
“Astaga, ini pengantin baru kenapa sih? Hobi banget buat orang lain menunggu!” sungut Bastian saat melihat Kai dan Kia baru datang ke meja makan. Telat dua puluh menit dari jam biasa berkumpul untuk sarapan.
“Berisik,” jawab Kai dan langsung duduk di seberang Bastian, tak lupa sebelumnya, ia juga menarik kursi untuk Kia duduk di sebelah nya.
“Nyambung lagi Ra?” sindir Bastian kepada Kiara, hingga membuat Kia yang tengah meminum air putih langsung tersedak mendengar pertanyaan adik ipar nya.
Bukan tanpa alasan Bastian langsung menceletukkan kata itu, entah mata Bastian yang terlalu peka, atau Kiara yang kurang pandai menutupi, hingga Bastian melihat tanaman Cery yang masih fresh di bawah telinga Kiara. Yah, hari ini, rambut Kiara di kuncir ekor kuda, hingga tanpa sadar ada bekas tanaman cery fresh di bawah sana.
“Bas!” tekan Kai menatap tajam adik nya, dengan tangan yang mengusap tengkuk Kiara agar berhenti batuk nya.
“Sudah sudah, ayo sarapan. Kali ini, sarapan yang membuat Kia loh,” kata mama Irish mulai meracik kan soto ke mangkuk papa Krish.
“Kia? Masak? Kok jadi ragu yah mau makan,” kata Bastian melirik pada Kiara yang langsung menatap nya dengan tajam.
“Cobain dulu, baru komentar!” saut Kiara ketus pada Bastian, “Tau gitu, yang bagian kamu aku pisah in, aku tambahin racun.”
“Astagfirullah, kenapa aku di berikan kakak ipar seperti mu sih Ra, jahatt!”
__ADS_1
“Bodo amat!” cetus Kiara, lalu ia pun ikut meracik seperti yang di lakukan mama Irish pada papa Krish.
“Ya Allah, nasib jomblo gini amat sih yah. Disini ada tiga laki laki, tapi kenapa Cuma dua perempuan nya,” keluh Bastian menggelengkan kepala nya.
“Makanya, jangan kelamaan jomblo.” Ledek Kiara terkekeh. Karena merasa tak tega, akhirnya Kiara juga mengambilkan untuk Bastian. Dan sarapan pagi itu, di selingi oleh canda dan tawa. Hari ini adalah hari jumat, dan mereka biasa berangkat agak siang dari biasanya.
****
“Selamat Siang tuan Kaisar,” ucap seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruang kerja Kai siang itu.
“Tuan Hilton?” Kai sangat terkejut, saat mendapati tamu nya siang itu adalah tuan Hilton.
“Mengapa anda tidak mengabari saya kalau mau datang?” tanya Kaisar mempersilahkan tuan Hilton untuk duduk di sofa.
“Iya, maafkan saya. Saya sengaja mempercepat kedatangan dari yang sudah di ajukan, karena saya harus meng- schedule ulang jadwal saya. Anak saya akan menjalankan operasi, maka dari itu saya kembali lagi ke Indonesia.” Ujar tuan Hilton, membuat Kai sedikit terkejut.
“Anak tuan Hilton ada di Indonesia?” tanya Kai mengerutkan dahi nya.
__ADS_1
“Iya, dia sedang sakit. Entahlah, saya juga baru mengetahui nya baru baru ini, selama ini dia menghilang, menjauhi saya,” ucap tuan Hilton dengan raut wajah sedih nya, ia merasa gagal menjadi orang tua untuk anak tunggal nya.
“Ah, maafkan saya Tuan Kai, saya jadi curhat pada anda. Bagaimana kalau kita membicarakan kelanjutan kerja sama kita, dengan makan siang? Tadi saya sempat bertanya kepada asisten anda dan ternyata anda tidak memiliki jadwal setelah ini.” imbuh tuan Hilton.
“Maaf Tuan, tapi—"
“Ayolah tuan Kai. Setelah ini, saya akan sangat sibuk mengurus anak saya, dan mungkin saya tidak bisa bertemu lagi untuk waktu yang cukup lama.” Kai pun akhirnya mengiyakan tawaran tuan Hilton, namun sebelum itu, ia ingin menghubungi Kiara dulu agar tidak jadi datang ke kantor.
Berulang kali Kai mencoba menghubungi Kiara, namun tak juga mendapat jawaban, hingga saat dirinya hendak keluar dari ruangan nya, tepat saat membuka pintu, ternyata Kiara sudah berdiri di sana dengan membawa sebuah rantang yang ia yakini berisi makan siang untuk nya.
'Kiara'
‘Adelia,’
.
.
__ADS_1
.
Kenapa gak ada yang manggil Mommy yah 🥲🥲