
"Aku mau kamu tetap kaya gini sayang, tetap cinta sama aku. Dan jangan pernah tinggalin aku ya," ujar Stella memohon.
"Pasti aku akan selalu cinta sama kamu sayang. Kamu yang pertama dan terakhir dalam hidup aku. Percayalah," tegas Andrew.
Melalui sebuah kode, Andrew mempersilahkan para pelayan untuk melakukan tugasnya. Satu persatu pelayan menyiapkan makanan di meja itu. Andrew menyewa salah satu meja diujung pembatas dinding kaca. Jadi ketika menengok kebawah sudah lampu-lampu kota menjadi pemandangan indah.
"Sudah ya sedih-sedihnya. Kamu tenang saja aku akan selalu berada disamping kamu," ucap Andrew menyudahi kesedihan malam itu.
Setelah keduanya menghabiskan apetizer, maka segera pelayan menyajikan main course. Menu malam itu adalah beef steak yang menjadi makanan best seller di restoran tersebut.
"Sayang ... ngomong-ngomong tadi kamu bilang kalau aku cinta pertama dan terakhir kamu?" tanya Stella ditengah-tengah makan malam tersebut.
"Iya. Memang kenapa? Kamu nggak percaya?" tanya Andrew balik.
"Enggak," jawab Stella cepat.
Andrew tersenyum sembari melahap potongan daging sapi. Kedua tangannya sibuk memotong lalu memasukkan potongan daging ke dalam mulutnya.
"Pria seperti kamu bohong banget lah kalau aku cinta pertama kamu," ucap Stella.
"Ngaku aja deh sayang. Aku nggak akan marah kok. Itu kan bagian dari masa lalu kamu. Kalau nggak ada masa lalu, tidak ada masa depan seperti saat ini," sambung Stella.
__ADS_1
Sebenarnya Andrew malas meladeni pertanyaan istrinya jika itu seputar cinta dan masa lalu. Karena memang masa lalu Andrew itu hampa dan tidak ada sesuatu yang perlu diceritakan. Jadinya pria tampan itu hanya tersenyum lebar menanggapi perkataan istrinya.
"Aku jujur sayang. Kalau kamu cinta pertama aku. Kalau kamu nggak percaya coba tanya sama orang terdekat aku," ucap Andrew disela-sela melahap makanannya.
"Tanya deh sama Si Farhan," imbuhnya menyarankan.
"Masak sih?" Stella masih tak percaya.
Andrew menganggukkan kepalanya dengan yakin.
"Okelah kapan-kapan aku akan menanyakan ini pada Farhan," ucap Stella setelah meneguk minuman.
"Silahkan kalau kamu nggak percaya," balas Andrew.
*
*
Sesampainya di rumah, Stella lebih dulu masuk ke dalam kamar. Andrew masih menyelesaikan sedikit pekerjaannya di ruang kerja. Tak lama sih hanya sebentar saja. Setelah itu dia bergegas kembali ke kamarnya, karena sudah kangen dengan istrinya.
"Sayang---" ucapan Andrew terhenti tatkala melihat istrinya yang sudah berbaring di ranjangnya.
"Lho udah tidur aja?" tanyanya.
__ADS_1
Usai membersihkan dirinya di kamar mandi dan mengganti pakaian tidur. Stella segera merebahkan dirinya di tempat tidur. Rencananya sih menunggu suaminya dulu baru tidur. Apa daya matanya tidak kuat menahan kantuk yang mendera. Tanpa sadar perempuan itu terlelap lebih dulu.
"Yah udah tidur beneran," gumam Andrew agak kecewa.
"Bagaimana mau melanjutkan yang belum tuntas tadi siang?" sambungnya dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Diperhatikan secara seksama wajah istrinya yang terlelap itu. Terlihat polos namun sangat cantik dan menggemaskan. Ingin rasanya Andrew mengigit habis itu wajah istrinya.
"Yah gagal lagi deh," gerutunya menepuk jidat dan berlalu menuju kamar mandi.
"Padahal semakin penasaran gue sama rasanya," ucapnya berceloteh dalam hati.
##
Sabar sabar aja ya Andrew. Skip dulu gapapa. Author lagi gak pengen mesum. Orang sabar disayang Tuhan.
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
__ADS_1
YouTube : Ruang Audio
Thankyou 😇