
Sepanjang perjalanan menuju rumah, mama Rani terus mencerna kata demi kata yang di ucapkan oleh Kai. Ia kembali berfikir dan membenarkan apa yang di katakan oleh Kai. Yang salah orang tua nya, bukan anak nya. Dan sekarang dirinya yang salah dan egois, Kiara jelas sudah Meminta maaf dan mengatakan bahwa ia sangat menyayangi nya. Kiara berharap agar dirinya bisa menjadi seorang ibu seperti dia. Bagaimana bisa, batin mama Rani.
Dia bukan bukan ibu yang baik, bagaimana bisa ia di jadikan contoh. Hatinya terus berteriak merutuki keegoisan nya. Kiara tidak bersalah, sejak kecil dia selalu pasrah dan menerima semua perlakuan nya, tanpa menuntut hak atau kasih sayang. Lagi, mama Rani juga memikirkan bagaimana dulu saat ia begitu memamerkan kasih sayang pada Zaskia di depan Kiara, mama Rani sadar dan tahu pasti Kiara begitu terluka.
Hanya pelukan, Kiara hanya menginginkan nya memeluk, namun begitu sulit untuk ia berikan. Kiara tidak memaksa nya untuk menyayangi nya seperti dia menyayangi Zaskia, namun mengapa begitu sulit untuk dia lakukan.
Bayangan masa lalu, dimana ia menemukan suaminya terbujur kaku dengan Kiara yang terus menangis di rumah sakit. Membuat hatinya kembali sakit, terlebih saat ia mengingat bahwa Kiara lah yang terus merengek mengajak papa nya pergi ke pantai hingga mengakibatkan kecelakaan fatal itu terjadi.
__ADS_1
Iya, harusnya waktu itu ia bisa mencegah agar suami nya tidak nekat ke pantai. Kiara masih kecil, harus nya dia bisa membuat gadis itu berhenti merengek, tidak akan sulit, andai dia bisa memberikan penuturan lembut dan mencoba mengerti. Namun dia begitu sulit melakukan itu, hingga pada akhirnya suaminya lah yang membujuk dan nekat membawa Kiara.
Itu bukan kesalahan Kiara, itu kesalahan nya, andai dia tidak membedakan antara Kiara dan Zaskia, tentu Kiara pasti akan mudah mengerti dan mereka bisa pergi bersama saat nanti Zaskia sembuh dari sakit nya. Mama Rani terus terisak sambil bersandar di kaca mobil. Hatinya begitu sakit saat mengingat kembali bagaimana Kiara berusaha menahan sakit nya dengan terus menatap dan tersenyum ke arah nya.
Ia begitu menyesal karena terlalu egois dan mementingkan rasa sakit nya. Itu masa lalu, harusnya bisa ia kubur sedalam mungkin. Tidak ada gunanya memikirkan masa lalu, yang ada hanya akan menyimpan luka, ia seharusnya bisa melihat ketulusan Kiara padanya.
Mengapa harus dirinya yang ingin di mengerti, sedangkan dirinya tidak bisa mengerti di posisi Kiara sedikit pun.
__ADS_1
Kiara begitu tulus menyayangi nya, dan Kiara benar, dia adalah wanita hebat. Meski tanpa suaminya, nyatanya kini dia berhasil dan sukses membesarkan Kiara dan Zaskia dengan tangan nya. Iya, dia wanita hebat, dan bukankah wanita hebat tidak akan menyimpan dendam yang akan melukai banyak orang? Pikir nya. Yah, dia sadar bahwa dirinya lah yang salah, dia harus meminta maaf pada Kiara. Dan mungkin berterimakasih pada putri bungsu nya itu karena sudah menyadarkan nya akan kesalahan.
“Liam, mama tidak mau pulang. Antar mama ke rumah sakit lagi, mama mau bertemu Kiara, mama mohon,” pinta mama Rani sambil menangis terisak.
“Tapi Mah, mama pasti lelah. Mama istirahat dulu di rumah, nanti sore baru kita jenguk Kiara lagi ya mah” bujuk zaskia.
“Enggak! Mama mau kembali ke rumah sakit sekarang. Kalau kalian tidak mau mengantar mama, turunkan mama disini, biar mama naik taxi.” Ujar mama Rani degan tegas dan tak terbantahkan.
__ADS_1
“Oke, kita kembali ke rumah sakit!” kata Liam lalu ia segera memutar arah dan kembali ke rumah sakit.