TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Perintah Farhan


__ADS_3

Andrew mendengarkan penjelasan Farhan dengan seksama. Disela-sela mendengarkan cerita dari Farhan. Andrew bertanya-tanya siapa gerangan si pelaku penculikan.


"Jadi pelaku pemimpin penculikan itu perempuan?" Andrew bertanya untuk meyakinkan.


"Lalu siapa dia?" tanyanya lebih lanjut.


Selama berada di rumah yang menjadi lokasi penyekapan itu. Perempuan yang terduga si pemimpin itu mengenakan topeng untuk menutupi identitasnya. Namun, jika diingat-ingat kembali Farhan sangat kenal dengan suara perempuan itu. Ya, suaranya tidaklah asing bagi Farhan.


"Saya tidak tahu pastinya bos," jawab Farhan dengan pandangan masih menerawang jauh. Mencoba mengingat-ingat kembali.


"Tapi suara perempuan itu tidak asing bagi saya," sambungnya dengan menolehkan tatapan matanya kearah Andrew.


Andrew menugaskan Farhan beberapa orang suruhannya untuk mengungkap dalang dibalik penculikan Stella itu. Sungguh pria itu tidak terima seseorang yang telah menghancurkan pesta pernikahan dan hendak menyakiti pujaan hatinya. Pria yang baru saja menikah itu berniat membalas siapapun yang telah melakukan itu semua pada keluarga kecilnya yang baru saja terbentuk itu.


"Baik bos! Saya akan berusaha mengungkap siapa perempuan itu," ucap Farhan saat menerima perintah dari bosnya.


"Buat pelakunya menderita. Berani-beraninya melawan Keluarga Martadinata," ucap Andrew menyombongkan keluarganya. Tetapi memang siapapun yang berani berbuat jahat dengan Keluarga Martadinata berati siap menerima risiko berat dalam hidupnya.

__ADS_1


Setelah Farhan benar-benar sembuh dia akan memulai penyelidikan itu bersama orang suruhan bosnya. Tentunya penyelidikan itu dipimpin oleh seorang Farhan. Yang sudah mahir dalam hal selidik menyelidiki musuh Keluarga Martadinata. Karena pekerjaan itu sudah kerap dilakukan Farhan.


*


*


Selang beberapa saat pintu ruangan itu diketuk oleh seseorang. Dua pria dewasa yang sama-sama bertubuh kekar yang sedang mengobrol itu menoleh kearah pintu. Masuklah seorang perempuan berbaju putih yang tidak lain adalah perawat di rumah sakit itu.


"Permisi Tuan Andrew. Maaf menganggu," ucapnya dengan sangat sopan. Karena dia pun juga tahu siapa Andrew Martadinata, pengusaha muda sukses di negara itu.


Perawat itu masuk lebih dalam ke ruang kamar dimana Farhan beristirahat itu. Mendekati dua pria itu, karena memang kurang sopan jika berbicara dalam jarak yang cukup jauh. Semakin mendekati tempat Andrew duduk, sembari membungkuk hormat.


"Saya hanya mau mengabarkan bahwa Nona Stella sudah sadar Tuan," ucapnya memberi kabar bagus.


"Meski belum sepenuhnya sadar dan saat ini masih ditangani oleh dokter," sambungnya.


Mendengar itu Andrew langsung bangkit dari duduknya. Hendak melangkah melewati perawat itu untuk pergi ke ruang rawat Stella. Sebelum melewati pintu itu kembali perawat tadi berpesan.

__ADS_1


"Tuan, kata dokter Nona Stella mengalami syok yang cukup berat. Maka jangan tanyakan sesuatu yang berhubungan dengan penyebab Nona mengalami syok tersebut," perawat itu menyampaikan pesan dari dokter.


Andrew menganggukkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan oleh perawat itu. Segera pria itu membalikkan tubuhnya bersiap melangkahkan kakinya menuju ruang rawat Stella. Dengan langkah kaki yang lebar dan cepat, Andrew menyusuri lorong rumah sakit itu. Sungguh dirinya sudah tidak sabar menunggu Stella siuman.


##


Syukurlah Stella sudah sadar? Siap baca yang bucin-bucin? Lanjut yak kalau sudah siap.


Maksudnya lanjutan episode nya besok hehhe maap


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31

__ADS_1


__ADS_2