TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Pengawal Stella


__ADS_3

Tadi saat ditengah-tengah permainan, Andrew menggendong Stella menuju ke ranjang empuknya. Lumayan pegel dan kurang leluasa selama permainan diatas sofa. Sehingga diakhir permainan keduanya sudah ada diatas ranjang.


"Sayang terima kasih untuk segalanya," ucap Andrew mengecup puncak kepala istrinya.


Stella tepat berada di ketiaak sang suami, sehingga mudah saja untuk mencium kepala seraya mengusap rambut hitamnya. Perempuan itu masih memejamkan matanya dengan rapat. Meskipun tidak sepenuhnya tidur, hanya saja ingin mengistirahatkan tubuhnya akibat permainan itu.


"Mulai besok, Farhan akan menjadi asisten sekaligus pengawal kamu sayang," ucap Andrew yang masih terus mengelus rambut Stella. Sesekali mencium aroma wangi dari rambut yang tampak indah dan sehat itu. Stella adalah tipe perempuan yang selalu merawat rambutnya dengan baik.


"Lho memangnya kamu pergi sama siapa sayang?" balas Stella yang masih enggan untuk membuka matanya.


"Sama staff lainnya. Aku rasa kamu yang lebih butuh Farhan disini," ucap Andrew.


Belajar dari pengalaman sebelumnya, sudah dua kali Stella diculik. Tujuan Andrew menjadikan Farhan asisten sekaligus pengawal Stella, agar istrinya tetap terlindungi selama dia tidak berada disampingnya. Itu demi kebaikan Stella juga.


"Tapi kan kamu juga butuh Farhan. Kenapa nggak cari orang lain saja sayang?" tanya Stella yang kini sudah membuka mata dan mendongakkan kepalanya menatap Andrew.


"Waktunya terlalu singkat sayang. Sudah nggak ada waktu buat cari orang yang bisa aku percaya. Satu-satunya orang yang sangat aku percaya ya cuma si Farhan itu," jelas Andrew.

__ADS_1


Walaupun asistennya itu menyebalkan, namun soal kepercayaan Andrew sepenuhnya bergantung pada pria itu. Apalagi untuk masalah kesetiaan anak buah kepada bosnya. Ya, Farhan andalannya untuk anak buah yang sangat loyal dan tidak pernah berkhianat.


"Bagaimana kalau nanti disana kamu juga dalam keadaan bahaya?" tanya Stella yang agak mencemaskan suaminya nanti.


"Tenang saja. Aku juga jago bela diri kok. Bisa menjamin keamanan diri aku sendiri," ucap Andrew menyombongkan diri.


Padahal jelas-jelas Stella belum pernah melihat Andrew bertarung. Setelah dua kali diculik yang menjadi garda terdepan ya Farhan. Yang bertarung melawan penculik ya Farhan dan Arthur saat penculikan kedua di Singapura.


"Yakin bisa?" Stella memastikan karena memang perempuan itu kurang yakin.


"Perang sama kamu saja aku yang selalu menang," imbuhnya yang meledek Stella.


Sontak Stella mencubit perut berotot milik suaminya itu. Perut yang tidak pernah membuncit meskipun makan banyak dan jarang berolahraga. Entahlah apa yang membuat perut suaminya itu selalu kotak-kotak.


"Ih bukan yang itu maksud aku," protes Stella.


"Eh jangan cubit perut ya! Apa kamu godain aku sayang?" tanya Andrew.

__ADS_1


"Aku mau lagi nih," goda Andre dengan senyuman khasnya itu.


Untuk menolaknya Stella langsung menarik selimut dan membungkus tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Seraya berkata, "Gak boleh! Sudah tidur aja. Awas kesiangan. Besok berangkat pagi-pagi."


Wajah kekecewan terukir jelas oleh pria tampan kesayangan Stella itu. Meskipun dengan wajah kusut dan cemberut. Andrew menuruti perintah istrinya itu. Yang memang benar, waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Dan besok dia harus berangkat ke bandara pukul enam pagi.


"Ya udah deh. Selamat tidur," ucap Andrew lesu dan mendekap istrinya meskipun sudah tergulung oleh selimut.


##


Bisa nggak nih keduanya LDR-an sementara. Yang biasanya bucin setiap hari harus LDR? Mana bisa?


Dan semoga selama LDR-an sementara nggak terjadi apa-apa ya. Berdoa sajalah.


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.

__ADS_1


__ADS_2