TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Tugas Sekertaris


__ADS_3

Gelagat aneh dari seorang Mario yang telah lama dikenal Andrew sangat berbeda. Selama meeting berlangsung dia tampak tidak fokus dan berkali-kali matanya tidak menatap lawan bicaranya. Ya, bisa dikatakan Mario lebih sering curi-curi pandang kepada sekertaris baru Andrew itu.


"Kayaknya meeting sampai disini aja, bro. Lo udah nggak fokus," sindir Andrew kepada Mario.


Respon Mario sangat pasrah dan tak menampik tuduh Andrew bahwa dirinya memang kurang fokus hari ini. Gimana lagi orang mendapat godaan dengan hadirnya bidadari cantik menurut Mario. Salah siapa membawa Stella ke tempat meeting mereka.


"Sudah ya, gue balik duluan!" pamit Andrew sembari beranjak dari duduknya.


Setelah berpamitan, Andrew langsung beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut. Stella yang mengekor dibelakangnya, hanya menundukkan kepalanya sebagai salam perpisahan untuk Mario. Dan disambut Mario dengan senang hati dan senyuman yang lebar melepas kepergian Stella.


*


*


Di dalam mobil Andrew yang biasanya pendiam. Kini dia memulai obrolannya dengan Stella, sekertaris dadakannya. Kali ini dia akan membicarakan tugas Stella selama menjadi sekertaris pribadinya.


"Sedikit banyak begitulah gambaran tugas sekertaris," ucap Andrew.


"Kamu hanya perlu mengikuti setiap saya mengadakan meeting, atau jika saya berhalangan meeting maka kamu yang akan menggantikan saya," lanjut Andrew.


"Selama meeting berlangsung kamu wajib mencatat poin-poin pentingnya dan laporkan kepada saya setelah meeting selesai."


Stella hanya menganggukkan kepalanya saja, seolah benar-benar memahami apa yang dikatakan Andrew kepadanya. Dan sebaik mungkin Stella akan melaksanakan tugasnya.

__ADS_1


"Untuk tugas sehari-hari kamu harus mencatat semua agenda saya setiap harinya. Tolong rangkum semua agenda saya dalam buku, agenda harian, bulanan, bahkan tahunan." Andrew menjelaskan lagi.


"Dan kirimkan pesan ke WhatsApp saya setiap pagi. Apa agenda yang harus saya lakukan pada hari itu," lanjutnya.


Lagi-lagi Stella hanya menganggukkan kepalanya.


"Oh iya! tolong tulis nomer handphone saya," perintah Andrew.


"Baik tuan," jawab Stella menurut.


Segara saja Stella merogoh ponsel yang ada di dalam tasnya. Menulis sebelas digit nomer telepon yang disebutkan Andrew. Lalu menyimpan nomer tersebut di dalam kontak ponselnya.


"Oke jika ada yang ingin kamu tanyakan jangan sungkan," ucap Andrew lagi.


Kali ini Stella hanya tersenyum untuk menjawab pertanyaan bosnya itu. Kalau ditanya mudah atau tidak, jujur saja Stella belum merasakan untuk terjun langsung menjadi sekertaris tuan Presdir. Dan kalau di hari pertama ini sih, semuanya berjalan lancar. "Semoga saja kedepannya terus lancar, aamiin," doa Stella dalam hati.


"Satu lagi, kenalkan ini supir pribadi saya. Namanya Pak Hadi," ujar Andrew.


Hadi hanya menganggukkan kepalanya kepala Stella sebagai salam hormat. Dan Stella pun membalas menganggukkan kepalanya.


"Stella ini sekertaris baru saya Pak Hadi," imbuh Andrew.


"Jika ada kepentingan langsung hubungi Stella saja Pak," pesan Andrew.

__ADS_1


"Baik Tuan," ucap Hadi.


Tidak lama kemudian ponsel milik Andrew berdering. Nama Mario tertera pada layar ponsel tersebut. Dengan agak sedikit malas, Andrew mengangkat telepon dari Mario.


Selama beberapa menit, Andrew dan Mario berbincang melalui telepon.


"Iya ... iya ..." tutup Andrew dengan raut wajah yang tampak kesal.


Ternyata Mario mengajak ketemuan dengan Andrew nanti malam. Katanya ingin menyampaikan hal penting. Pertanyaan kenapa tidak dari tadi saja ngomongnya?


Kira-kira hal penting apa yang akan disampaikan Mario kepada Andrew ya? Hmm .. curiga nih 🤔


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta like dan komentarnya dulu ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio


Thankyou 😇

__ADS_1


__ADS_2