Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
SIMALAKAMA


__ADS_3

“Darimana kamu Bas?” tanya Kiara yang melihat Bastian baru saja pulang saat jam menunjukkan hampir jam sepuluh pagi.


“Apartment,” jawab Bastian sambil menguap dan hendak berlalu melewati Kiara.


“Ngapain kamu semalaman sama cewek di Apartment Bas? Sampai Masih ngantuk gitu?’ tanya Kiara lagi dengan raut wajah datar.


Kini Dirinya tengah berada di ruang keluarga, sambil memakan kacang bawang dan menonton drama kesukaan nya. Sementara Bastian yang mendengar pertanyaan Kiara, langsung terkejut dan menghampiri kakak ipar nya.


“Ce- cewek siapa?” tanya Bastian menatap Kiara, mencoba memastikan bahwa Kiara memang belum tahu.


“Cewek cantik yang kamu bawa ke Apartment. Ken yang cerita padaku, dan juga kak Calvin juga bilang padaku. Sebulan lebih kamu punya simpenan, ckck. Gimana kalau Kai sampai tahu? Apalagi mama sama papa, woowww!” seru Kiara seolah terkejut.


“Ra, jangan gitu dong. Kamu kan sahabat terbaik aku, jangan ember yah, lagian si Ken kenapa lemes banget sih bocah, astaga.”


“Heh, bocah itu anakku dan juga keponakan mu! Dia lemes begitu karena titisan om nya. Kamu lupa, selama aku ngidam, kamu terus yang berperan, jadi dia begitu karena kamu!”


“Astaga Ra, aku gak ikut nanem, apalagi ngasih pupuk. Gak nikmati juga hasil taneman nya, tapi dapet getah nya!” cibir Bastian.


“Ohh jadi gitu, bilang mama nih!” ancam nya.

__ADS_1


“Iya iya, kamu mau apa?” tanya Bastian pada akhirnya mengalah.


“Heemm, apa yah.”


“Ra jangan aneh aneh, sumpah aku gak bisa pergi jauh untuk saat ini.” kata Bastian memelas, entah mengapa kini dirinya merasa seperti dejavu saat Kiara hamil Ken. Yang setiap kali mengidam menginginkan dirinya berburu makanan khas langsung di kota nya.


“Hehehe, enggak kok. Tenang saja,” ucap Kiara menyengir kuda, dan membuat Bastian sedikit lega.


Namun, kelegaan nya tak bertahan lama, saat ia melihat Kiara bangkit dan masuk ke dalam kamar tamu. Untuk sesaat Bastian mengerutkan dahinya, mencoba menunggu kira kira apa yang akan Kiara lakukan padanya.


Bastian semakin di liputi kegelisahan dan juga perasaan yang tidak enak. Entah mengapa kini dirinya sangat ingin kabur dan menghilang agar tidak bertemu dengan Kiara, namun ia rasa tak akan bisa. Karena kini, Kiara sudah keluar dari kamar tamu, dengan membawa sebuah kardus kotak yang entah apa isinya.


“Besok akan ada lomba di sekolah Ken—“


“Jangan bilang harus aku?” potong Bastian membenarkan firasat nya.


“Dengerin dulu kalau orang ngomong tuh, jangan asal potong!” kata Kiara dnegan kesal.


“Jadi, besok itu ada acara gitu di sekolah Ken, untuk menyambut tahun baru gitu. Nah, sekolah nya tuh mengadakan lomba, aku gak tau pasti lomba nya apaan, tapi para orang tua harus memakai atribut seperti ini. Dan kemarin, semalaman aku sudah merancang nya sendiri, spesial sesuai sama kamu.” Kata Kiara dengan penuh semangat sambil mengeluarkan beberapa atribut yang terbuat dari sebuah tali rafiah.

__ADS_1


“Ra, kamu masih waras kan?” tanya Bastian dengan wajah datar nya.


“Justru karena aku masih waras Bas, dan juga Kai gak bisa karena besok pagi harus keluar kota, jadii –“


“Enggak ra, aku juga gak bisa!” tolak Bastian menggelengkan kepalanya.


“bas, Cuma sebentar doang.”


“Lagian kenapa itu sekolah ngadain lomba kaya begitu sih! Itu sekolah elit kenapa gak mutu banget buat lomba nya!” cetus Bastian tak habis pikir.


“Heh, gak mutu gimana! Ini itu ide dari Ken sendiri!” kesal Kiara tak terima.


“Astaga, pantas saja abstruk!” umpat Bastian begitu frustasi.


“Pokoknya, besok pagi kamu harus datang. Dan pakai ini, oh ya jangan lupa, ajak kakak kakak cantik yang di bilang Ken, dia pasti akan seneng banget. Lagian nih ya Bas, anggep aja sebagai pendekatan buat dapet restu keluarga, dan juga Ken itu dari dalem perut lebih sayang sama kamu daripada papa nya, jadi wajar kalau dia lebih milih kamu.” Kata Kiara sok bijak dan menepuk bahu Bastian.


‘Gue gak pengen di sayang bocah tuyul begitu!’ umpat Bastian dalam hatinya merutuki ulah ajaib dari ponakan nya.


“Jangan mengumpat anakku Bas, atau kamu berurusan dengan ku!” ancam Kiara dan langsung menatap tajam, namun Bastian hanya diam dan tak menjawab daripada urusan akan semakin panjang.

__ADS_1


__ADS_2