
Sebuah mobil berhasil dihentikan oleh orang-orang suruhan Farhan. Mobil yang diduga didalamnya ada istri dari Presdir Dinata Grup itu dikepung. Beberapa mobil mengelilingi mobil tersebut. Sehingga tidak memungkinkan seseorang di dalamnya untuk kabur.
"Jangan bergerak!" teriak orang suruhan Farhan.
"Lepaskan perempuan itu!" sambungnya menodongkan senjata.
Orang-orang yang berada di dalam mobil itu tidak ada yang keluar. Mereka juga meminta bantuan kepada komplotannya. Menyuruh teman-teman untuk segera datang di lokasi tersebut.
Satu tembakkan peringatan dilepaskan oleh orang suruhan Farhan. Tebakan kedua pun juga tak dihiraukan. Hingga akhirnya rencana penyergapan harus segera dilakukan.
Seseorang membuka paksa mobil tersebut. Mobil yang berisi tiga pria itu dicongkel dengan peralatan yang ada. Memaksa ketiganya keluar meski dengan perlawanan yang keras.
"Jangan coba-coba sentuh perempuan itu!" teriak salah satu penculik.
Stella dibiarkan tidak sadarkan diri di dalam mobil itu. Karena dirasa lebih aman di dalam mobil. Di luar mobil saat ini sedang terjadi pertempuran yang pelik antara komplotannya penculik yang baru saja tiba. Melawan orang-orang suruhan Farhan.
Suara tembakan terdengar beberapa kali. Lemparan benda-benda keras juga berseliweran kesana kemari. Suara pukulan dan hantaman juga terdengar menghiasi.
"Stella ... syukurlah kau baik-baik saja."
__ADS_1
Seorang pria berhasil menyelinap menghampiri Stella di dalam mobil itu. Perlahan pria itu membopong tubuh Stella keluar dari mobil dan menjauh pergi.
"Bertahanlah Stella," ucapnya pelan dengan langkah tertatih-tatih.
Pria itu masih berusaha mengimbangi berat tubuh Stella meskipun terlihat sempoyongan. Menyusuri jalanan malam di negara tetangga. Untung saja penyergapan itu dilakukan di jalanan yang sepi.
"Tuhan terima kasih. Kau telah menyelamatkan perempuan ini," batin pria itu disela-sela aktivitasnya yang terus membopong Stella.
"Meskipun sirna sudah harapan saya untuk bersanding dengan perempuan cantik satu ini. Tetapi dengan melihat dia bahagia dengan pria lain. Aku juga merasa bahagia." Pria itu mengungkapkan isi hatinya sembari menatap wajah Stella yang polos namun cantik saat tak sadarkan diri.
"Sungguh aku ikhlas Tuhan," sambungnya.
Kini napasnya semakin tersengal-sengal. Ingin rasanya berisitirahat sebentar saja. Namun itu tidak mungkin. Pria itu takut jika masih ada penculik yang akan mengejarnya. Sedangkan dia pun sadar tidak akan bisa melawan penculik itu. Jadi pria itu memilih jalan untuk tetap membawa Stella menjauh dari jalanan sepi itu. Meminta bantuan pada pos polisi terdekat.
"Oh Tuhan! Siapa itu? Selamatkan kami," ucapnya panik ketika dari arah berlawanan pria itu melihat sorot lampu mobil yang mendekat.
Pria itu sedikit melipir untuk bersembunyi dibalik pohon yang tidak terlalu besar. Pohon itu tidak mampu menutupi tubuhnya itu. Percuma saja dia bersembunyi saat itu. Toh mobil itu juga berhenti karena melihat tubuh pria yang mencoba bersembunyi itu.
Mobil itu berhenti dan orang yang ada di dalamnya keluar. Mendekati pria yang bersembunyi itu.
__ADS_1
"Stella!" panggil orang yang baru saja turun dari mobil itu.
Segera orang itu mengambil alih Stella dari gendongan pria yang tadi menyelamatkan perempuan itu. Kini Stella telah digendongnya dan dibawanya masuk ke dalam mobil. Mobil itu segera melaju menuju rumah sakit untuk memberikan pertolongan kepada Stella.
"Mari silahkan masuk dan ikut kami."
##
Siapa pria yang menolong Stella itu? Tebak dong.
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
YouTube : Ruang Audio
__ADS_1
Thankyou 😇