
Reflek Stella merentangkan tangannya dan laki-laki itu pun juga sama. Ya, saat itu juga keduanya berpelukan. Bak seorang dua orang yang melepaskan rindu karena lama tak bertemu.
"Kakak!" ucap Stella tak kalah lantangnya.
Pria yang baru beberapa saat emosinya mereda itu. Saat ini pria itu tersulut emosi lagi. Bisa-bisa istrinya berpelukan dengan laki-laki lain di depan matanya.
"Kakak apa kabar?" tanya Stella yang masih dalam pelukan itu.
"Kakak baik dek. Kamu apa kabar?" balas laki-laki yang dipeluk Stella.
"Syukurlah. Kakak kapan kembali ke Indonesia?" tanya Stella.
Akhirnya Stella melepaskan pelukan itu. Namun tangan keduanya masih bergandengan ala. Belum melepaskan genggaman tangan itu.
"Baru tadi pagi kakak kembali," jawab laki-laki itu.
"Wah baru saja dong kak?" ucap Stella.
Saat ini pria yang menjabat sebagi Presdir Dinata Grup sudah mengepalkan kedua tangannya. Siap meluapkan amarah yang memuncak di ubun-ubunnya. Kakinya melangkah mendekati posisi Stella.
__ADS_1
"Lepaskan dia!" ucap Andrew lantang yang melepaskan genggaman tangan Stella dan laki-laki itu.
"Berani-beraninya kau menyentuh dan memeluk istri gue!" bentak Andrew dengan lantang.
Andrew itu sudah memegang kerah kemeja laki-laki itu. Bersiap memukul tepat pada wajah laki-laki itu. Tangan kekarnya sudah terangkat mengambil ancang-ancang untuk segera mendarat di muka orang itu.
"Sayang stop!" teriak Stella yang berusaha menahan tangan kanan suaminya yang siap mendaratkan bogem mentahnya.
Dalam sekali hentakan, Andrew mampu melepaskan tangan Stella yang menahannya. Dan satu pukulan mendarat pada wajah laki-laki itu. Hingga membuat laki-laki itu terhempas ke beberapa meja dan kursi yang ada di belakangnya. Membuat kondisi sekitar berantakan tak karuan.
"Sayang hentikan!" teriak Stella sekali lagi. Perempuan itu langsung memeluk suaminya, mengikat dua tangan suaminya dalam pelukan itu. Berharap suaminya tidak laki memukul laki-laki itu.
"Sekali lagi Lo sentuh istri Gue. Gue pastikan hidup Lo akan hancur saat itu juga," sambungnya dengan mata tajam. Dan napas yang masih terengah-engah.
Sebisa mungkin Stella memeluk erat suaminya itu. Tangisan perempuan itu sudah membanjiri wajah cantiknya. Jujur saja Stella sangat takut dengan kejadian itu. Takut suaminya dan laki-laki yang dipikulnya kenapa-kenapa.
"Sayang sudah," ucapnya ditengah isak tangisnya.
"Aku bisa jelasin semuanya," sambungnya terbata-bata.
__ADS_1
Masih dengan memeluk tubuh suaminya. Stella mengajak mundur suaminya itu. Perlahan menjauh posisi dimana laki-laki yang dipikulnya tadi. Niatnya ingin mengajak suaminya itu segera meninggalkan restoran itu.
"Lepaskan!" bentak Andrew tepat berada di ambang pintu restoran.
Dengan cepat Andre melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobilnya. Stella pun segera mengikutinya supaya tidak ketinggalan suaminya. Mobil itu segera melaju dengan kecepatan tinggi.
Sementara itu untuk masalah di restoran tadi. Farhan yang akan bertanggungjawab tentang semuanya. Mengenai orang yang telah dipukul oleh bosnya tadi dan juga tentang kerugian yang diderita restoran itu. Beberapa menit setelah mobil milik Andrew melaju. Farhan tiba di restoran tersebut.
*
*
Stella memijit pelipisnya dengan kuat. Baru saja bisa menaklukkan kemarahan suaminya. Eh saat ini sudah marah lagi. Dia pun bingung dengan apa dia akan merayu suaminya itu.
##
Kira-kira cara apa lagi yang akan digunakan Stella? Simak terus ya 😍
⚠️Warning ⚠️
__ADS_1
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.