Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Lagi


__ADS_3

Euggghh!


Kia membuka matanya saat mendengar bunyi alarm yang begitu nyaring di pendengaran nya. Entah jam berapa mereka menyelesaikan perjalanan nya hingga sampai puncak, Kiara sudah tidak mengingat nya karena ia langsung tertidur.


Kia hendak meraih jam di samping nakas nya, namun tangan nya tak sampai. Dan saat ia hendak menggeser tubuh nya, ia baru tersadar bahwa ada sesuatu yang masih bersarang di sana. Dan semakin ia bergerak, Kia bisa merasakan benda itu semakin memenuhi nya. Menghela napas kasar, ia membangunkan Kai, karena bunyi alarm itu sangat mengusik nya, namun Kai seolah menulikan telinga nya, ia malah semakin mengeratkan pelukan nya pada tubuh Kiara.


“Kai, lepasin dulu,’ ucap Kiara menghela napas nya kasar.


“Jangan terlalu banyak bergerak, atau kamu akan membangunkan nya,” desis Kai masih dengan mata terpejam.


“Tanpa aku bergerak, memang dianya aja yang sudah bangun!” decak Kia kesal, lantaran ternyata semalaman Kai tidak melepaskan adik nya, “Kai, lepasin dulu, alarm nya berisik.”

__ADS_1


“Hemm, kamu benar, alarm itu sangat berisik. Aku lebih suka suara kamu,” bisik Kai, lalu ia pun bangkit, melepaskan adiknya dan menggeser tubuh nya untuk mematikan jam alarm itu. Setelah mati, ia pun kembali menindih tubuh Kiara dan menatap wajah nya.


Kini wajah keduanya sangat dekat, mata mereka bertemu dan saling menatap dalam. Bayangan demi bayangan percintaan keduanya, seolah berputar bak kaset DVD dalam fikiran mereka. Tidak ada rasa penyesalan, entah mengapa, hati mereka merasa lega saat setelah melakukan nya.


“Terimakasih,” ucap Kai tersenyum, tangan nya membelai wajah Kiara dengan lembut, dengan tangan satu lagi ia jadikan tumpuan untuk menopang tubuh nya.


“Bukankah seharusnya masih ada sembilan pintu yang harus kamu buka,” sindir Kia sedikit cemberut, walau akhirnya ia menikmati sentuhan tangan Kai.


“Hahaha, Kai, ternyata kau sangat tahu hal seperti ini.”


“Tentu, apa kau lupa, keluarga ku memiliki rumah sakit. Dan aku dulu juga pernah kuliah di kedokteran, sama seperti Bastian.”

__ADS_1


“Jadi, kamu juga seorang dokter?” Kiara baru mengetahui fakta yang Kai ucapkan. Ia tidak menyangka bahwa ternyata Kai juga seorang dokter.


“Hem,” jawab Kai memejamkan matanya sesaat.


“Tapi, kenapa kamu tidak meneruskan menjadi dokter? Kenapa kamu memilih perusahaan?” tanya Kia bingung.


“Bisakah kita bahas nanti?” kata Kai kembali menelan saliva nya, “I want you again,” bisik nya tepat di telinga Kia.


Detik berikutnya, hanya suara desahaan Kai dan Kia yang memenuhi ruangan kamar pagi itu. Kai menatap Kia dengan penuh damba dan cinta, tangan nya kembali terulur untuk membelai wajah Kia yang di hinggapi beberapa helaian rambut. Sesekali ia juga menyekai keringat yang menghiasi wajah cantik nya, membuat Kai tersenyum bahagia.


Melihat Kia yang terus mendes*h dan menyebut namanya berulang kali, membuatnya seolah tak pernah puas hanya dengan sekali pencapaian. Hingga tanpa sadar, mereka melakukan nya hingga menjelang jam makan siang.

__ADS_1


__ADS_2