
“Sayang!”
“Kiara!”
Panggil Kai dan semua yang di sana bersamaan, saat melihat Kiara sudah berdiri di ujung anak tangga. Sebuah map dan box yang ia pegang, jatuh seketika saat mendengar cerita dari beberapa orang di sana. Berbagai pertanyaan muncul dalam benak nya, apakah benar dia anak dari tuan Hilton. Lalu papa Zaki? Benarkah hanya penolong mama nya, Adellia.
Lantas, apakah mama Rani sudah mengetahuinya, sehingga beliau sangat membencinya, atau memang mama Rani belum tahu dan hanya mengira bahwa Kiara anak kandung papa Zaki? Batin Kiara semakin bertanya tanya, mengapa kisah orang tuanya begitu rumit, mengapa harus dia? Tidak bisa kah dirinya memiliki orang tua jelas, yang lengkap dan tanpa di persulit.
Sejak kecil, ia merasa dan mengira bahwa dirinya anak dari mama Rani dan papa Zaki. Lalu beberapa saat yang lalu dirinya baru tahu bahwa ternyata dia bukan anak mama Rani, melainkan mama Adel sahabat papa Zaki. Dan sekarang, kenyataan kembali memukul batin nya, sebuah fakta yang teramat sangat membuatnya terpukul dan sakit. Dirinya bukan anak papa Zaki, dirinya hanyalah anak yang tidak di harapkan.
__ADS_1
Mungkin, bila dulu mama Adel tidak memiliki sahabat seperti papa Zaki, besar kemungkinan dirinya tidak akan pernah lahir di dunia ini. Mendengar cerita dari tante Rita bahwa mama Adel berulang kali mencoba bunuh diri dan menggugurkan kandungan nya, membuat hatinya semakin kian tersayat.
Andai dirinya di berikan pilihan dan kesempatan untuk memilih, mungkin ia akan memilih agar dirinya mati saat masih berada di kandungan mama Adel. Yah, mungkin itulah yang terbaik. Batin Kiara.
Mengapa ada orang sebaik papa Zaki? Rela mengkhianati istrinya demi mempertahankan hidup sahabat nya, juga anak yang tidak jelas seperti dirinya. Kiara yakin, hati mama Rani pasti hancur saat tahu bahwa papa Zaki memiliki anak dari wanita lain. Dan dia rela merawat nya sejak kecil hingga sebesar ini. Memikirkan hal itu, semakin membuat dada Kiara sesak, dan merasa sangat bersalah.
“K— Kai, aku mau pulang,” gumam Kiara lirih saat Kai sudah menghampiri nya.
Sementara itu, tuan Hilton hana mampu diam dan menatap Kiara begitu dalam. Ada perasaan sakit saat melihat tatapan Kiara padanya. Sebuah tatapan penuh kekecewaan, kebencian dan kemarahan. Tuan Hilton mampu merasakan itu, makanya ia tidak berani untuk ikut mendekati Kiara, ia tidak ingin membuat Kiara semakin terpuruk.
__ADS_1
“Menurut firasat ku, dia memang anak kalian yang Adel kandung dulu,” ujar tante Rita menatap kepergiaan Kiara dan Kai.
“Tapi apa yang harus aku lakukan? Apa kamu tidak lihat bagaimana tatapan matanya tadi padaku?” desis tuan Hilton sambil menghela napas nya berat, “Dia pasti sangat membenci ku, hatinya pasti sakit dan terluka, terlebih saat dia mendengar ucapan kamu tadi yang mana Adel pernah berniat membunuh nya saat di kandungan. Dan alasan utama Adel melakukan itu, karena aku!” jelas tuan Hilton, membuat tante Rita terdiam, ia membenarkan yang di katakan tuan Hilton.
“Lalu bagaimana?” tanya tante Rita.
“Biarkan saja dulu, yang penting kita sudah tahu bahwa Kiara memang anak aku dan Adel. Aku akan melakukan tes DNA nanti,” ujar tuan Hilton, lalu ia kembali mendudukkan dirinya di sofa sambil menyesap minuman nya.
“Tes DNA? Bagaimana caranya? Sementara Kiara sendiri-“
__ADS_1
“Akan aku usahakan, walau sebenarnya, tanpa tes itu aku sudah yakin. Tapi, aku hanya ingin membuktikan itu padanya.” Potong tuan Hilton dan hanya di balas anggukan oleh tante Rita.