
Sesampainya di rumah Keluarga Martadinata.
Jadinya Andrew sudah tidak kembali ke kantor, dia memutuskan untuk pulang ke rumah. Masih dengan keadaan yang marah kepada istrinya. Adegan pelukan antara Stella dan laki-laki asing itu terus saja melintas di pikirannya.
"Sayang ih ... tungguin," rengek Stella mengejar Andrew yang melangkah cepat menuju kamarnya.
Sampai di kamarnya, Andrew segera bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Melepas pakaian dengan paksa, membuangnya secara sembarangan. Melangkahkan kakinya masuk ke dalam bathtub.
Menenggelamkan hampir seluruh badannya ke dalam bathtub itu. Campuran air, sabun, dan busa menutupi seluruh bagian tubuh pria itu. Hidungnya menghirup aromaterapi yang sudah dicampurkan ke dalam bathtub.
Begitulah salah satu cara Andrew menenangkan pikirannya. Berharap semua beban pikiran yang mengganggunya ikut luruh bersama kotoran yang melekat di dalamnya. Biasanya dengan cara seperti ini dia bisa berjam-jam menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi.
"Sayang---" panggil Stella dari luar kamar mandi.
Perempuan itu mondar-mandir di dalam kamar mewah milik Andrew itu. Sembari memikirkan cara dari mana dia akan menjelaskan tentang kesalahpahaman yang baru saja terjadi. Sesekali perempuan cantik itu menggigit kuku di jari tangannya.
"Kok nggak keluar-keluar?" gumam Stella.
Ditengoknya jam yang melingkar dipergelangan tangannya. Tampaknya sudah lebih dari tiga puluh menit suaminya belum keluar dari kamar mandi. Tidak seperti biasanya yang paling di dalam kamar mandi hanya sekitar lima belas sampai dua puluh menit.
"Sayang --- kamu baik-baik saja?" teriak Stella.
__ADS_1
Masih tetap hening, tidak mendapatkan sahutan dari Andrew. Akhirnya dia mengetuk pintu kamar mandi itu berkali-kali. Tetap sama tidak ada respon dari suaminya. Pikiran Stella sudah kemana-mana, khawatir dengan suaminya.
"Jangan-jangan---" teriak Stella yang sudah panik.
"Sayang---" Stella terus berteriak sembari mengetuk pintu.
"Keluarlah---"
Stella semakin panik dan khawatir. Dia harus bagaimana. Dia berpikir apa langsung masuk saja ke dalam kamar mandi itu. Oke, setelah berpikir matang-matang. Dibukanya gagang pintu itu dan didorongnya.
"Astaga---" ucap Stella bernapas lega sembari mengelus dadanya.
Setelah berpikir beberapa saat. Stella akhirnya mempunyai ide untuk menyusul suaminya berendam di dalam bathtub. Dilepaskannya pakaian yang melekat di tubuhnya.
Dengan perlahan kaki jenjang nan mulus itu satu persatu masuk ke dalam bathtub. Duduk di depan suaminya dengan membelakangi tubuh suaminya. Kemudian menyandarkan tubuhnya di dada bidang nan kekar milik suaminya.
"Sayang---" lirih Stella.
Andrew yang memejamkan matanya, tiba-tiba tersentak. Perlahan matanya itu terbuka dan dilihatnya telah ada perempuan cantik bersamanya di dalam bathtub. Pantes saja dirinya merasa nyaman. Ternyata ada bidadari bersamanya.
"Kamu harus dengerin aku dulu," ucap Stella masih dengan posisi seperti awal tadi.
__ADS_1
"Jangan marah dulu dong sayang," sambungnya.
"Kenapa sih kamu suka banget salah paham sama aku?"
Perempuan itu mengelus dagu suaminya yang berada dibelakangnya itu. Pria yang sejak merajuk itu pura-pura masih memejamkan matanya saat Stella menoleh sebentar kearahnya. Karena gemas dengan tingkah suaminya, Stella mencubit pelan hidung mancung suaminya itu.
"Ih nggak usah pura-pura tidur deh!" geram Stella.
"Aku tau kamu pura-pura tidur kan?" tambahnya.
Meski suaminya itu pura-pura tidur. Stella akan tetap membicarakan siapa laki-laki yang berpelukan dengannya tadi. Semoga suaminya itu memahaminya.
"Sayang sebenarnya laki-laki tadi itu adalah ..."
##
Ada yang bisa tebak? Hayo siapa? Kok kayaknya dekat banget sama Stella ya.
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
__ADS_1