
Setelah sampai di sekolahan, rupanya kedatangan Ken sudah di sambut oleh sahabat nya, yakni Naura beserta kedua kakak nya. Dan ternyata Naura sudah memakai pakaian yang sama dengan Ken.
“Kenzo!” panggil Naura melambaikan tangan nya begitu bahagia, “Kakak cantik!” pekiknya semakin senang sat melihat ada Nisa di belakang tubuh Bastian.
“Halo Naura,” sapa Nisa melambaikan tangan pada gadis kecil itu.
“Kenzo kok bisa sama kak Nisa?’ tanya Naura memiringkan kepalanya menatap Kenzo, “Kilain Lala, Ken mau datang sama papa sama mama nya Ken.”
“Engga, Papa sibuk, dan mama ku kan sedang hamil, jadi gak boleh kecapean, Ken gak mau adik bayi Ken kenapa napa.”
__ADS_1
“Ohh,” Naura tampak mengangguk- anggukkan kepalanya sekilas, “Oh iya, kemalin Lala sudah bilang sama mama nya Lala, kalau Lala pengen adik bayi juga. Tapi mama malah teltawa sama kakak nya Lala, kan sebel.” Cerita Naura sambil berjalan lebih dulu meninggalkan keempat orang dewasa yang masih menatap mereka dengan tatapan bingung.
Bastian mengajak kenalan dua wali dari Naura yang ternyata bernama Danil dan Prita, yang tak lain adalah kakak Naura bersama kekasihnya. Dan setelah mengobrol sedikit, Bastian dan Nisa baru tahu bahwa ternyata ini adalah sebuah acara pentas seni, di mana mereka akan membawakan satu buah tarian daerah. Dan Ken memilih tarian sajojo yang berasal dari papua.
Hampir saja Bastian di buat berteriak dan memarahi keponakan nya, serta mengutuk saudara ipar nya yang tak memberikan nya informasi lengkap. Karena awalnya ia berfikir dirinya hanya akan memakai pakaian seperti itu tanpa harus menari di depan banyak orang.
“Sabar ,,, “ tiba tiba Nisa mengusap punggung Bastian dengan lembut, membuat Bastian sedikit terharu, namun itu hanya sesaat. Karena berikut nya ia melihat wajah Nisa yang sedang berusaha menahan tawa nya.
Tak terima mendapat ledekan dari Nisa, Bastian pun segera mengejar nya dan hingga keduanya terlibat aksi kejar kejaran dan menjadi pemandangan romantis orang orang sekitar.
__ADS_1
“Hahahha, ampun Bas, hahaha ampun!” jerit Nisa menahan geli saat Bastian berhasil menangkap nya dan menggelitik kuat perut nya hingga membuat Nisa semakin tertawa menahan geli bahkan sampai mengeluarkan air mata.
Untuk siapapun yang melihat nya, mereka akan di buat iri, karena mengira bahwa Bastian dan Nisa adalah pasangan yang serasi dan romantis. Namun berbeda dengan pasangan tersebut, Bastian terus mengumpat Nisa dnegan kata kata kasar seperti berbisik, namun Nisa malah semakin tergelak.
Deg!
Untuk sesaat, tubuh keduanya langsung terdiam, saat matanya bertemu. Kini, posisi nya Bastian seperti memeluk Nisa dari belakang, setengah menunduk dan Nisa menoleh ke belakang hingga membuat mata mereka saling menatap dalam.
Tak bisa di pungkiri, keduanya merasakan jantung nya mulai tak aman, namun mata mereka seolah enggan untuk berpaling walau sebenarnya otak nya menolak dan menyuruh mereka melepaskan pandangan itu, namun hati keduanya terasa nyaman dan menikmati pemandangan di depan nya.
__ADS_1
“Om sama kak Nisa, jangan pacaran terus dong! Acaranya kan mau di mulai!” mendengar suara Ken, membuat Bastian dengan terpaksa melepaskan Nisa. Keduanya langsung terlihat canggung, lalu Nisa memilih untuk pergi duluan dengan menggandeng Ken agar bisa mengurangi kegugupan nya.