TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Move On


__ADS_3

Di Kampus.


Seorang pria bertubuh tinggi, berkulit putih dengan rambut potongan rapi yang merupakan salah satu dosen di kampus tersebut. Pria itu sedang berjalan berdua dengan seorang gadis bertubuh tinggi, putih dan berambut pendek. Keduanya berjalan perlahan menyusuri lorong kampus itu.


"Begitu sih Pak informasi yang saya dengar sendiri dari Stella," kata Elva.


"Oh jadi begitu ya. Berati mereka menikah awalnya pura-pura terus jadi cinta beneran ya?" Arthur menyimpulkan dari penjelasan panjang yang dipaparkan oleh Elva.


Elva menganggukkan kepalanya dengan pasti. Karena Elva tahu seluk beluk pernikahan Stella dengan Andrew. Sebelum pernikahan itu Stella juga meminta pendapat darinya. Makanya Elva tahu banyak dengan pernikahan Stella itu.


"Kira-kira saya harus bagaimana ya Elva?" Arthur meminta pendapat.


"Maksudnya bagaimana apanya Pak?" tanya Elva.


Keduanya terus mengobrol sembari berjalan perlahan. Sesekali saling menoleh untuk melihat lawan bicaranya itu.


"Saya harus bagaimana bersikap kepada Stella?" tanya Arthur.


"Sementara hati saya masih sangat mencintai dia. Masih ingin mendapatkan dia. Tetapi kenyataan berkata lain."


"Dia sudah menikah dan memiliki lelaki yang juga sangat mencintai, menyayangi, juga melindunginya. Itu berati saya harus melupakan dia."


"Tapi itu susah banget bagi saya, Elva," pria itu tampak menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan.


"Sementara dia adalah mahasiswa saya. Dan tanggung jawab saya dalam kelas. Dia juga mahasiswa bimbingan saya," lanjutnya bercerita.

__ADS_1


"Saya harus bagaimana Elva. Harus bagaimana?" tanyanya tampak frustasi.


Pria itu mengusap rambutnya yang potongan pendek rapi itu. Meskipun diusapnya tetapi tidak berpengaruh dengan rambutnya.


"Kalau menurut saya sih. Anda harus move on Pak. Bagaimana pun caranya anda harus move on." Elva memberi saran.


"Masalahnya anda mencintai orang yang telah bersuami Pak. Ini sangat susah untuk mendapatkannya," imbuhnya.


"Dan anda adalah seorang dosen. Tidak etis tampaknya jika anda melakukan hal-hal diluar nalar untuk merebut Stella."


Pria yang berstatus dosen sekaligus pebisnis itu mencoba memahami kata-kata Elva. Benar juga apa yang dikatakan mahasiswanya satu ini. Dia harus segera move on. Tetapi bagaimana caranya?


"Sesegera mungkin anda harus mengalihkan hati anda Pak," katanya lagi.


"Ma-maksudnya?" tanya Arthur.


"Saya tahu memang agak susah Pak. Saya tahu anda menyukai Stella sejak dia masuk ke kampus ini. Tetapi saya yakin anda bisa Pak." Elva menyemangati.


"Anda pasti bisa!" ucap Elva lantang dan mengepalkan tangannya memberi semangat.


Setelah dipikir-pikir ide yang diberikan oleh Elva akan dilaksanakan oleh Arthur. Pria itu berniat untuk mencari orang lain yang bisa mengalihkan perhatian dan cintanya. Namun pertanyaannya lain justru muncul.


"Tetapi siapa yang bisa menggantikan dia ya Elva?" tanya Arthur.


"Apakah kamu bisa mencarikan seseorang yang bisa menggantikan dia di hati saya?" imbuhnya.

__ADS_1


Arthur menghentikan langkah kakinya. Menoleh kearah Elva untuk menanyakan hal tersebut. Berharap mahasiswanya itu bisa memberikan saran lagi kepadanya.


"Halo semua!" teriak seorang perempuan tepat dari belakang keduanya.


Sontak dua orang itu menoleh ke belakang. Dan ternyata perempuan cantik berambut panjang itu sudah tersenyum di belakang mereka. Merentangkan tangannya untuk memeluk sahabatnya itu. Melepaskan rindu diantaranya.


"Hai pak," sapa Stella kepada Arthur.


"Lagi ngomongin apa nih?" tanya Stella kepada Elva.


"Berduaan saja ciye!" goda Stella.


"Apaan sih kamu," protes Elva.


"Yee! Orang tadi aku dengar kata-kata mengantikan dia di hati," ucap Stella lagi.


"Hati siapa nih?" sambungnya masih menggoda Elva.


Mendengar itu membuat Arthur salah tingkah. Akhirnya pria itu memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu.


"Maaf saya permisi. Ada yang harus saya kerjakan," ucapnya dingin seraya berjalan meninggalkan dua mahasiswanya itu.


##


Uhuy! Setelah ini yang akan ngerumpi Stella dan Elva. Tunggu yak.

__ADS_1


Sebelum ke bab selanjutnya jangan lupa klik love (favorit-kan), like bab-nya dan komentar-nya juga ya kakak.


Thankyou 😇


__ADS_2