
Semalaman penuh Andrew tidak bisa memejamkan matanya untuk tidur meski sebentar saja. Pikirannya terus berjalan dipenuhi dengan ucapan-ucapan Surya. Lebih tepatnya kalimat Surya yang terakhir yaitu menyuruh Andrew menikahi Stella.
"Kok jadi ribet kaya gini sih!" kesal Andrew.
"Ya mana mau Stella nikah sama gue. Ada-ada aja si papa."
Waktu sudah menunjukkan tengah malam. Usai membersihkan dirinya dan berganti pakaian jadi piyama. Andrew bergegas menelepon asistennya, menyuruh Farhan datang ke kamarnya. Karena memang asisten Andrew tinggal satu rumah. Hanya saja Farhan berada di paviliun belakang rumah.
Kurang lebih lima menit setelah menelpon. Orang yang diharapkan sudah mengetuk pintu dan melenggang masuk ke kamar Andrew. Mendudukkan dirinya pada sofa panjang di kamar tersebut. Disusul Andrew yang tadinya duduk di pinggiran tempat tidur.
"Ada apa nih bos? Malam-malam begini memanggil saya?" tanya Farhan.
Farhan memperhatikan penampilan bosnya yang kacau. Dengan muka yang ditekuk cemberut. Rambut yang acak-acakan karena sedari tadi Andrew mengusap kepalanya frustrasi.
"Papa sudah tau kalau gue pura-pura nikah sama Stella," ucap Andrew lemah tak bersemangat.
"Terus kata papa. Dia malu dengan semua foto gue sama Stella saat di Bali," sambungnya.
Farhan masih menyimak apa yang disampaikan bosnya itu. Sesekali pria berbadan tegap itu menganggukkan kepalanya. Matanya tak berpindah memandang Andrew yang sedang serius itu. Maka dirinya juga ikut serius.
"Papa mau gue menikahi Stella," ungkap Andrew lagi.
__ADS_1
Farhan terlonjak kaget mendengar penuturan bosnya itu. Hingga sedikit menghempaskan tubuhnya keatas karena benar-benar kaget.
"Astaga bos! Itu beneran Tuan Surya menyuruh anda menikahi nona Stella?" Farhan memastikan takut jika dia hanya salah dengar.
"Iya katanya dia malu karena gue udah mesra-mesraan di depan umum," jawab Andrew masih dengan lemah.
"Gue harus gimana Farhan!" pekik Andrew kesal.
Farhan kembali tersentak kaget. Kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Berusaha berpikir sebuah cara yang tepat untuk membujuk Stella mau menikah dengan Andrew.
"Ba-bagaimana kalau besok kita bicarakan langsung dengan NonaStella saja bos?" usul Farhan agak ragu.
"Kita coba dulu saja bos. Nanti biar saya bantu untuk membujuk Nona Stella." ujar Farhan.
Andrew agak kurang yakin kalau Stella dengan mudah mau menikah dengannya. Yang benar saja baru kenal belum ada satu bulan sudah mengajak nikah. Apa enggak ditertawakan oleh orang-orang sekitarnya.
"Masalahnya ini menikah Farhan. Apakah Stella mau menikah dengan gue?" tanya Andrew pesimis.
"Siapa coba yang nggak mau nikah sama bos? Sudah ganteng, pinter, seorang presdir, kaya raya, dan baik hati lagi. Coba perempuan mana yang nggak mau sama bos?" ucap Farhan mencoba meyakinkan bosnya.
"Kalau saya perempuan juga pasti mau menikah dengan bos," imbuhnya yang langsung mendapat pukulan pelan di kepalanya.
__ADS_1
Benar juga apa yang dikatakan si asisten sengklek itu. Selama ini dirinya jomblo juga bukan karena nggak laku. Banyak perempuan yang mengejar-ngejarnya, namun dia saja yang menolak. Dan malas berhubungan dengan perempuan.
"Sudahlah bos percaya saja sama saya. Saya yakin Stella mau kok menikah dengan bos. Besok kita bujuk bersama," ujar Farhan.
"Sekarang bos istirahat saja. Saya juga sudah mengantuk," imbuhnya sembari menguap.
##
Bagaimana kira-kira Stella mau tidak? Tunggu keesokan harinya ya.
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
YouTube : Ruang Audio
Thankyou 😇
__ADS_1