TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Farhan Berulah


__ADS_3

Tiga kali ketukan pintu tidak membuat keduanya menghentikan aksi panasnya. Bahkan sampai ketukan pintu keenam, ketika seseorang menekan lalu mendorong gagang pintu ruangan itu. Masuk ke dalam ruangan presdir itu.


"Permisi bos," ucap orang yang baru saja mendorong gagang pintu itu tanpa melihat keadaan didalamnya.


Selain Stella hanya ada satu orang yang berani masuk ruang presdir tanpa permisi. Siapa lagi kalau bukan asistennya si presdir itu sendiri, Farhan. Setelah masuk ke dalam ruangan, pria bertubuh tegap itu langsung menutup pintu dan memutar tubuhnya menuju kearah meja Andrew.


"Astaga!" pekiknya sembari menutup wajahnya dengan satu telapak tangannya yang lebar itu.


Sontak Stella langsung berdiri dari pangkuan suaminya, membalikkan tubuhnya untuk mengancingkan kemejanya. Sebisa mungkin memalingkan wajahnya jangan sampai menatap Farhan. Sungguh malu sekali yang dirasakan Stella saat ini.


"Ada apa main masuk aja!" ketus Andrew.


Berbeda dengan Stella, kini Andrew justru memberikan tatapan tajam kepada Farhan. Sebagai wujud dari kekesalannya karena Farhan yang tiba-tiba mengganggunya.


"Ma-maaf banget bos," ucapnya terbata dan kikuk sembari perlahan membuka telapak tangannya yang menutupi wajahnya. Jujur saja baru kali ini pria itu memergoki bosnya sedang berbuat mesum. Tapi beruntungnya dengan istri sahnya. Memang bosnya itu tipe lelaki yang baik hati.


"Sa-saya nggak tau kalau bos lagi em---" Farhan tak melanjutkan ucapannya.


"Dasar nggak sopan!" balas Andrew cepat.

__ADS_1


Baru pertama kalinya bosnya itu marah karena Farhan yang tiba-tiba masuk tanpa permisi. Karena dulunya memang itu sebuah kebiasaan dan bosnya biasa saja dengan kebiasaan tersebut. Namun kali ini beda, Andrew telah memiliki istri dan ruangannya menjadi privasinya.


"Maafkan saya bos. Saya tidak akan mengulanginya lagi," ucap Farhan ketakutan.


Baiklah kali ini juga Andrew merasa bersalah. Ruangan kantor memang bukan tempatnya untuk berbuat seperti itu. Namun jika gairah dan napsu bersatu apa boleh buat. Jadi Andrew memaafkan Farhan untuk kali ini.


"Lupakan sajalah! Ada apa kesini?" tanya Andrew mengalihkan pembicaraan.


"Ada Tuan Arslan dibawah Tuan," jawab Farhan memberitahu.


Segera Andrew merapihkan kembali pakaian dan penampilan yang berantakan karena tadi sempat memanas. Berdiri dan merangkul Stella yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya.


"Nggak usah merasa bersalah dan malu. Karena yang salah itu si Farhan," bisik Andrew seolah mengetahui jika Stella sedang malu setengah mati.


*


*


Pertemuan itu berakhir pada pukul empat sore. Membahas proyek kerjasama antara Dinata Grup dengan perusahaan milik Arslan. Dan dalam waktu dekat perwakilan dua perusahaan itu akan mengadakan perjalanan bisnis ke luar negeri. Karena memang proyek itu berada di suatu negara yang tak jauh dari negara mereka saat ini.

__ADS_1


"Terima kasih banyak Tuan Andrew dan Nona Stella. Saya selalu senang bekerjasama dengan anda," ucap Arslan diakhir pertemuan itu.


"Sampai jumpa saat perjalanan bisnis," sambungnya.


"Saya permisi dulu," pungkasnya.


Andrew bersama Stella tersenyum ramah serta berjabatan tangan dengan Arslan dan sekertarisnya. Mengantarkan keduanya sampai diambang pintu ruangan meeting.


##


Wah boleh kali ya keluar negeri untuk perjalanan bisnis sekaligus bulan madu. Kira-kira ke Negera mana?


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31

__ADS_1


YouTube : Ruang Audio


Thankyou 😇


__ADS_2