TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Rencana Mama


__ADS_3

Sebuah mobil mewah khusus yang akan mengantar kemanapun Andrew akan pergi selama di Singapura. Saat ini pria itu sudah berada di dalam mobil bersama seorang sopir. Menembus jalanan kota yang lumayan ramai lancar.


Mobil itu berhenti disebuah apartemen eksklusif yang ada di Singapura. Masuk ke dalam apartemen tersebut dan melangkah cepat menuju lantai tujuannya. Entah apa yang membuatnya buru-buru.


"Siang Pa," sapa Andrew ketika masuk ke dalam apartemen milik orang tuanya.


"Eh Andrew," balas pria paruh baya yang sedang sibuk dengan tabletnya. Sepertinya dia sedang sibuk mengurus pekerjaannya.


"Katanya mama gak enak badan ya Pa?" tanya Andrew seraya mendekati tempat duduk papanya.


Sejenak Surya menoleh kearah Andrew yang kini sudah duduk disampingnya. Membenarkan kacamata bacanya. Saat itu juga Surya mengernyitkan dahi seraya berkata, "Gak enak badan?"


"Iya barusan mama telepon mama katanya sedang gak enak badan. Kebetulan juga saat ini Andrew sedang ada pertemuan dengan Tuan Arslan di Singapura," jelas Andrew.


"Coba lihat saja mamamu sedang ada di kamarnya," perintah Surya yang langsung dituruti putra semata wayangnya itu.


Andrew melangkah ke lantai atas apartemen dua lantai itu. Terakhir dia ke apartemen tersebut, kamar kedua orang tuanya memang di lantai dua. Sesampainya kamar orang tuanya, Andrew langsung mengetuk pintu kamar.


"Eh sayang," sapa seorang wanita paruh baya keluar dari kamar dan langsung memeluk dirinya.


"Mama masih sakit?" tanya Andrew perhatian.


"Sudah agak mendingan sayang," jawab mamanya.


"Mama pengin kamu temani mama mengobrol. Kita lama tidak mengobrol bersama, mama kangen dan butuh teman." Diana berasalan.

__ADS_1


Andrew menuruti saja ajakan mamanya itu. Kemudian keduanya mengobrol di ruang keluarga. Memang benar sudah lama sekali Andrew tidak Quality Time bersama keluarganya. Terutama bersama mamanya itu. Jadi banyak sekali hal yang mereka obrolan saat itu.


"Sampai kapan kamu di Singapura sayang?" tanya Diana seraya meminum teh yang tersedia.


"Satu atau dua hari lagi Ma. Masih ada yang harus dibahas sama perusahaan Tuan Arslan," jawab Andrew juga mengambil cangkir tehnya lalu menyeruputnya.


Detik berganti detik, obrolan mereka semakin hangat dan mendalam. Bahkan sampai Surya turut bergabung dalam acara obrolan itu. Seusai dia menyelesaikan pekerjaannya.


"Sudah malam nih Ma. Kayaknya Andrew mau balik ke hotel dulu," ucap Andrew seraya melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Nggak! Kita harus makan malam bersama dulu," tolak Diana.


"Kita sudah lama tidak makan malam bersama. Kebetulan kamu ada disini dan bibi sudah memasak banyak makanan," ucap Diana.


"Sekarang ayo kita makan," ajak Diana seraya menarik lengan putranya itu.


"Enak-enak nih," ucap Andrew ketika melihat semua hidangan itu.


"Buruan ayo duduk. Kamu boleh habiskan semuanya sayang," balas Diana yang sudah mulai duduk di kursinya.


Perempuan paruh baya yang tetap terlihat muda. Dengan penampilan yang selalu mencolok itu. Mengambilkan nasi untuk suaminya juga untuk putranya.


"Ayo makan yang banyak," sambungnya seraya menyodorkan berbagai lauk pauk yang pasti kesukaan Andrew.


Dengan lahap Andrew memakan makanan itu semua. Pokoknya semua makanan yang disodorkan Diana, dilahap habis oleh Andrew. Hingga pria itu merasa sangat kekenyangan.

__ADS_1


"Ma kayaknya Andrew harus segera kembali ke hotel," pamitnya.


"Keburu ngantuk di jalan karena kebanyakan makan," sambungnya.


"Kalau ngantuk sebaiknya kamu tidur disini sayang. Yuk mama antar kamu ke kamar," ajak Diana membantu putranya itu untuk bangkit.


Andrew tampak lemas tak berdaya. Matanya sudah tak tahan lagi untuk melek. Hingga menurut saja dengan perintah mamanya.


"Kamu tidur disini saya ya sayang," ucap Diana setelah membantu Andrew berbaring diatas tempat tidur.


Melihat Andrew yang sudah terlelap di dalam kamar khusus milik anaknya itu. Perempuan paruh baya tersebut tersenyum senang. Kemudian mengambil ponselnya untuk menelepon seseorang.


##


Apalagi ini rencana Diana?


Pada bab selanjutnya kita tengok Stella yang tiba-tiba ditinggal Andrew tadi ya.


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31

__ADS_1


YouTube : Ruang Audio


Thankyou 😇


__ADS_2