TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Terharu


__ADS_3

Sore itu sebelum pulang ke rumah. Andrew mengajak Stella menuju restoran favoritnya. Rencananya akan mengajak Stella untuk makan malam secara dadakan. Dan memang kebetulan di rumah Keluarga Martadinata sudah sepi karena papa dan mamanya kembali ke Singapura.


"Sayang kita mau makan malam dimana?" tanya Stella penasaran.


"Adalah pokoknya. Semoga kamu suka ya sayang," jawab Andrew tersenyum.


Mobil mewah itu melaju membelah jalanan ibukota yang padat. Sesekali harus berhenti karena terjebak macet. Kini dia menuju restoran langganannya diantar oleh Farhan dan seorang sopir.


Restoran yang berada di salah satu hotel bintang lima. Untuk menuju ke restoran tersebut keduanya harus naik ke lantai tiga puluh. Restoran yang mengusung tema makan di roftop dengan pemandangan malam ibukota. Beratapkan langit dan bintang malam serta sedikit lampu-lampu temaram.


"Ih kamu kok ngajak aku dinner tapi nggak kabar-kabar dulu sih?" protes Stella karena melihat makan malam kali ini terkesan mewah. Namun dirinya tidak dandan semewah tempat yang ditujunya malam itu.


"Memangnya kenapa sayang?" tanya Andrew.


"Masak tempatnya sebagus ini. Tapi aku pakai pakaian ngampus kaya gini sih. Memang kamu nggak malu sama penampilan aku?" ujar Stella sembari menunjuk kearah dirinya yang memakai kemeja ala kadarnya. Tanpa make up dan rambut yang hanya dicepol khas sekertaris.


Dengan mesra Andrew merangkul bahu perempuan itu. Mengelus-elusnya dengan sayang seraya mengajak Stella menuju meja khusus yang telah Andrew pesan. Menyuruh Stella duduk pada salah satu kursi setelah pelayan menarik dan mempersilahkan untuk duduk.


"Hey kamu istriku. Kamu cantik apa adanya dan aku menerima kamu ada adanya sayang," ucap Andrew seraya mengecup punggung tangan Stella yang sudah duduk pada kursinya.

__ADS_1


Tak pernah Stella membayangkan akan mendapat perlakuan manis seperti ini. Walaupun sejujurnya memang agak ragu menikah dengan orang yang baru dia kenal selama kurang lebih satu bulan. Namun semua prasangka buruknya itu terhapus sudah ketika melihat cara Andrew mencintainya dan memperlakukannya bak seorang putri.


"Eh sayang kamu kenapa?" tanya Andrew panik ketika melihat satu bulir air mata pertama yang jatuh dari mata indah istrinya.


Tanpa sadar disaat Stella membayangkan awal pernikahannya dengan Andrew. Perempuan itu meneteskan air matanya. Entah kenapa rasanya air matanya menetes saat melihat suaminya itu.


"Hey kamu kenapa sayang?" tanya Andrew menyeka air mata Stella.


"Aku gak apa-apa kok. Cuma terharu saja," jawab Stella yang ikut mengelap bagian bawah matanya.


"Terharu kenapa?" Andrew menautkan alisnya penasaran.


"Karena sikap kamu kepada aku. Karena kebaikan kamu kepada aku. Karena cinta dan ketulusan kamu kepada aku." Stella berucap lirih.


"Aku sangat berterimakasih yang sebesar-besarnya. Dan aku tidak pernah membayangkan akan seperti saat ini. Padahal kan ..." ucapan Stella terjeda.


"Padahal kan kita baru kenal kurang dari sebulan dan langsung menikah gitu kan?" sahut Andrew cepat.


Stella mengangguk kepala sembari tersenyum manis menatap dua bola mata lelaki yang membuatnya terharu.

__ADS_1


"Bahkan aku sempat berniat menikah kontrak kan sama kamu?" sambung Andrew dengan senyum getir. Bisa-bisanya dulu dia mempunyai niat untuk menikah kontrak.


"Maaf ya dulu aku pernah meragukan cinta kamu," ucap Stella.


"Maaf aku juga yang memaksa kamu buat nikah sama aku," balas Andrew.


##


Ini tidak jadi makan malam malah flashback. Gimana seh.


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio

__ADS_1


Thankyou 😇


__ADS_2