TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Pelaku Penculikan


__ADS_3

Disebuah kafe mewah yang tidak begitu rame saat itu. Duduklah perempuan paruh baya dengan penampilan nyentrik. Berambut pendek dengan dandanan ala-ala perempuan sosialita. Lengkap dengan perhiasan dan barang-barang brandid-nya.


Diana, ya perempuan yang sedang duduk pada salah satu kursi di restoran itu adalah Diana. Istri dari Surya Martadinata dan ibu kandung dari Andrew Martadinata. Lalu kenapa kita bahas perempuan itu?


"Halo Tante," sapa seorang perempuan cantik yang mengenakan pakaian seksi datang menghampiri.


"Sudah lamakah Tante?" tanya perempuan itu sembari mencium pipi kanan dan kiri.


"Maaf Tante. Luci harus membereskan orang-orang tak becus itu," lanjutnya sembari mendudukkan tubuhnya pada kursi yang berhadapan dengan Diana.


Kenalkan perempuan yang baru saja datang itu adalah Luciana. Perempuan yang menjadi pemimpin aksi penculikan tempo hari. Pertanyaan kenapa perempuan cantik itu terlibat bahkan menjadi pemimpin aksi itu?


"Luci, pokoknya Tante gak mau Andrew menikah dengan perempuan berdrajat rendahan itu," ucap Diana membuka obrolan mereka siang itu.


"Luci juga nggak terima Tante kalau Andrew menikah dengan perempuan itu," balas Luciana.


"Kamu harus memisahkan mereka dan mendapatkan Andrew ke dalam pelukan kamu Luci," sahut Diana.


Luciana adalah anak dari sahabat Diana. Sebenarnya Andrew dan Luciana juga sudah bersahabat sejak mereka kecil. Kedua orang tua mereka pun telah menjodohkan dua orang itu. Andrew menolak keras perjodohan itu karena Andrew menganggap Luciana sebagai sahabat. Berbeda dengan Luciana yang memang sudah menaruh hati kepada Andrew.


"Lalu bagaimana caranya Tante?" tanya Luciana kepada Diana.

__ADS_1


"Kayaknya Andrew memang cinta banget sama perempuan siialan itu Tante," sambungnya dengan mengerucutkan bibirnya.


Sampai kapanpun Luciana tidak akan rela pria yang diidamkannya sejak kecil jatuh ke pelukan perempuan lain. Apalagi perempuan yang baru saja dikenalnya.


"Kamu harus optimis bisa mendapatkan Andrew dong Luci." Diana memberi semangat.


"Kamu lebih cantik, lebih pintar dan lebih segala-galanya dari perempuan itu," puji Diana.


"Tente gak mau usaha kita gagal lagi," sambungnya dengan semangat menggebu-gebu.


"Lalu apa rencana selanjutnya Tante?" tanya Luciana lagi. Jujur saja otaknya sudah kacau tatkala aksi penculikan yang dipimpinnya gagal total.


Suasana hening sejenak diantara keduanya sibuk memikirkan rencana selanjutnya. Sesekali perempuan yang mengenakan dress seksi itu mengetuk-ngetuk jari lentiknya di atas meja. Berharap mendapatkan ide untuk merebut Andrew.


"Apa Tante?" balas Luciana antusias.


"Kita jebak saja itu perempuan atau kita jebak Andrew-nya?" Diana mengutarakan ide yang terlintas dipikiran.


Luciana mengerutkan dahinya memahami arti jebakan yang dimaksud Diana.


"Sini Tante bisikin jebakan yang akan kita lakukan," ucap Diana mendekatkan mulutnya ditelinga Luciana. Nah disini diharapkan pembaca tidak bisa mendengar ya. Tunggu saja nanti jebakan yang akan direncanakan keduanya.

__ADS_1


Diana dan Luciana menyeringai lebar setelah Diana selesai membisikkan rencana jebakannya. Rencana yang terbilang licik, namun kemungkinan besar bisa memisahkan hubungan Andrew dan Stella.


"Tente yakin jebakan itu akan berhasil," ucap Diana percaya diri.


"Iya Tante. Luci jadinya tidak sabar melakukan aksi jebakan itu," balas Luciana senang.


Kemudian keduanya menyiapkan secara detail rencana yang akan dilakukan. Keduanya bertekad harus berhasil direncana kali ini. Tidak mau menemukan kegagalan lagi.


##


Apa lagi kira-kira rencananya. Tapi skip dulu ya. Kita lihat lagi kemesraan Andrew dan Stella.


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio

__ADS_1


Thankyou 😇


__ADS_2