TAKE DOWN NOVEL INI

TAKE DOWN NOVEL INI
Pijatan Istri


__ADS_3

Keesokan harinya.


Semalaman Stella tidur dengan memeluk suaminya itu. Setelah Farhan meninggalkan kamar mereka. Stella menggantikan kemeja kerja Andrew dengan piyama tidur. Meskipun sisa-sisa bau alkohol masih melekat ditubuh suaminya itu.


"Pagi sayang," lirih Stella yang baru saja membuka matanya.


Pemandangan pertamanya pagi ini adalah suaminya yang masih terlelap. Pria tampan berkulit putih dengan hidung mancung dan alis tebalnya. Sungguh Stella sangat bersyukur memiliki suami setampan Andrew.


"Kamu ganteng banget sih," lirihnya sembari mengelus-elus pipi suaminya. Stella tersenyum-senyum sendiri merasa gemas dengan hidung mancung suaminya itu. Jemari lentiknya itu pun meraba hidung Andrew.


"Gemes banget. Pengen gigit," ucap Stella yang masih bermain-main di wajah suaminya.


"Tapi sayang kamu posesif," sambungnya dengan sedikit mengerucutkan bibirnya.


"Jangan suka marah-marah dong sayang."


Karena merasa risih, pria itu membuka matanya secara perlahan. Andrew pun memicingkan matanya, beradaptasi dengan sinar mentari pagi yang cerah itu. Dilihatnya istrinya dengan tangan yang berada di wajahnya.


Stella yang tersadar kalau Andrew sudah bangun langsung menjauhkan tangannya dari wajah suaminya. Dia pun bangun dari tidurnya, mengikat rambutnya yang berantakan. Begitu pun dengan Andrew yang bangkit dari tidurnya.

__ADS_1


Dengan kepalanya yang masih merasa sedikit pusing. Pria itu mendudukkan tubuhnya ditepi tempat tidur. Memegang kepala dengan kedua tangannya yang bertumpu pada siku kakinya. Sesekali mengusap-usap kasar rambutnya untuk mengurangi efek pusing dari alkohol yang dia minum semalam.


Suasana pagi itu sangat hening. Tidak ada yang memulai pembicaraan pagi hari itu. Stella sendiri masih merasa takut kalau suaminya marah-marah lagi. Sehingga dia pun memilih diam saja. Meskipun dilubuk hatinya Stella merasa kasian dengan suaminya itu.


"Sayang kamu masih pusing?" Stella memberanikan diri untuk bertanya.


Perlahan Stella mendekati posisi suaminya duduk saat ini. Tangannya mulusnya mulai memijat tengkuk suaminya. Perlahan jemari lentiknya perempuan itu menelusuri kepala dan punggung suaminya. Memberikan pijatan-pijatan lembut bertujuan meredakan pusing yang dirasakan suaminya.


"Sudah enakan sayang?" tanya Stella setelah beberapa saat terus memijit.


"Aku pesenin teh hangat ya. Sekalian pesan sarapan," ucap Stella seraya menuju telepon yang tersedia di kamarnya itu.


"Sayang mau dikerokin?" tanya Stella. Dengan cepat Andrew menggelengkan kepalanya. Pria yang tidak pernah kerokan itu takut dengan yang namanya kerokan.


Akhirnya Stella kembali memijit-mijit dan mengoleskan minyak ke tubuh suaminya. Sampai pusing yang dirasakan itu sedikit mereda. Sebagai pria dewasa normal merasa ada yang berbeda dong. Ketika seorang perempuan mengelus-elus bagian tubuhnya itu.


"Aw sayang!" teriak Stella ketika Andrew menarik tubuhnya agar jatuh diatas tubuh suaminya.


Bibir keduanya saling bertemu saat itu. Andrew yang memulai untuk *****4* bibir istrinya yang terasa manis itu. Dengan keadaan tubuh yang masih lemas dan pusing. Andrew tetap bernapsu untuk menciumi istrinya itu, meski tidak seberingas biasanya.

__ADS_1


Selama mencium bibir istrinya Andrew memejamkan matanya. Selain untuk meredakan pusing di kepalanya. Juga pria itu tak kuasa menatap mata istrinya. Karena amarah semalam masih tersisa dan akan kembali marah ketika menatap mata istrinya.


"Sayang ada yang mengetuk pintu," ucap Stella setelah melepaskan ciuman suaminya.


Andrew yang masih terbaring hanya menoleh kearah pintu. Sementara Stella sudah berlari kecil untuk membuka pintu itu. Awalnya Stella mengira kalau yang mengetuk pintu itu adalah pelayan yang mengantarkan teh hangat dan sarapan mereka. Tetapi yang datang adalah ...


##


Tebak coba siapa yang datang.


⚠️Warning ⚠️


Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.


Hallo jika ingin tanya-tanya :


Instagram : @Shinshinta31


YouTube : Ruang Audio

__ADS_1


Thankyou 😇


__ADS_2