
Hari berganti hari dengan begitu cepat. Tanpa terasa kini usia kandungan Kiara sudah memasuki bulan ke sembilan. Tinggal menghitung hari, maka Kiara akan melahirkan. Beruntung, selama kehamilan, dirinya tidak pernah merasakan morning sicknes atau ngidam yang terlalu. Kai juga tidak pernah merasa di repot kan oleh kehamilan Kiara. Namun, Bastian lah yang terus dan selalu menjadi sasaran Kiara. Entah mengapa, Kiara begitu bahagia saat meminta tolong kepada adik ipar nya. Bahkan, terkadang Bastian sampai memilih untuk istirahat di rumah sakit hanya untuk menghindari rengekan Kiara. Bastian sendiri tidak tau, ada dendam apa calon keponakan nya itu pada dirinya sehingga terus mengganggu ketenangan nya.
“Bastian gak pulang Mah?” tanya Kiara saat mencari keberadaan Bastian namun tidak juga bertemu.
“Astaga Kiara, ada apalagi Sayang hem?’ tanya mama Irish yang menuntun Kiara dan mendudukkan nya di sofa.
“Gapapa sih Mah, Cuma nanya aja hehehe,” kata Kiara menyengir kuda menatap mama mertua nya.
“Ah iya, apakah mama Rani jadi pulang ke Indonesia?” tanya mama Irish sambil menonton televisi.
__ADS_1
“Jadi Mah, mama sudah ada di jalan kok. Pesawat nya berangkat pagi tadi. Mungkin, besok mama sudah kesini,” jawab Kiara sambil mengambil cemilan di atas meja.
“Bagaimana hasil USG kemarin?Apakah dia masih bersembunyi?” tanya mama Irish lagi sambil mengusap usap perut Kiara yang sudah sangat besar.
Usia kandungan Kiara sudah memasuki minggu ke empat puluh, namun hingga kini dirinya belum ada tanda tanda apapun akan bersalin. Dan kemarin dia melakukan USG lagi untuk melihat keadaan bayinya. Sangat baik, semua normal dan air ketuban juga masih bagus, namun entah mengapa Kiara belum merasa adanya tanda tanda akan melahirkan. Kiara juga sudah melakukan semua yang di sarankan oleh dokter Silvi, namun entah mengapa bayinya memang masih sangat betah berada di rahim nya. Bahkan, hingga kini pun mereka juga juga belum tahu apa jenis kelamin baby yang di andung oleh Kiara. Hampir setiap bulan dia melakukan USG, namun baby nya tidak pernah mau menunjukkan wajah dan kelaminn nya. Seolah tahu, setiap kali USG, pasti baby hanya akan menunjukkan belakang tubuh nya, makanya hingga kini wajah dan jenis kelaminn nya belum di ketahui oleh siapapun. Kiara dan Kai tidak mempermasalahkan nya, asalkan baby sehat dan semua berjalan normal, apapun jenis kelaminn nya Kai tidak perduli asal mereka sehat dan lancar sampai persalinan.
“Mungkin dia ingin menunggu Oma nya ya Sayang yah. Iya, kamu ingin menunggu oma Rani iya hem?’’ tanya mama Irish kembali mengusap perut Kiara, dan itu langsung mendapatkan respon berupa tendangan kuat, hingga membuat Kiara sedikit tersentak.
“Udah ke makan janji mama Rani mungkin Mah,” jawab Kiara ikut terkekeh, ia segera mengusap perut nya karena saat baby nya menendang, ia merasa amat sangat nyeri.
__ADS_1
“Oh iya, apakah Zaskia dan suaminya juga ikut pulang?” tanya mama Irish.
“Iya Mah, Zaskia mau melahirkan di Indonesia juga katanya. Makanya, mereka pulang nya mepet karena Liam akan menyelesaikan pekerjaan nya di sana dulu.”
Zaskia kini juga sudah mengandung anak pertama nya, usia kandungan Zaskia yang baru memasuki usia enam bulan, makanya ia bisa segera pulang ke indonesia, agar bisa melahirkan disini bersama adiknya. Hanya berbeda beberapa bulan saja, karena perkiraan, saat Zaskia kembali ke Paris saat itu, ternyata dirinya juga sudah mengandung, namun mereka belum ada yang menyadari nya.
.
.
__ADS_1
Hanya tinggal beberapa part lagi ending yah. Jangan kaget, jangan protes hihihi.