
"Apa? Kamu belum menikah dengan perempuan itu? Lalu bermesraan seperti itu di depan umum? Benar-benar memalukan!" Surya bertambah murka.
Surya berdiri kemudian jalan mondar-mandir didepan Andrew. Memijat pangkal hidungnya mencoba untuk meredakan pusing karena masalah ini. Perilaku anaknya itu telah menguras pikirannya.
"Papa malu Andrew!" sambung Surya.
"Ingat kamu itu Presdir! Pewaris perusahaan Dinata Grup. Jangan buat image papa jelek!"
"Memangnya papa pernah mengajarkan kamu untuk bermesraan apalagi berciuman dengan perempuan yang bukan istri di depan banyak orang. Bahkan di depan para kolega bisnis kamu. Ingat Andrew! Jaga nama baik papa, nama baik kamu sendiri, nama baik keluarga, dan nama baik perusahaan!"
Panjang lebar uneg-uneg yang keluar dari mulut Surya. Sebagai pelampiasan kekecewaannya. Pasalnya gosip ini sudah beredar dikalangan pengusaha-pengusaha di tanah air. Gosip yang beredar bahwa putra tunggal Keluarga Dinata telah melakukan pernikahan diam-diam.
"Papa mendapatkan banyak pertanyaan dari rekan-rekan bisnis baik secara langsung maupun melalui telepon," jelas Surya lagi.
"Papa stres Andrew. Papa nggak tahu apa-apa tiba-tiba mendapat pertanyaan seperti itu. Papa harus jawab apa?" Surya mengusap wajahnya dengan kasar.
Tujuan Surya hari ini pulang ke Indonesia hanya untuk memastikan kebenaran berita yang saat ini beredar. Untung saja belum ada pihak media yang mengetahui kabar tersebut. Andrew dan Surya sangat bersyukur akan hal itu.
"Jadi ... sekarang tolong jelaskan semuanya secara detail ke papa," pinta Surya dengan penuh penekanan.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu melakukan pernikahan diam-diam itu. Apa alasan kamu memutuskan untuk menikah tanpa sepengetahuan papa."
"Dan siapa sebenarnya perempuan itu?" kini Surya menoleh kearah Andrew.
Lelaki yang sedang gusar itu menengadahkan wajahnya menatap Surya. Mendapatkan banyak sekali pertanyaan dari papanya. Membuat Andrew bingung ingin menjawab yang mana dulu.
"Dia itu ... dia sebenarnya ..." ucap Andrew terpotong-potong.
Surya juga menghentikan langkah kakinya yang sedari tadi masih mondar-mandir. Melempar tatapan tajamnya kearah putranya.
"Dia sekertaris Andrew Pa," jelas Andrew yang kemudian menundukkan kepalanya.
"Sekertaris?" Surya tersentak. Karena setahu Surya sekertaris putranya itu bukanlah wanita yang ada di foto tersebut.
"Ya karena ... ehm ... karena ..." Andrew kembali terbata-bata.
Entah kenapa rasanya sulit sekali berkata-kata disaat Andrew berhadapan dengan papanya. Apalagi ketika sang papa dalam keadaan emosi seperti saat ini. Mulutnya sulit untuk dibuka, bahkan lidahnya terasa kelu.
"Kenapa diam? Hah?" sentak Surya ketika Andrew kembali terdiam.
__ADS_1
Lelaki paruh baya tidak sabar ingin segera mendengar penjelasan dari putranya. Berkali-kali dia mendesak Andrew supaya cepat menjelaskan semuanya. Namun anaknya itu tetap saja mengucapkan sepatah dua patah kata.
"Jika kamu tidak bisa menjelaskan semuanya kepada papa saat ini," ucapan Surya terjeda.
"Untuk menutupi rasa malu papa kepada semua rekan bisnis yang tahu. Maka mau tidak mau kamu harus segera menikah dengan perempuan itu!" sambung Surya dengan padat dan jelas.
Ucapan Surya berhasil membuat aliran darah Andrew membeku sesaat. Wajahnya memucat, tubuhnya lemas seketika mendengar keputusan yang dibuat papanya secara sepihak itu.
##
Akankah Andrew akan menikah dengan perempuan itu? Atau biar rebutan dulu aja sama si Mario?
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
__ADS_1
YouTube : Ruang Audio
Thankyou 😇