
"Masuklah!" perintah Andrew kepada Stella setelah dirinya masuk ke dalam kamar itu.
"Cepat masuklah kamar!" ulang Andrew ketika Stella termenung di depan kamar tersebut.
Perempuan itu masih diam mematung di depan pintu kamar. Meskipun dia mendengar dengan jelas perintah dari bosnya itu untuk masuk ke dalam kamar yang sama. Eh tunggu sebentar. Kamar yang sama?
"Ma-maksud anda bagaimana Tuan?" tanya Stella.
"Ya kamar kami disini," jawab Andrew santai.
"Lalu kamar Tuan dimana?" lanjut Stella bertanya.
"Ya disini juga!" jawabnya singkat.
Andrew membuka pintu kamar lebar-lebar, kemudian meninggalkan Stella di ambang pintu. Dia pun bergegas masuk lebih dalam ke dalam kamar super mewah itu.
"Kalau kamar Tuan Andrew disini dan kamar aku juga disini. Berarti sekamar berdua?" ucap Stella berbicara kepada dirinya sendiri.
"Hah? seriusan sekamar berdua?" teriaknya dalam hati.
Segera Stella melangkah masuk ke dalam kamar itu. Menyusul Andrew yang telah masuk terlebih dahulu.
"Tu-tuan apakah saya boleh menyewa kamar sendiri?" tanya Stella sembari berjalan masuk mencari Andrew.
Dikarenakan kamar tersebut terlalu luas, Stella harus berjalan kesana kemari untuk mencari sang bosnya. Setelah beralih dari satu ruang ke ruang yang lain. Ternyata bosnya sedang berada di wardrobe room (ruang pakaian).
"Tu-tuan ..." panggil Stella.
__ADS_1
"Aaaaaaaa ..." jerit Stella ketika baru menemukan Andrew di dalam ruangan itu.
Terlihat Andrew yang sedang membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakannya. Baru juga membuka tiga kancing teratas kemenangan itu. Tetapi entah kenapa sekertarisnya itu histerisnya bukan main.
"Kenapa sih? Kayak ngelihat hantu saja," protes Andrew.
"Orang masih pake kaos dalam juga," imbuhnya.
"Lebay banget."
Perlahan telapak tangan yang menutupi mukanya dibuka. Memastikan bahwa pandangannya saat ini aman. Setalah dirasa aman, Stella langsung tampak malu dengan tingkah konyolnya.
"Ada apa?" tanya Andrew cuek dengan terus meneruskan pekerjaannya melepas kancing kemeja.
"I-ini tuan. Saya ingin menyewa satu kamar buat saya sendiri," pinta Stella terbata.
Kini lelaki tampan itu beralih mencari kaos yang berada di dalam kopernya. Kebetulan koper miliknya sudah berada di kamar itu terlebih dahulu. Karena diantar oleh pelayan resort.
"Stella! Ingat bahwa kita sedang berada di dalam drama pernikahan," ucap Andrew tanpa menoleh kearah Stella.
"Kita sekamar berdua dikarenakan semua orang tahu bahwa kita sudah menikah. Lalu apa jadinya kalau kamu mau menyewa kamar sendiri?" lanjutnya.
"Sekarang lebih baik kamu menurut dan jalankan semua sesuai rencana saja tadi."
Setelah berkutat dengan pakaian-pakaian di dalam kopernya. Akhirnya Andrew menemukan kaos dan celana pendek.
"Tenang saja. Kamu bakal aman meskipun sekamar berdua dengan saya," ucap Andrew.
__ADS_1
"Saya tidak akan ngapa-ngapain kamu," imbuhnya meyakinkan.
Stella hanya termenung di depan ruangan itu. Tidak berani mengiyakan ucapan bosnya dan tidak berani juga untuk menolaknya. Sebenarnya dia pun masih tidak paham dengan jalan pikiran sang bos.
"Kenapa semua malah jadi seperti ini? Ini terlalui rumit," batin Stella kesal sembari menggaruk kepalanya frustasi.
Sedangkan Andrew hanya tersenyum sinis melihat tingkah Stella.
"Kenapa kamu tetap diam disitu?" tanya Andrew.
"Saya mau ganti pakaian," imbuhnya.
"Apa kamu mau lihat?" goda Andrew yang hendak membuka celananya.
##
Oh no! Andrew anda kenapa bar-bar sih 😚
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta like dan komentarnya dulu ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
YouTube : Ruang Audio
__ADS_1
Thankyou 😇