
“Kenzo,” panggil seorang gadis berambut panjang ekor kuda yang langsung berlari menghampiri Kenzo.
“Ngapain kamu disini?” tanya Ken mengerutkan dahinya, matanya juga ikut menelisik sekitar seolah mencari seseorang.
“Sendiri, tadi aku naik taxi kesini mau ketemu kamu.” Jawab nya sambil tersenyum.
“Bodoh!” Ken langsung menyentil kepala gadis itu dengan kesal, tentu saja, bagaimana ia bisa gadis itu nekat menaiki taxi dan menyusul nya, “Kamu masih kecil, kenapa nekat!” sungut nya kesal.
“Kamu gak masuk sekolah dari kemarin. Makanya tadi aku ke rumah kamu, eh kata bibi kamu di rumah sakit, ya sudah taxi nya juga belum pergi, jadi sekalian saja.” Jawab nya polos tanpa rasa takut atau bersalah sedikit pun.
“Terus nanti kalau bang Daniel nyariin gimana, Nauraaaa!” seru Ken pelan menahan geram.
Ya, gadis itu adalah Naura. Teman sekolah nya, dan ia tidak menyangka bila ternyata Naura senekat itu menyusul nya ke rumah sakit. Ken memang sudah dua hari tidak masuk sekolah, karena sejak kemarin mama Kiara masuk ke rumah sakit dan harus melahirkan SC. Dan sekarang, Ken sedang menunggu kelahiran adik kembar nya, namun karena takut dan ia tidak sanggup berada di depan ruang operasi, makanya ia memilih untuk menunggu di sebuah bangku taman. Tentu saja, setelah pamit kepada opa dan oma nya. Karena saat ini, papa Kai sedang menemani mama Kiara di dalam ruang operasi.
__ADS_1
“Nana lupa,” celetuk gadis itu menepuk kening nya sendiri membuat Ken langsung menghela nafas nya kasar.
“kamu bodoh!” umpat Ken lagi menatap kesal pada sahabat nya.
Kini memang panggilan Naura bukan lagi Lala atau pun Rara, entah sejak kapan, kini gadis itu menyukai panggilan Nana karena lebih mudah dan lucu menurut nya. Dan tentu saja,panggilan itu Ken yang memberikan nya.
Saat keduanya masih berdebat, tiba tiba seorang laki laki seumuran dengan papa Kai datang dengan sedikit berlari. Om Fadil, asisten papa nya, memberitahu Ken bahwa adiknya sudah lahir dan mama nya sudah di pindahkan ke ruang perawatan.
“Yee, adik nya Nana sudah keluar. Ayo Ken, ayo, Nana pengen lihat!” sorak gadis itu paling antusias.
“Ken, kamu gak boleh pelit, adik kamu dua, jadi satu satu sama Nana, oke!” katanya dengan senyum lebar menghiasi wajah nya.
“Enggak! Kan sudah Ken bilang, kalau kamu mau adik bayi, kamu minta sama bunda kamu!”
__ADS_1
“Gak bisa Ken, bunda nya Nana gak bisa. Jadi Nana mau minta sama Ken!” pintanya memohon.
“Aku mana bisa ngasih adik bayi! Yang bisa ngasih adik bayi mama sama papa!” cetus Ken memanyunkan bibir nya kesal.
“Astaga, sudah sudah, ayo buruan. Papa kamu sudah nunggu di sana.” Kata om Fadil memutus perdebatan antara Ken dan Naura.
Fadil segera menggiring kedua anak tuyul itu untuk segera masuk dan mengantarkan ke ruang perawatan Kiara. Di sana, sudah ada opa Krish dan juga oma Irish yang menggendong dua bayi yang begitu lucu dan menggemaskan.
Sementara papa Kai, jangan di tanya. Dia hanya fokus menemani mama Kiara yang masih sedikit lemas, namun masih tersadar. Naura begitu senang melihat dua adik bayi milik Ken, saking gemas nya ia sampai heboh sendiri, hingga membuat beberapa orang dewasa yang di sana ikut tertawa melihat kelucuan sikap Naura dan Ken yang selalu berdebat.
.
.
__ADS_1
Tamat yah? 🙈🙈