
“Bagaimana keadaan kamu?” tanya tuan Hilton sedikit gugup, karena ini pertemuan pertama nya dengan Kiara setelah tahu bahwa dialah putri nya.
“Kia sudah lebih baik,” jawab Kiara juga sedikit kikuk.
“Syukur lah, kamu hebat. Anak kamu laki laki dan dia sangat tampan.”
“Terimakasih, pa ... pa.” Kata Kiara sedikit ragu, namun bagi tuan Hilton itu sudah sangat menyenangkan hatinya.
“Bisakah kamu memanggilku sekali lagi?” tanya tuan Hilton dengan mata yang sudah sulit untuk membendung air mata.
“Papa,” gumam Kiara lagi, dan kini pertahanan keduanya runtuh. Tuan Hilton langsung memeluk Kiara, menyalurkan kerinduan nya selama ini. Ia tidak menyangka bahwa pada akhirnya, Kiara sudah mau menerima nya.
Tuan Hilton yang kala itu berada di Singapura, seketika langsung kembali ke Indonesia, saat mendengar bahwa Kiara pendarahan dan akan segera melakukan operasi caesar. Entah tuan Hilton harus bersyukur atau bersedih saat mendengar kabar bahwa Kiara membutuhkan donor darah, dan tidak ada yang cocok dengan darah nya, hingga akhirnya tuan Hilton bisa mendonorkan darah untuk Kiara. Dan itu semakin membuatnya yakin bahwa Kiara memang anak nya.
Setelah beberapa saat terbawa suasana haru itu, tiba tiba pintu ruang perawatan Kiara terbuka, dan muncullah dua suster yang membawa seorang bayi serta beberapa obat dan vitamin untuk Kiara.
“Waah, ini dia jagoan Uncle!’ kata Bastian yang paling antusias saat melihat bayi mungil di gendongan suster.
__ADS_1
“Bastian jangan gendong!” seru Kiara lalu meringis saat merasa sakit di bagian luka bekas caesar nya.
“Suara kamu Ra! Astaga,” Bastian langsung mengurungkan niatnya sambil mendengus kesal, saat Kiara melarang nya untuk menggendong baby K.
“Ayah nya itu Kai, jadi kamu boleh menggendong nya setelah Kai yang menggendong.” Kata Kiara dengan tegas, lalu Kai pun dengan perlahan mengambil bayinya dan mendudukkan dirinya di samping Kiara.
“Terimakasih Sayang, cup.” Bisik Kai dan mencium wajah Kiara.
“Oh iya, siapa nama nya?” tanya papa Krish kini ikut bersuara.
“Hemm,,, Kenzo. Bagaimana?” tanya Kiara menatap keluarga na satu per satu.
“Kenzo Aprilio Nolan.” Sambung Kai tersenyum dan kembali menatap putra pertama nya, “Kenzo, sesuai dengan namanya, kami berharap dia menjadi anak yang sehat, baik, cerdas, kuat dan bijaksana. Aprillio karena dia ahir di bulan April, dan Nolan tentu saja dari nama papa nya.”
“Kia sukaaa!” ucap Kia begitu manja dan gemas kepada suaminya.
“Dah lah dah lah, kalian suka sukaan aja berdua. Biar baby Ken sama aku. Ya Ra, aku pengen gendong. Tadi tuh bang Kaisar udah gendong, udah adzanin juga. Aku loh Ra yang selalu kamu repotkan, jangan lupa itu aku ikut turut andil dalam masa proses pembentukan baby Ken.” Cetus Bastian membuat Kiara sangat ingin memukul wajah adik ipar nya, hanya saja sangat di sayangkan perut nya masih sakit, hingga dirinya tak bisa berbuat apapun.
__ADS_1
“Sini Bang, jangan dengerin istri abang. Ayo boy, kamu di gendong sama Uncle,” Bastian perlahan mengambil baby Kenzo dari gendongan Kai, dan menggendong nya, ia berdiri dan memperlihatkan baby Kenzo kepada orang tuanya.
“Hey boy, sekarang kamu sudah menghirup udara bebas yah. Jangan rese lagi, harus ingat waktu kamu di dalam perut mama kamu, akulah yang kamu repot kan, jadi jangan lupa sama jasa ku, oke!” kata Bastian kepada keponakan nya.
Bayi mungil itu seolah mengerti dengan ucapan Bastian, ia membuka matanya perlahan dan memanyunkan bibirnya, sangat menggemaskan, membuat Bastian semakin gemas dan ingin mencubit bibir nya, namun tiba tiba ia merasakan adanya sesuatu yang aneh di bawah sana.
“Mama!” gumam Bastian dengan menahan napas nya.
“Kenapa Bas?” tanya mama Irish ikut khawatir melihat raut wajah Bastian yang seperti kaku tiba tiba.
“Mamah, kok anget!” desis Bastian tanpa berani bergerak sedikit pun, tangan nya sedikit bergetar, dan dengan cepat mama Irish segera mengambil baby Kenzo dari gendongan Bastian.
Dengan perlahan, Bastian pun memberanikan diri untuk melirik ke arah bawah, dan ternyata, hal yang sangat tidak ia duga sebelumnya terjadi.
“Kenzooooo!” pekik Bastian hendak menangis saat melihat baju dinas nya sudah basah oleh upah dari keponakan nya. Bayi itu belum genap satu hari lahir di dunia, dan ini adalah pertemuan pertama nya, tapi kejutan luar biasa Bastian dapatkan dari keponakan nya.
“Kan kamu yang bilang tadi bas, bahwa Kenzo tidak boleh melupakan jasa kamu. Dan ini adalah upah nya,” kata Kiara dan di sambut oleh gelak tawa oleh seluruh orang di dalam ruangan itu.
__ADS_1
"Kalian ada dendam apa sih sama aku Ra, astaga. Dari jaman di dalem perut sampe di luar kaya gini. Aku mulu yang apes! emang rese ini tuyul!" sungut Bastian dengan cemberut kesal.