
Dilain sisi.
Mario sangat bersemangat menyambut hari ini. Pria itu telah menyiapkan segala keperluan semalam sebelum keberangkatannya ke Bali.
"Asyik hore!" ujar Mario senang.
Jelas saja senang karena selama di Bali pasti disana juga ada Stella. Perempuan yang akhir-akhir ini selalu menganggu pikirannya. Mungkin ini saat uang tepat untuk mendekatinya. Semoga saja berhasil.
"Selama di Bali adalah kesempatan gue untuk dekat dengan Stella," pikir Mario.
"Kali ini gue harus berhasil dekat dengan Stella. Pokoknya harus!"
"Stella I'm coming!"
Tetapi Mario juga merasa kesal dengan sahabatnya sendiri yang tak lain adalah bos Stella. Seakan Andrew sama sekali tidak membantunya dekat dengan Stella. Jangankan membantu, justru sepertinya sahabatnya itu menghalanginya untuk Mario mendekati Stella.
"Kenapa ya si Andrew seakan menghalangi gue supaya gak dekat dengan Stella ya?"
"Kurang ajar emang itu si Andrew," umpatnya.
Jelas saja Mario kesal dengan sahabatnya itu. Pasalnya baru kali ini Mario menolak untuk membantunya. Padahal menurut Mario ini adalah hal sepele.
"Tidak biasanya Andrew sepertinya ini."
"Apa jangan-jangan si Andrew juga memiliki rasa dengan Stella?" tanyanya pada diri sendiri.
Bukan kali ini saja, Mario berpikiran demikian. Memang sudah sejak lama dirinya kepikiran tentang hal itu. Namun, Mario tidak punya buktinya. Dan selama bersahabat dengan Andrew, Mario tahu betul sahabatnya itu tidak pernah memikirkan mengenai cinta. Atau lebih tepatnya mengangumi dan mencintai seseorang.
"Gue harus cari bukti," pikir Mario.
__ADS_1
"Kalau alasan Mario seakan menghalangi gue deket dengan Stella karena dia juga punya perasaan yang sama kepada Stella."
"Oke! Gue akan selidiki!"
Belum lama ada niatan tersebut. Sebuah pertanyaan kembali terlintas dipikirannya.
"Tapi kalau nanti jawabannya Andrew memang suka sama Stella gimana dong?" pikirnya.
"Otomatis gue kalah dan harus ngalah."
*
*
Rangkaian acara kunjungan dan perencanaan proyek dihadiri oleh seluruh perwakilan perusahaan yang terlibat. Satu persatu mereka berdatangan ke sebuah resort mewah yang khusus untuk acara tersebut.
"Selamat datang," sambut pelayan yang berjaga di pintu masuk.
"Hallo apa kabar Tuan Hans," sapa beberapa petinggi perusahaan yang telah datang lebih dulu.
"Silahkan duduk Tuan Hans," sapa yang lainnya.
Para petinggi perusahaan yang telah datang sedang dijamu makan siang. Mereka makan bersama di restoran tepi pantai, tepat sebelum masuk ke dalam resort.
Disaat yang bersamaan, lelaki tampan berperawakan tinggi dan seorang perempuan cantik dibelakangnya. Berjalan memasuki restoran tersebut. Tampaknya keduanya memang baru saja datang dari Jakarta.
"Selamat siang semuanya," sapa lelaki itu yang tak lain adalah Andrew.
"Oh, Tuan Andrew! Silahkan duduk," sapa salah satu diantara mereka.
__ADS_1
"Mari makan siang dulu. Baru sampai juga kan?" sambung yang lain.
"Terimakasih," balas Andrew setengah menundukkan kepalanya memberi hormat kepada semua.
Andrew segera duduk di sebuah meja melingkar tepat disamping Hans. Tak lupa Andrew juga mempersilahkan Stella duduk didekatnya. Perempuan cantik itu dengan anggun duduk didekat bosnya.
Agak risih ketika mata Hans memandangi gerak gerik Stella. Semenjak datang hingga sekarang duduk di meja tersebut. Andrew pun berdehem untuk membuyarkan pandangan Hans.
"Oh Tuan Andrew. Siapa dia?" tanya Hans tanpa basa-basi.
"Cantik sekali," pujinya.
"Oh ini ..." ucapan Andrew terhenti sejenak.
"Kenalkan ini adalah istri saya," jawab Andrew dengan tegas.
##
Hah!!! istri??? kok bisa? wkwkw
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta like dan komentarnya dulu ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
YouTube : Ruang Audio
__ADS_1
Thankyou 😇