


*


*


Andrew menyodorkan segelas air putih yang baru saja diambilnya dari dispenser yang tersedia di ruangan itu. "Minumlah dulu," katanya.


Kemudian dia mendudukkan tubuhnya di sofa yang berhadapan dengan Stella. Dia akan meminta Stella menceritakan semua kejadiannya dari awal. Andrew dan Farhan sesekali menganggukkan kepalanya saat mendengar cerita Stella.


"Benar-benar breng$ek orang itu!" geram Andrew yang mengepalkan tangannya.


"Darimana dia tahu semua ini?" tanyanya seraya menghempaskan punggungnya ke sandaran sofa.


Semua tampak berpikir darimana Mario mendapatkan informasi tersebut. Atau jangan-jangan dia hanya menebak-nebak saja. Karena Mario memang tahu sifat Andrew yang tidak mudah dekat dengan perempuan.

__ADS_1


"Kata dia tadi, dia punya bukti pernikahan bohongan itu Tuan," celetuk Farhan seolah menyangkal kalau Mario hanya menebak saja.


Disaat semua pusing memikirkan masalah baru tersebut. Tiba-tiba dering ponsel Andrew terdengar. Segara Andrew menjawab panggilan itu.


"Halo ..." jawab Andrew.


Bla ... bla ... bla ... bla ....


Terdengar seseorang yang marah dengan nada tinggi dari sambungan telepon itu. Selama ini tidak ada yang berani marah atau bicara dengan Andrew dengan nada tinggi. Lalu siapa yang menelepon itu?


##


Bisa nebak kira-kira siapa yang menelepon Andrew? Tulis di komentar coba


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio

__ADS_1


Thankyou 😇


__ADS_2