
Pagi- pagi sekali, Kiara sudah datang ke kantor. Niat nya hari ini juga ia akan segera menyerahkan surat pengunduran dirinya, sebelum ia bertemu kembali dengan Kaisar, begitulah harapan nya.
Namun, belum juga ia sampai di ruangan nya, saat hendak masuk ke dalam lift, tiba- tiba ia sudah merasakan sesuatu yang berdiri di balik kerah kemeja nya.
“Kenapa bulu kuduk ku merinding? Jangan- jangan ada penghuni nya nih gedung.” Gumam Kiara bergidik, ia tidak menoleh atau apa, ia langsung masuk begitu saja, hingga saat ia berbalik hendak menekan tombol lift matanya langsung membola begitu melihat sosok pria yang sedang berusaha ia hindari sudah berdiri di belakang nya sejak tadi.
“Pantesan aja merinding, ada penunggu nya.” Celetuk Kiara yang sukses membuat Kai juga langsung menatap nya dengan tajam.
“Coba kau katakan sekali lagi!” tekan nya dengan tatapan yang begitu menyeramkan.
“Eheem, ehhemm. Maaf Tuan, anda mau masuk? Kalau tidak, maka pintu lift nya akan saya tutup.” Kata Kiara mengalihkan pembicaraan, ia berusaha senatural mungkin berperilaku layak nya karyawan lain.
“Tuan Kasar, lift anda masih dalam perbaikan, anda mau bareng saya, atau menunggu saya sampai atas dulu, baru-“ belum sempat Kiara menyelesaikan perkataan nya, tiba- tiba Kai langsung masuk begitu saja dan menggeser posisi Kiara.
“Kiarin masih mau gengsi,” cetus Kiara lagi, namun Kai masih diam dan tak menanggapi.
__ADS_1
Di dalam lift, kini hanya ada mereka berdua. Keduanya saling diam, sibuk dengan pikiran masing- masing. Hingga, tiba- tiba saja lampu di dalam lift berkedip beberapa kali dan berujung mati. Seketika itu juga Kiara langsung berjongkok dan menjerit histeris.
“Aaaarrrkkkhhhh!” teriak nya dengan mata tertutup dan tangan yang menutup kedua telinga nya.
“Gak usah Drama. Bentar lagi juga nyala,” cetus Kai dan langsung mengambil HP di saku nya, ia menghela napas nya kasar saat mendengar suara isak tangis dari Kiara. Karena penasaran, ia pun mengarahkan lampu senter dar Hp nya kepada gadis tomboi di depan nya ini, dan betapa terkejut nya ia saat melihat tubuh Kiara yang sudah bergetar hebat, dahi nya sudah basah dengan peluh, dan isak tangis terus terdengar.
“Hey, kau kenapa?” tanya Kai masih sedikit cetus, “Kau tidak bermimpi aku akan memeluk mu dalam drama seperti ini kan?” ucap Kai dengan sengit, membuat Kiara langsung tersadar.
Dengan perasaan bergemuruh hebat, dan tubuh yang masih bergetar. Kiara memberanikan diri untuk menatap Kai di kegelapan. Nafas nya masih memburu, dan dada nya naik turun, tatapan nya penuh kebencian, terlebih saat mendengar laki laki itu mengatakan dirinya membuat drama.
Sementara itu, Kai hanya diam mematung. Ia begitu terkejut mendengar penuturan dari Kiara. Apakah dirinya sudah kelewatan? Begitulah pikir nya, namun lagi lagi ia tak mau mengambil pusing, ia langsung membalikkan tubuh nya dan menghadap ke depan lift, menunggu asisten nya yang sudah ia hubungi tadi segera menolong mereka.
.
.
__ADS_1
.
Ada beberapa yang mau Visual, dan tidak. Dan ada juga yang minta visual barat, maaf sayang, mommy gak ada referensi barat, karena mommy penggemar korea, thailand dan China. maaf sudah buat kalian kecewa.
Tapi ini hanya imajinasi mommy yah, mommy sesuaikan sama sifat dan kelakuan mereka.
Untuk Kiara dan Kaisar, nanti akan mommy up lagi saat sudah make over 🙈🤣🤣
Dokter Bastian, cocok dengan sikap tengis dan BF nya.
Zaskia yang lembut dan dewasa, sementara Liam yang masih di ambang kebimbangan, kurang tegas dan ambigu.
Soal Kiara dan Kaisar, biarkan lah mereka kurang jelas dulu yah, nanti mommy up lagi saat sudah glow up 🤣🤣🤣
__ADS_1