TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Cemburu


__ADS_3

Keesokan harinya.


Stella yang benar-benar merasa sudah sehat, kini diantar Andrew berangkat ke kampus. Selama diperjalanan selalu saja Andrew menunjukkan bukti cintanya kepada Stella. Berkali-kali mengelus puncak kepalanya, sesekali mencium punggung tangannya.


"Ih kenapa diciumin terus sih? Geli tau," protes Stella yang lama-lama risih. Andrew hanya membalasnya dengan senyuman manis. Justru merasa senang kalau istrinya itu merasa geli.


Semenjak menikah itu sudah menjadi kebiasaan pria yang sebelumnya belum pernah berpacaran itu. Dan disaat menemukan orang pertama dan orang yang tepat untuk dicintai. Membuat perubahan pada diri Andrew yang awalnya cuek menjadi pria yang posesif.


"Jangan macem-macem di kampus. Ingat sudah punya suami ganteng," pesan Andrew.


"Ingat jangan lupa makan siang nanti. Jangan sampai kecapekan."


"Dan jangan lupa kabarin kalau udah pulang. Jangan pulang sendiri."


Ya begitulah kira-kira rentetan pesan yang disampaikan Andrew kepada istrinya. Namanya saja cinta pertama. Membuat Andrew selalu ingin bersama dan menjaga Stella selamanya.


Satu kecupan di kening perempuan cantik itu menjadi salam perpisahan antara keduanya. Stella membuka pintu mobil lalu keluar dari mobil itu. Menampilkan senyum manisnya seraya melambaikan tangan kepada suaminya.


*


*


Tepat setelah makan siang, Andrew yang baru saja selesai makan siang bersama klien. Langsung melajukan mobilnya dengan buru-buru untuk menjemput Stella. Karena dia agak terlambat selama lima belas menit. Ya, meskipun lima belas menit pokoknya Andrew tidak mau merasa bersalah kepada istrinya.

__ADS_1


"Dimana dia ya?" Andrew yang masih di dalam mobil celingukan kesana-kemari mencari sosok cantik yang merupakan istrinya.


Mata pria itu terbelalak tatkala melihat Stella yang sedang berdiri dipinggiran jalan. Yang membuatnya tidak suka adalah, Stella berdiri berdua bersama seorang cowok. Mereka berdua sedang mengobrol asyik saat itu.


Bunyi klakson sebanyak tiga kali membuyarkan obrolan keduanya. Stella yang menyadari bahwa suaminya sudah datang langsung berpamitan kepada laki-laki itu. Kemudian masuk ke dalam mobil.


"Siapa dia?" satu pertanyaan yang langsung keluar dari mulut Andrew ketika Stella baru saja menutup pintu mobil.


"Dia sahabat aku kok sayang," jawab Stella santai.


"Sahabat? Tapi laki-laki? Aku nggak suka!" balas Andrew jujur sembari mulai melajukan mobilnya.


Stella mengerutkan dahinya melihat tingkah suaminya itu. Perempuan itu menoleh kearah suaminya yang menekuk mukanya karena marah.


"Kita bertiga dekat sekali sejak dulu karena memang kita tetangga dan satu sekolah. Orang tua kita juga saling kenal dengan akrab," lanjutnya menjelaskan.


Dengan santai Stella menjelaskan hubungan persahabatannya. Mengenalkan Evan dan Elva kepada suaminya itu.


"Lain kali aku kenalin kamu sama dua sahabat aku ya," tawar Stella.


"Nggak mau!" sahut Andrew cepat.


"Nggak ada yang namanya persahabatan antara perempuan dan laki-laki tanpa ada rasa cinta!" sebuah pernyataan penuh penegasan keluar dari mulut Andrew.

__ADS_1


Stella mengerutkan dahinya bingung kepada suaminya. Bisa-bisa suaminya itu cemburu dengan sahabatnya itu.


"Kami bertiga memang bersahabat tanpa rasa cinta. Cuma mengasihi antar sesama saja kok sayang," ucap Stella.


"Seperti tadi, ketika aku lagi nungguin jemputan dari kamu. Si Evan bersedia nungguin aku. Katanya biar nggak diganggu sama cowok lain," jelas Stella lagi.


"Baik kan niat Evan?" tanya Stella yang tidak mendapat jawaban dari Andrew. Justru lelaki itu menambah kecepatan mobilnya.


##


Ow..ow... ada yang cemburu nih. Kenapa cemburu sih? wkwk Lanjutan cemburunya dan bagaimana cara Stella membujuk Andrew ada dinext bab ya.


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio


Thankyou 😇

__ADS_1


__ADS_2