
Dari tempat persembunyiannya Farhan. Terlihat Stella telah tak sadarkan diri akibat obat bius. Perempuan yang masih mengenakan gaun pengantin itu tak berdaya lagi. Membuat Farhan tidak tega melihatnya.
"Gue harus segera selamatkan Nona Stella," gumamnya sembari melihat keadaan sekitarnya.
Saat itu juga Farhan mulai bergerak mengendap-endap menuju pintu masuk rumah itu. Disana Farhan melawan tiga orang penjaga pintu utama. Tanpa bermodalkan senjata Farhan mampu membabat habis penjaga itu.
"Haha ... mam¶us kau!" ucap Farhan menyeringai.
Ternyata di dalamnya masih banyak gerombolan penculik itu yang sedang berkumpul. Farhan dikeroyok oleh beton penculik itu. Nah, disitulah awal mula dirinya bisa babak belur. Bayangkan saja Farhan yang hanya seorang diri dan melawan segerombolan peculik menggunakan senjata. Untung saja diantara mereka tidak bekerja dengan senjata api.
"Masukkan dia ke ruang penyekapan dengan perempuan itu!" ucap perempuan cantik yang langsung dituruti oleh para penculik itu. Tampaknya memang perempuan itu yang menjadi pemimpin dari gerombolan peculik itu.
*
*
Di dalam ruang penyekapan itu kini Farhan berada. Dengan kedua tangan dan kaki diikat dan mulut yang diplester. Menatap nanar sang nona muda. Tak tega rasanya melihat nona muda yang dicintainya bosnya diperlakukan seperti itu.
"Gue nggak bisa diam saja!" ucapnya dalam hati.
Sekuat tenaga Farhan mencoba melepaskan ikatan pada tangannya. Berkat kelihaiannya dan usahanya akhirnya ikatan itu terlepas. Setelah berhasil melepaskan ikatan dari tubuhnya. Kini saatnya Farhan menyelamatkan Stella.
__ADS_1
"Nona bangunlah," ucap Farhan mencoba membangunkan Stella. Tapi namanya diberikan obat bius. Ya tetap saja usahanya sia-sia. Akhirnya Farhan membopong Stella keluar melalui jendela kamar yang dibuatnya mengintip tadi.
Untung saja tidak ada penjaga yang ada tidak ada penjaga. Terdengar keramaian dari dalam rumah. Tampaknya para penculik itu sedang merayakan keberhasilan mereka menggagalkan pesta pernikahan Andrew dan Stella. Juga berhasil menculik Stella.
*
*
"Kalian semua b0doh!" umpat perempuan cantik si pemimpin itu.
"Kenapa bisa kabur kaya gini?" bentaknya keras.
Perempuan itu menggebrak meja yang ada dihadapannya. Sontak botol-botol minuman keras beserta gelas-gelas pecah berserakan. Perempuan itu benar-benar murka atas berhasil kaburnya Stella dan Farhan.
"Kalian semua benar-benar b0doh!" umpatnya sembari melenggang pergi meninggalkan tempat berpesta itu.
Perempuan yang amarahnya memuncak itu pergi ke balkon rumah. Mengutak-atik ponselnya untuk menelepon seseorang. Sesekali mengumpat kebodohan para penculik-penculik itu sembari menunggu teleponnya diangkat oleh seseorang yang diteleponnya.
"Apa? Perempuan itu bisa kabur!" ucap kaget seseorang yang ada diseberang telepon.
"Bagaiman kerja si penculik-penculik itu?" tanya orang itu lagi.
__ADS_1
Stella menceritakan secara detail kejadian itu. Kedua orang yang sedang berbicara melalui telepon itu sama-sama mengumpat. Bagaimana bisa dengan menyewa segerombolan penculik tetapi orang sasarannya bisa kabur begitu saja. Sia-sia sudah usaha keduanya dalam penculikan kali ini.
"Baiklah besok kita ketemu di tempat biasa," ucap orang diseberang telepon sana.
"Okelah Tante. Kita bicarakan rencana selanjutnya," balas perempuan itu dengan wajah cemberut.
##
Mau tau gak siapa perempuan itu dan siapa orang yang dipanggil Tante?
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
YouTube : Ruang Audio
Thankyou 😇
__ADS_1