
"Sayang sebenarnya laki-laki itu tadi adalah kakak sepupu aku," ucap Stella menjelaskan.
"Dia itu namanya Kak Boy. Dia itu sepupu aku yang kuliah di Jerman terus sekarang kerja disana juga," sambungnya.
Perempuan itu menjelaskan sembari tetap mengelus-elus dagu suaminya. Sentuhan jari lentik Stella itu bukannya menenangkan suaminya justru menegangkan. Tau kan apa yang tegang? Hehe. Pikir sendirilah ya.
"Makanya aku tadi langsung meluk dia secara tiba-tiba gitu," lanjut Stella.
"Karena sudah kangen banget sama Kak Boy. Mungkin sudah sekitar lima tahun kami nggak ketemu. Dulunya kami selalu bersama, terus berpisah begitu saja," kini bibir perempuan cantik itu cemberut. Memori ingatannya kembali pada beberapa tahun yang lalu.
"Masak aku nggak boleh pelukan sama kakak sepupu aku sendiri? Dia kan saudara aku sayang. Nggak mungkin juga aku cinta sama dia. Karena kami sejak kecil memang terbiasa dekat."
"Maklumi saja sayang," tutupnya.
Dia menoleh sebentar ke belakang. Melihat keadaan suaminya di belakangnya. Yang masih berpura-pura memejamkan matanya. Ya, jelas saja Stella tahu kalau itu hanya berpura-pura.
"Ih kamu jangan pura-pura!" geram Stella.
__ADS_1
"Aku tau kamu enggak tidur sayang!" kini Stella telah mengelitiki perut suaminya. Berharap suaminya itu merasa geli dan membuka matanya.
Namun usahanya gagal. Suaminya tetap saja tidak mau membuka matanya. Dan ide jahil lainnya muncul dipikiran Stella. Dia akan berdiri pergi begitu saja meninggalkan suaminya.
"Okelah karena kamu nggak mau buka mata aku mau keluar!" ancam Stella yang sudah siap beranjak.
Tiba-tiba sebelum tubuhnya itu beranjak dari tubuhnya suaminya. Langsung dua tangan kekar itu melingkar di pinggang ramping milik Stella. Menghalanginya untuk pergi dari bathtub itu.
Tidak hanya menghalanginya untuk bangkit. Andre juga menarik Stella tenggelam dalam dekapannya. Menempelkan tubuh istrinya ke tubuhnya. Seraya berbisik dengan lembut, "Enak saja kamu pergi secara tiba-tiba. Tanggung jawab dulu."
"Tanggung jawab apaan?" tanya Stella santai.
"Si junior udah bangun. Kamu kan tadi yang menggodanya," bisik Andrew lagi.
Saat itu juga Andrew membalikkan tubuh istrinya untuk menghadap kepadanya. Dengan begitu Andrew lebih leluasa untuk memasuki istrinya tersebut. Kini Stella telah duduk diatas perut suaminya. Dengan segera Andrew memposisikan miliknya dan milik istrinya untuk saling berseng9ama.
"Are you ready sayang?" tanya Andrew menyeringai.
__ADS_1
Anggukan kepala Stella dengan ekspresi wajah yang sudah dipuncak gairah seolah menjadi start kegiatan berciinta saat itu. Dan permainan pun dimulai dengan sangat apik. Ini adalah permainan pertama mereka di dalam bathtub. Sepertinya di film-film yang pernah mereka tonton. Ternyata tidaklah mengecewakan bermain di dalam bathtub.
Desahan demi desahan merdu keluar dari mulut Stella. Bersamaan dengan percikan air dalam bathtub yang seolah mengiringi permainan panas itu. Meski di dalam bathtub tetap saja merasa panas dan berkeringat.
"I Love You sayang," ucap Andrew ditengah-tengah kegiatan. Meskipun dengan napas yang terengah-engah. Dia tetap mengucapkan kata cinta untuk istrinya.
Permainan panas itu perlahan mereda. Keduanya sudah mencapai puncaknya. Dan kini Stella telah terkulai lemas diatas tubuh suaminya. Dan Andrew pun mendekap erat istrinya itu dengan mesra.
"Aku sayang kamu. Tadi aku lakukan karena aku gak mau kamu pergi ninggalin aku. Aku gabisa lihat kamu dekat dan apalagi berpelukan dengan laki-laki lain," bisik Andrew dengan sangat dekat ditelinga istrinya.
##
Udah baikan apa belum nih kira-kira keduanya? Bagiamana menurut kalian Andrew dan Stella itu?
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
__ADS_1