
Rumah Keluarga Martadinata.
Malam itu di ruang keluarga Andrew yang baru pulang dari kantor. Langsung menemui papanya yang baru saja datang dari luar negeri. Memang selama ini kedua orang tuanya tinggal di Singapura dan mengurus perusahaan yang ada disana.
"Malam Pa," sapa Andrew yang hanya mendapat anggukan kepala dari Surya.
Andrew pun duduk di sofa panjang, tepat bersebelahan dengan Surya. Malam itu papanya tampak dingin, tidak seperti Surya yang biasanya. Pria paruh baya bertubuh tinggi dan sedikit berisi itu hanya diam dengan pandangan lurus ke arah televisi yang menyala. Membuat Andrew canggung untuk membuka pembicaraan.
"Pa ..." akhirnya Andrew mencoba membuka obrolan malam itu.
Beberapa menit setelah panggilan Andrew itu. Keadaan tetap hening, hanya terdengar suara yang bersumber dari televisi. Tak lama setelah itu Surya mematikan televisi.
"Apa benar kamu sudah menikah?" tanya Surya dingin.
Andrew tersentak kaget mendengar pertanyaan dari papanya yang tak pernah disangka-sangka. Memang semenjak tadi siang, Surya sudah marah-marah melalui telepon. Tetapi Andrew tidak tahu penyebab papanya berbicara seperti itu.
"Kenapa sampai papa nggak tahu kalau kamu sudah menikah?" ucap Surya dengan suara meninggi.
"Kenapa kamu menikah diam-diam? Kamu tidak menganggap papa orang tua kamu? Hah?" Lanjutnya dengan suara yang masih tinggi. "Dengan perempuan mana kamu menikah Andrew? Papa nggak nyangka anak papa diam-diam nikah kaya gini!"
Andrew mencerna kata demi kata yang keluar dari mulut Surya.
__ADS_1
"Darimana papa tahu? Andrew bisa jelaskan semua Pa!" balas Andrew.
"Andrew papa malu, benar-benar malu!" ucap Surya lagi.
"Masak papa tahu kalau anak papa menikah dari orang lain!" lanjutnya.
Dua orang tersebut kini saling menoleh. Tatapan keduanya pun bertemu dengan kekecewaan yang terpancar kuat dari mata Surya.
"Ma-maksud papa apa?" tanya Andrew terbata.
Surya mengambil ponselnya dari atas meja yang ada di depannya. Mengotak-atik sebentar ponsel itu, membuka sebuah foto. Dan menunjukkan foto tersebut kepada Andrew. Foto tersebut membuat Andrew ternganga lebar.
"Ini buktinya!" ucap Surya ketus dengan tersenyum getir.
Foto yang menunjukkan saat Andrew berdansa dengan Stella beberapa hari yang lalu saat perjalanan bisnis ke Bali. Juga memperlihatkan dengan jelas tatkala Andrew menciium bibir dan kening Stella saat di atas lantai dansa.
"Mampu$ ternyata foto itu sampai ke papa," batin Andrew gusar. Entah bagaimana caranya menceritakan awal mulai kejadian itu pada papanya.
"Papa ini semua salah paham. Andrew bisa menjelaskan semuanya. Ceritanya panjang dan rumit Pa." Andrew mencoba menjelaskan.
Pria paruh baya itu menarik napas kasar, kemudian menghembuskan seraya menyandarkan punggungnya ke sofa. Melemparkan ponselnya ke sofa dengan foto yang masih terpampang nyata.
__ADS_1
"Apa lagi yang perlu dijelaskan? Semua sudah jelas Andrew! Emang benar-benar anak durhaka. Nikah nggak bilang-bilang orang tua!"
"Papa. Semua hanya salah paham. Sebenarnya Andrew belum menikah dengan perempuan yang ada di foto itu," ucap Andrew cepat supaya tidak dipotong oleh ucapan sang papa.
Dua mata milik Surya langsung melotot dan menatap Andrew dengan tajam. Tampaknya dia kaget dengan ucapan Andrew yang terakhir itu.
"Apa? Kamu belum menikah dengan perempuan itu? Lalu bermesraan seperti itu di depan umum? Benar-benar memalukan!" Surya bertambah murka.
##
Marahnya dijeda dulu ah. Next bab ya! hehe
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
YouTube : Ruang Audio
__ADS_1
Thankyou 😇