TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Kejadian Memalukan


__ADS_3

"Aku orangnya," ucap orang itu.


Mata Andrew tiba-tiba saja terbelalak tidak percaya. Malam ini dia bertemu dengan orang itu lagi? Oh, tidak. Ini mengingatkan pada kejadian memalukan itu.


"Hai Stella," sapa orang itu yang tak lain adalah Boy.


"Eh Kak Boy," sapa balik Stella yang kali ini tidak ada pelukan. Perempuan itu ingat pesan suaminya dan tidak ingin berdebat dengan suaminya.


Pria itu berjalan mendekat kearah Stella. Otomatis berjalan mendekat juga kearah Andrew yang saat itu berada disamping istrinya. Andrew merasa tidak enak dengan kesalahpahaman yang terjadi.


"Halo kamu, suaminya Stella ya?" sapa Boy.


"I-iya kak," jawab Andrew terbata.


"So-sorry untuk yang kemarin ya kak," sambungnya.


Kejadian saat di restoran itu sungguh memalukan bagi Andrew. Pria itu telah memukul kakak sepupu Stella. Berawal dari kesalahpahaman yang berakhir fatal. Untung saja Boy tidak melaporkan Andrew ke pihak yang berwajib. Lelaki itu menerima saja dengan perlakuan suami adik sepupunya itu.


"Santai saja. Sudah saya maafkan," ucap Boy memegang pundak Andrew.


"Semoga tidak kejadian seperti saat itu lagi ya Stella," kini tatapan pria itu beralih pada Stella. Tentu saja ucapannya itu sindiran untuk suami Stella.

__ADS_1


"Itu hanya salah paham Kak," sahut Stella membela.


"Maklum suami Stella itu gak mau kehilangan Stella jadi kaya gitu deh. Maaf ya kak," sambungnya.


Semua orang yang ada di ruang keluarga itu bingung dengan apa yang mereka bicarakan. Wajah mereka semua menyiratkan sebuah pertanyaan tentang apa yang sedang dibicarakan. Dan seolah menuntut untuk diceritakan kejadiannya.


"Kalian ngomongin apa sih? Bukan lebaran kenapa maaf-maafan?" celetuk ayahnya Stella.


"Iya, ibu jadi penasaran dengan apa yang kalian ceritakan itu," Ibunya Stella menimpali.


"Coba ceritakan sama ibu," imbuhnya.


Wajah Andrew sudah pucat pasi, takut kedoknya akan ketahuan saat itu juga. Betapa malunya dia jika hal tersebut terjadi. Dijamin reputasinya di depan mertuanya akan hancur saat itu juga. Jangan sampai.


"Jangan," gumam Andrew tanpa suara. Hanya menggerakkan bibirnya seraya menggelengkan kepalanya perlahan.


Untung saja istrinya adalah perempuan super peka. Melihat itu Stella langsung mengangguk dan mencoba mengalihkan perhatian semua orang. Dia beranjak membuka oleh-oleh yang dibawanya tadi.


"Oh iya ayah, Stella sampai lupa. Stella bawa sesuatu kesukaan ayah lho," ucap Stella sembari membuka paper bag.


Rupanya dia membawakan kroisan, panganan khas Perancis. Roti yang berbentuk seperti bulan sabit. Makanan kesukaan ayahnya itu. Segera Stella mengambilkannya untuk ayahnya.

__ADS_1


"Tara!!!! Stella bawa kroisan. Ayah pasti suka," ucapnya seraya memberikan satu roti itu kepada ayahnya. Ayahnya pun menerima pemberian anaknya itu dan langsung mencicipinya.



"Bagaimana enak kan ayah?" tanya Stella saat ayahnya menikmati kue tersebut. Yang dijawab dengan anggukan kepala dari sang ayah.


Semua yang ada di ruang keluarga berhasil teralihkan karena Stella. Mereka semua menikmati kroisan yang dibawa Stella dan ditemani segelas teh hangat. Andrew, Stella, dan Boy saling melemparkan senyum bahagia. Karena berhasil mengalihkan pembicaraan.


"Enak," ucap ayahnya Stella. Satu kroisan yang dimakan ayahnya telah habis. Kemudian dia meminum teh hangatnya.


"Ngomong-ngomong kalian belum menceritakan cerita yang tadi kalian bicarakan," ucap ayahnya Stella menagih.


Sontak membuat Andrew langsung tersedak makanan yang ada di mulutnya. Stella pun membantu suaminya itu. Mengelus punggung suaminya dan memberinya air mineral.


##


Bagaimana nasib Andrew ini ditagih untuk menceritakan kejadian memalukan itu.


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.

__ADS_1


__ADS_2