
“Kamu kuat Sayang, mama yakin, kamu bisa melewati ini semua,” bisik mama Rani yang terus menggenggam jemari tangan Kiara saat berada di meja operasi.
Kiara terpaksa harus melakukan operasi caesar, karena tadi dirinya terpeleset di tangga. Karena terburu buru, ia sampai lupa akan langkah nya hingga mengakibatkan dirinya jatuh dan akhirnya terjadi pendarahan hebat. Kai dengan cepat berlari dan menghampiri Kiara yang ternyata sudah berlumuran darah. Dan setelah di bawa ke rumah sakit, dokter mengatakan bahwa Kiara harus operasi karena keadaan nya sangat tidak memungkinkan untuk melahirkan normal.
“Mama, jangan tinggalin Kia,” gumam Kiara begitu lirih, matanya terus menatap Mama Rani dengan berkaca-kaca.
“Tidak, mama ada disini,” jawab mama Rani dan terus memberikan semangat kepada Kiara.
“Mama, Kia seneng banget, karena mama mau menemani Kiara disini. Kiara takut, Kiara sangat takut kalau mama akan mengingkari janji mama, Kiara takut—"
“Ssstt, mama ada disini, dan mama akan menemani kamu sampai selesai persalinan. Mama kan juga mau melihat cucu pertama mama,” jawab mama Rani terkekeh. Hati Kiara begitu hangat saat merasakan kehangatan tangan mama Rani, juga senyum dan tawa pelan yang keluar dari mulut mama Rani membuatnya merasa begitu nyaman.
“Tadi, mama juga melihat ada papa kandung kamu di luar. Sayang, kamu jangan membenci nya lagi. Maafkan dia yah.”
“Kia tidak membenci om Hilton Mah, hanya saja Kia sedikit kecewa. Karena secara tidak langsung, dialah penghancur rumah tangga Mama dan papa zaki,” tutur Kiara dengan lemah.
“Mama sudah memaafkan nya sayang, dan juga mama yakin, papa Zaki juga tidak akan suka kalau anak gadis nya menjadi pendendam. Pasti papa akan sedih, sudah yah. Kita mulai semua nya dari awal lagi, Kiara sudah bersama suami Kia, mertua yang menyayangi Kiara dan dan juga Kia sudah bertemu dengan papa kandung nya. Kia harus bahagia, jangan sedih lagi.”
__ADS_1
“Kia tidak bisa berjanji, tapi Kia akan berusaha.” Kata Kia dan di balas anggukan kepala oleh mama Rani.
"Mama hanya berharap, semoga kebahagiaan selalu ada mengelilingi putri mama."
Selama proses persalinan, mama Rani terus menemani Kiara untuk mengobrol, dan memberikan nasehat nasehat yang membuat Kiara akhirnya tersadar. Kiara sangat bahagia, karena kini hidupnya benar benar sudah terasa sangat lengkap. Ia memiliki suami, mertua, kakak, adik, dan juga papa dan mama lagi. Walaupun bukan papa Zaki, tapi Kia membenarkan ucapan mama Rani, bahwa ia harus bersyukur.
Oeekk
Oeekk
“Selamat Sayang, kamu berhasil?’ seru mama Rani dan langsung menciumi wajah Kiara dengan sangat bahagia.
"Terimakasih, mama sudah menemani Kiara," gumam Kiara lirih, hatinya begitu bahagia saat melihat mama Rani menggendong bayi nya.
"Oh iya, siapa namanya?" tanya mama Rani yang sangat antusias menciumi wajah bayi mungil itu di depan Kiara.
"Kia dan Kai belum memberikannya nama Mah. Karena kami belum tahu apa jenis kelamin dia." tutur Kiara semakin lemah.
__ADS_1
“Kenzo,” gumam mama Rani tiba tiba, lalu ia menatap ke arah Kiara, dan Kiara membalas nya dengan sebuah senyuman.
“Iya, Kenzo. Kenzo, Kenzo, Kenzo ... “ Kiara terus bergumam sambil memejamkan matanya, ia terus mengatakan nama anak pertamanya.
****
Setelah beberapa saat, Kiara sedikit membuka matanya dengan perlahan. Ruangan ini berbeda dari sebelum nya, dan ia melihat beberapa orang di sana. Kai, Bastian, mama Irish, papa Krish dan juga, satu orang lagi yang berada tak jauh darinya.
“Papa Hilton,” gumam Kiara begitu lirih menatap papa kandung nya yang sejak tadi tak berani untuk mendekat. Seketika semua mata menatap ke arah tuan Hilton, dan memberikannya ruang agar mendekati Kiara.
.
.
.
Tadinya stelah Kiara melahirkan, mau langsung TAMAT. Tapi karena mommy lihat kalian masih tidak rela, oke mommy lanjutkan, di undur TAMAT nya. 🤣🤣🤣
__ADS_1