Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Gue bukan kucing!


__ADS_3

“Dok, anda kembali lagi?” tanya seorang wanita yang memakai pakaian suster menyapa kedatangan Bastian malam itu.


“Terpaksa, habis nabrak kucing!” jawab Bastian dengan cuek, lalu ia membuka pintu mobil nya dan mengangkat tubuh Nisa,agar segera bisa di tangani.


“Hey, gue bukan kucing!” seru Nisa memberontak di gendongan Bastian.


“Ckck!” Bastian hanya berdecak malas.


Bastian meletakkan tubuh Nisa dengan sedikit kasar di atas brankar ruang UGD. Dan dengan telaten ia merawat kaki Nisa yang terluka akibat benturan nya pada mobil. Walau tidak terlalu parah, namun Bastian mengira bahwa kaki Nisa tidak akan bisa pulih dengan cepat.


Setelah beberapa saat, Bastian sudah menyelesaikan pengobatan pada kaki Nisa.Ia beranjak dan hendak pergi meninggalkan nya di rumah sakit, namun dengan cepat pula Nisa menahan nya dengan memegang pergelangan tangan Bastian.


“Mau kemana? Jangan macem macem yak!”


“Macem macem? Macem macem yang kaya gimana maksud lo hem?” tanya Bastian memicing kan matanya menatap Nisa.


“Lo mau kemana?” tanya Nisa masih ketus.


Bastian menghela nafas kasar, “Pulang!”


“Terus gue gimana?”

__ADS_1


“Lo bisa disini, gak usah mikir biaya! Bentar lagi akan ada suster yang datang bawa lo ke ruang perawatan. Kaki lo udah gapapa hanya butuh pemulihan!”


"Oh, ya udah sana lo pergi. Dan awas kalau lepas tanggung jawab, gue bakal empptt—"


"Bakal apa hem? Bakal cium gue lagi?" tanya Bastian dengan senyum menyeringai membuat Nisa langsung terdiam. "Dah lah, besok pagi gue bakal lagi."


Mendengar penjelasan dari Bastian, Nisa hanya diam. Ia berfikir kembali, mungkin ada baiknya bila ia berada di rumah sakit. Orang tuanya tidak akan menemukan dirinya, akhirnya ia setuju dan menganggukkan kepala nya. Sementara itu, Bastian tanpa berkata langsung melenggang pergi meninggalkan rumah sakit lagi.


***


“Kok baru pulang sih Bas? Ini jam berapa? Astaga,” decak mama Irish yang ternyata masih menunggu kepulangan nya di ruang keluarga.


“Maaf Mah, tadi Bastian gak sengaja nabrak orang, terus Bastian balik lagi ke rumah sakit,” jelas Bastian lalu mendudukkan dirinya di samping sang mama.


“Mah, Bastian capek banget loh, malah di omelin,” ujar Bastian cemberut kesal, “Dia gapapa, Cuma kaki nya aja patah bentaran juga pulih.” imbuhnya dengan santai.


“Husshh kamu itu,” Mama Irish reflek memukul bahu anak bungsu nya, “Itu kaki orang bukan kaki ayam, gampang banget bilang patah nya!”


“Lah emang siapa yang bilang itu kaki ayam sih Mah. Udah ah, Bastian sekarang udah pulang, maaf udah buat mama khawatir. Mama istirahat jaga kesehatan, cup!” setelah mengecup pipi mama Irish, bastian pun segera beranjak dan pergi ke kamarnya.


“Bas, tunggu!” panggil mama Irish membuat langkah Bastian yang hendak menaiki tangga terhenti.

__ADS_1


Ia berbalik dan kembali menatap mama nya, “Ada apa Mah?”


“Soal rencana mama kemarin, gimana?” tanya mama Irish serius.


“Mah, Bastian masih muda!” tegas Bastian berdecak.


“Iya, tapi mau sampai kapan? Abang kamu dulu menikah di umur dua puluh enam atau tuju. Lah kamu, udah mau tiga puluh masih sendiri. Jangan kan calon istri, pacar saja kamu tidak pernah punya. Mau sampai kapan Bas?” tanya mama Irish dengan menghela nafas berat.


“Karena itu perjodohan mama dan papa!” saut Bastian, "Kalau papa sama mama gak jodohin abang juga dia pasti belum mau menikah!"


“Iya, tapi nyatanya abang kamu seneng, dia bahagia, itu membuktikan pilihan mama tidak salah!”


“Mah, pilihan mama dan papa itu Zaskia, bukan Kiara. Dan abang bahagia sekarang memang sudah takdir, tapi itu tidak akan menjamin kalau Bastian juga akan bahagia dengan pilihan mama dan papa!”


“Tapi kamu memang harus segera menikah Bas!”


“Mah, Bastian masih menikmati kesibukan Bastian,” keluh Bastian.


“Jangan terlalu sibuk sama pekerjaan Bas, kamu juga harus bisa mengurus hidup kamu. Masa depan kamu."


“Mah, memangnya hidup Bastian hancur? Bastian baik baik aja, dan Bastian akan menikah dengan wanita pilihan Bastian sendiri!” tanpa berkata lagi, Bastian segera melanjutkan langkah nya dan mengabaikan suara mama nya yang terus mengoceh tidak jelas.

__ADS_1


‘Aku tampan begini mau di jodoh jodohkan! Ck, di kata aku gak laku apa. Aku juga bukan bang Kaisar yang selalu nurut sama mama dan papa! Bastian bisa nentuin pilihan sendiri!” gumam nya kesal lalu ia segera melepas pakaian nya dan masuk Ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dari peluh yang seharian ini melekat di tubuh nya.


__ADS_2