
"Apa alasan Andrew mengatakan kalau kamu istrinya?"
Bak disambar petir dengan mata yang membelalak. Jantung Stella berdetak lebih kencang. Otaknya pun seakan terhenti sejenak. Tidak dapat memikirkan apapun saat ini.
"Stella, are you oke?" tanya Mario sembari melambaikan satu tangannya di depan wajah Stella.
"Hei!"
Dengan cepat Stella buyar dari lamunannya. Namun otaknya tetap belum mendapatkan jawaban yang tepat yang akan dia sampaikan. Hingga pada akhirnya Tuhan menyelamatkan hidupnya. Dari kejauhan tampak gedung kantor Dinata Grup.
"Ehm ...Tuan saya berhenti disini saja," pinta Stella dengan cepat.
"Hah? ini kan masih jauh," ucap Mario tetap membelokkan mobilnya masuk kedalam area kantor Dinata Grup.
"Gapapa Tuan. Saya bisa jalan sendiri untuk masuk ke dalam," bujuk Mario agar segera memberhentikan mobilnya.
Namun sayangnya lelaki itu mengabaikan permintaannya. Tetap melajukan mobilnya masuk lebih dalam ke area kantor. Hingga berhentilah mobil itu tepat di depan lobby.
"Terima kasih Tuan," ucap Stella setelah mobil itu berhenti dan bergegas membuka pintu mobil. Ternyata pintu tersebut masih terkunci. Beberapa kali Stella mencoba membukanya, tetapi tetap tidak bisa.
"Saya akan membuka pintunya setelah kamu menjawab pertanyaan saya tadi." Mario tersenyum getir dengan pandangan ke depan.
__ADS_1
"Tuan untuk masalah itu silahkan tanyakan saya pada Tuan Andrew secara langsung," balas Stella dengan jawaban seadanya yang dipikirkannya saat itu.
"Tuan saya mohon buka pintunya," mohon Stella.
Mario semakin melebarkan senyumannya. Merasa menang atas tebakannya selama ini. Kini perempuan yang disukainya tak berkutik menjawab pertanyaan tentang pernikahan bohongan itu. Mario memiliki kesempatan besar untuk mendekati Stella.
"Dengan kamu tidak bisa menjawabnya itu berarti kamu memang mengakui pernikahan bohongan itu," ujar Mario.
"Sudahlah Stella tidak usah berakting dengan pernikahan itu. Mending kamu lepaskan Andrew dan saya akan benar-benar menikahi kamu."
Ketukan di kaca mobil dekat kemudi mobil membuat dua orang itu menoleh. Sudah ada Andrew beserta beberapa satpam disana. Berusaha menyuruh si pengendara mobil membuka pintu.
Kedatangan mobil Mario bersamaan dengan datangnya Andrew. Karena penasaran dengan mobil mewah yang sangat dikenali Andrew sebagai mobil milik sahabatnya. Beberapa saat Andrew memantau mobil tersebut. Setelah beberapa saat Andrew memutuskan untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam mobil itu.
Tidak lama kemudian si pengemudi mobil itu keluar. Mengetahui Stella datang bersama Mario menyulut api emosi Andrew. Kedua tangannya sudah terkepal kuat, bersiap menghantam Mario. Kalau saja tidak ditahan satpam tangan Andrew sudah mendarat di wajah Mario.
"Sabar bro!" ujar Mario tersenyum meledek.
"Nggak usah cemburu begitulah. Toh Stella bukan pacar ataupun istri Lo kan?"
"Kalian itu hanya menikah bohongan!"
__ADS_1
Begitulah kata-kata yang diucapkan Mario saat berhadapan langsung dengan Andrew. Berusaha mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah penyelidikan yang dilakukan Mario untuk mengungkap kebenaran mengenai pernikahan itu.
"Jaga ucapan Lo!" bentak Andrew dengan sangat keras.
Lagi-lagi senyum meledek dikeluarkan oleh Mario. Lelaki itu memang tidak takut mati. Pagi-pagi sudah membangunkan macan tidur.
"Gue udah tahu semua tentang pernikahan bohongan Lo!"
##
Darimana Mario bisa tahu? Jangan-jangan reader yang kasih tau nih. hahah next bab ya.
⚠️Warning ⚠️
Sebelum ke bab selanjutnya, minta klik love-nya dulu (favorit kan dulu ya), jangan lupa like dan komentarnya ya kakak.
Hallo jika ingin tanya-tanya :
Instagram : @Shinshinta31
YouTube : Ruang Audio
__ADS_1
Thankyou 😇