Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Bisakah jujur?


__ADS_3

Setelah pesawat zaskia dan Liam lepas landas, Kiara pun segera pulang ke rumah Kai dengan di antar oleh supir Liam. Sepanjang perjalanan, air matanya masih deras mengalir membasahi pipi nya. Hatinya masih terasa sangat sesak, ada rasa tidak rela bahwa kini dirinya benar benar sendiri di Indonesia. Keluarga nya satu satunya, pergi jauh meninggalkan nya. Walaupun, jaman sudah canggih, namun tetap saja, bila ia rindu, ia tidak bisa langsung memeluk kakak nya. Dan walaupun mama Rani tidak pernah memeluknya atau menyayangi nya, namun setidaknya ia bisa melihat dan mendengar suara nya saat berkunjung ke rumah. Dan kini, jarak memisahkan mereka, akan sangat sulit untuk nya bisa mendengar dan melihat wajah mama nya lagi.


‘Kuat Kia, kamu harus kuat. Harus yakin, bahwa kakak akan bahagia bersama Liam, dan kalau sampai dia macam macam, kamu harus membunuh nya,” gumam Kiara dalam hatinya sambil menghapus air mata nya dan sesekali masih terisak.


Setelah menempuh perjalanan cukup lama karena macet, kini Kiara sudah sampai di rumah keluarga Nolan. Dan saat dirinya masuk ke dalam kamar, ternyata Kai sudah menyambutnya dengan wajah menyesal.


“Ra—“ Kai langsung menghampiri Kiara, ia merasa sangat bersalah karena menghilang sejak kemarin. Sebenarnya, ia sudah pulang sejak tadi, dan sudah cukup dirinya habis di marahin oleh mama Irish, dan akhirnya ia memutuskan untuk menunggu kedatangan Kiara pulang.


“Aku capek,” ucap Kiara dengan raut wajah datar nya, tanpa memperdulikan Kaisar, ia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menenangkan pikiran nya kembali.

__ADS_1


Tak jarang ia menghela napas nya dengan kasar, kepala nya benar benar terasa sangat berat. Kesedihan nya akan kepergian Zaskia belum hilang, dan saat dirinya sampai di rumah, harus di hadapkan kembali dnegan masalah nya dengan Kaisar.


‘Bolehkah aku berteriak? Aku lelah menangis terus,’ gumam Kiara sambil memejamkan matanya dalam bathtub.


Satu jam lebih, Kiara gunakan untuk berendam dan menenangkan pikiran nya. Dan setelah tenang, ia keluar untuk menemui Kaisar. Mencoba menahan kekecewaan nya dan mendengarkan penjelasan dari Kaisar.


Kai menggenggam jemari tangan Kia dengan sangat lembut, mata keduanya saling menatap, mengunci seolah berbicara lewat sorot mata., “Kenapa minta maaf?” tanya Kiara masih dengan wajah datar nya.


“Maaf, sudah membuat mu kecewa. Maaf sudah ingkar janji, aku—"

__ADS_1


“Aku benci di bohongi!” potong Kiara semakin tajam menatap mata Kai.


“Aku tahu, dan aku tulus meminta maaf. Aku sadar, aku salah, dan mungkin kamu akan sulit untuk memaafkan ku. Tapi aku tulus, maafin aku. Aku akan berusaha untuk tidak mengulangi nya lagi,” ujar Kai bersungguh – sungguh. Ia tidak bisa berjanji tidak akan mengulangi nya lagi, karena ia tidak akan tahu hal apa yang akan terjadi ke depan. Namun, ia akan berusaha sepenuh hatinya agar tidak mengecewakan Kiara lagi, itulah tekad nya.


“Kai—"


“Kia, Kiara.” Kai semakin erat menggenggam tangan Kiara, sorot matanya memancarkan penyesalan yang begitu dalam, “Jangan diamkan aku, aku akan berusaha untuk lebih baik lagi. Kamu boleh memukulku, memarahi aku tak apa, tapi jangan diamkan aku.” Pinta Kai memohon.


“Bisakah kamu jelaskan kemana? Dengan siapa? Dan dimana, tanpa aku harus bertanya detail?” tanya Kiara mengerutkan dahinya menatap Kiara, sementara Kaisar langsung terdiam saat mendengar pertanyaan dari Kiara.

__ADS_1


__ADS_2