
Cklek!
Tepat saat Kiara hendak membuka pintu kamar nya, disitulah Kai juga sudah membuka pintu. Keduanya saling terkejut, namun Kai lega karena sudah menemukan Kiara.
Namun berbeda dengan Kiara yang malah memukul mukul dada bidang suaminya sambil terus menangis terisak.
"Kamu jahat banget ninggalin aku sendirian hiks hiks. Kamu gak tau aku nyariin dari tadi! kamu jahat jahat jahat!" seru Kiara yang terus menangis.
"Sayang, hey, siapa yang ninggalin kamu hem?" Kai langsung menahan tangan Kiara agar tak lagi memukul nya, "Justru aku nyariin kamu kemana."
"Bohong! Aku tuh dari tadi keluar nyariin kamu! di kamar Ken, kamu gak ada, di ruang kerja juga gak ada. Kamu ilang hiks hiks."
"Astaga, Sayang, kenapa kamu cari aku keluar? Kamu lupa dimana aku setiap malam?" tanya Kai dengan senyum getir di wajah nya.
Deg!
Seketika Kiara langsung berhenti menangis, ia menatap suaminya yang menatap nya datar, lalu tiba tiba ia menyengir sambil menggaruk tengkuk nya.
"Nah, udah inget kan,"
"Aku lupa hehehe."
"Makanya, kalau tidur jangan banyak tingkah. Perasaan dulu waktu kamu hamil Ken, tidak separah ini." celetuk Kai menggelengkan kepalanya, ia lalu mengajak Kiara agar masuk kembali ke kamar dan merebahkan diri di tempat tidur.
__ADS_1
Huhhh
Beberapa hari ini, setiap malam pasti Kiara selalu menendang nendang Kai hingga membuat laki laki itu selalu terjatuh di lantai. Maka dari itu, kini dirinya menyiapkan sebuah kasur matras di bawah tempat tidur nya, untuk berjaga jaga bila dirinya terjatuh tidak akan kesakitan seperti sebelum sebelum nya.
Padahal, tempat tidur milik Kai lumayan besar untuk ukuran dua orang, bahkan empat orang pun cukup. Namun entah mengapa akhir akhir ini dirinya selalu bernasib sial, pasti setiap tengah malam dirinya akan terjatuh ke lantai.
"Sekarang tidur yah," kata Kai sambil mengusap kepala Kiara dengan lembut.
"Gak bisa tidur, udah ilang ngantuk nya." kata Kiara cemberut sambil memainkan kancing baju Kai.
"Lalu kamu mau apa? Makan lagi?" tebak Kai yang seolah sudah tau kemana arah keinginan Kiara.
Dan benar saja, mendengar Kai menyebut makanan, membuat air liur nya menetes dan matanya langsung berbinar binar.
"Kamu mau makan apa?" tanya Ken lembut.
"Mie instan, boleh?" tanya Kiara sedikit takut.
"Tidak!" jawab Kai dengan cepat, dan sesuai prediksi Kiara, pasti keinginan nya akan di tolak oleh suaminya, "Aku akan mencarikan kamu makanan, tapi jangan mie instan!"
"Iihh. aku maunya itu."
"Selain itu."
__ADS_1
"Gak jadi!" seru Kiara yang langsung membalik tubuhnya dan membelakangi Kai.
"Sayang, minta nya jangan makanan begitu yah, gak sehat. Papa gak mau kalian kenapa napa," kata Kai sambil mengusap usap perut Kiara.
"Gak mau! Pokoknya kami maunya itu, kalau papa gak mau kasih, berarti papa orang pelit, besok kami akan minta ke om Abas aja!" celetuk Kiara menirukan suara anak kecil, lalu ia segera menepis tangan Kai dari perut nya.
Kai sudah tidak bisa berkata kata lagi. kalau sudah begini, alamat nya tidak akan benar. Dan akhirnya, mau tak mau dirinya mengalah dan membiarkan istri dan calon anak nya makan, makanan seperti itu.
"Ya udah oke, aku turun, aku bangunin bibi."
"Jangannn!" seru Kiara langsung bangun. "Gak mau sama bibi. maunya sama kamu." ucap Kiara memasang wajah menggemaskan, membuat Kai langsung menghela napas pasrah.
.
.
.
Halo semuanya, mommy ada karya baru lagi nih. Lanjutan kisah om Abas dan tante Cantik. Terpaksa mommy buat kamar baru, karena di sinj karena udah panjang banget. Jadi mommy mau fokuskan tentang kehamilan Kiara. So, jangan lupa mampir yah, ikuti kisah seru dokter Bastian dan tante cantik Denisa.
Cek profil mommy yah..
__ADS_1