TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Sok Akrab


__ADS_3

Ternyata laki-laki yang bertabrakan dengan Stella tadi adalah mahasiswa transfer. Baru saja masuk ke kampus itu, yang darinya diploma melanjutkan sarjana. Pantes saja Elva dan Stella baru melihatnya.


"Oh iya ngomong-ngomong kalian selesai magangnya kapan?" tanya laki-laki yang bernama Nathan itu.


Elva mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan itu. Darimana laki-laki itu tau kalau mereka sedang melaksanakan magang. Padahal kenalan juga baru saja, lalu darimana dia tau?


"Kurang lebih satu minggu lagi," jawab Stella dengan santai.


"Kok tau kalau kita lagi magang?" tanya Elva heran.


"E-em--- tau dong," balas Nathan sedikit terbata.


"Kalian semester tujuh kan waktunya untuk magang," tambahnya.


Benar juga jawaban dia, tetapi pertanyaan lain muncul. Darimana dia tau kalau Stella dan Elva mahasiswa semester tujuh. Namun kebingungan itu Elva biarkan saja. Dan mereka pun lanjut mengobrol.


"Kamu sendiri sejak kapan masuk kampus ini?" jj klik km Stella.


"Baru satu bulan aku di kampus ini," jawab Nathan.


"Oh iya apakah kalian kenal dengan dosen yang bernama Pak Arthur?" tanya Nathan.


"Iya Aku kenal," jawab Stella cepat.

__ADS_1


Sementara Elva hanya mendengarkan saja apa yang dibicarakan dua orang itu. Menyimak baik-baik tentang apa yang mereka obrolkan. Rasanya malas juga untuk Elva mengobrol dengan orang yang baru saja dia kenal.


"Aku disuruh menemui Pak Arthur untuk meminta jadwal mata kuliah dia," jelas Nathan.


"Dimana ya ruangannya?" tanyanya lagi.


"Di gedung satu, lantai satu. Gedung yang itu." Stella menunjukkan lokasi gedung satu dan langsung mendapat anggukan kepala dari Nathan.


"Wah baiklah. Nanti langsung aku temuin beliau sajalah," ucap Nathan.


"Oh iya kalau boleh tau Pak Arthur orangnya bagaimana?" sambungnya..


Stella menyedot minuman dalam gelas kedua yang dia pesan. Tampaknya cuaca panas siang ini benar-benar membuatnya kehausan. Buktinya gelas keduanya pun sudah habis separuhnya.


"Lha kok tanya sama gue," ketus Elva.


"Tetapi orangnya sangat disiplin. Jadi ketika ada tugas ya harus benar-benar diselesaikan dengan baik. Dan paling tidak suka dengan mahasiswa yang lamban, yang ketinggalan materinya," jelas Stella panjang lebar.


"Wah agak ngeri juga ya," respon Nathan bergidik.


"Sudah santai saja, kalau ada materi yang kurang tanya aja sama Aku atau Elva."


Elva semakin bingung juga dengan sahabatnya itu yang sok akrab dengan orang yang baru dikenalnya. Tidak biasanya Stella seperti itu, bahkan yang terkesan dingin itu Stella. Kok kali ini dia beda ya?

__ADS_1


"Wah terima kasih sekali atas tawarannya," balas Nathan senang.


"Oh iya bolehkah kalau aku meminta nomer HP kalian? Buat tanya-tanya materi yang kurang nantinya? Karena Aku berencana mengejar lulus cepat sih." Nathan menjelaskan.


"Oh boleh ... boleh ..." balas Stella cepat.


Sontak Elva membulatkan matanya, menatap tajam sahabatnya itu. Apa yang dilakukan Stella sampai memberikan nomer ponselnya pada orang yang baru saja dikenal. Sungguh Elva sudah tidak paham lagi.


"Oke terima kasih banyak ya Stella," ucap Nathan sembari memasukkan ponselnya ke dalam saku.


"Aku langsung saja mau cabut. Mau ketemu sama Pak Arthur," pamitnya kemudian pergi.


Elva masih menunjukkan wajah bingungnya. Ketika Stella menoleh kearahnya, dia pun menggelengkan kepalanya. Stella yang merasa bingung juga dengan tingkah sahabatnya itu bertanya, "Kenapa?"


"Lo nggak merasa curiga sama sekali sama orang itu?" tanya Elva yang mendapat jawaban gelengan kepala dari Stella.


##


Sebenarnya siapa Nathan, kok kelihatannya tau banyak ya tentang Stella. Dan apa reaksi Elva selanjutnya?


Sebelum ke bab selanjutnya jangan lupa klik love (favorit-kan), like bab-nya dan komentar-nya juga ya kakak.


Thankyou 😇

__ADS_1


__ADS_2