
Tubuh Kiara langsung tertunduk di tanah, saat matanya menatap dua makam yang masih baru itu dengan di sertai lelehan air mata. Papan nisan dengan tulisan Rani dan juga William. Tertulis dengan rapi beserta tanggal lahir dan tanggal kematian. Bagaimana bisa? Mengapa ia harus kembali di hadapkan dengan kenyataan seperti ini.
“Ma—mama, hiks hiks. Li-Liam. Kenapa? Kenapa kalian ninggalin Kia hah?” sentak Kiara memukul mukul tanah kuburan dengan sangat keras.. Air matanya sudah tak bisa terkontrol, hatinya begitu sakit dan dadaa nya terasa sangat sesak.
Kiara baru ingat, saat sebelum ia melahirkan, dirinya terjatuh di tangga. Ia kini ingat mengapa dirinya bisa terjatuh, hal itu di karenakan dia mendengar suara berita bahwa pesawat yang di tumpangi mama Rani mengalami kecelakaan, semua korban di nyatakan hilang dan kecil kemungkinan ada yang selamat. Tapi Kiara masih ingat juga bahwa saat dirinya melahirkan, mama Rani terus menemaninya dan memberikan nya semangat. Hingga saat nama Kenzo terucap itu juga atas saran dari mama Rani. Tapi, tapi bagaimana bisa mama Rani sudah tidak ada. Ia tidak bisa mempercayai nya.
Hampir tiga minggu proses pencarian korban pesawat itu, beberapa hari yang lalu, jasad mama Rani dan juga Liam di temukan sudah terhimpit bebatuan karang. Namun hanya Liam dan mama Rani yang di temukan, hingga saat ini belum ada kabar lagi dari pihak kepolisian mengenai Zaskia. Dan Kiara hanya bisa berdoa agar Zaskia masih hidup.
__ADS_1
“Liam, kenapa kamu begitu jahat! Kenapa kamu mengingkari janji mu hah! Kenapa kamu meninggalkan kakak ku! Jawab Liam, jawab!”
“Kamu bilang akan menyayanginya, menjaga nya dan menemaninya seumur hidup. Kamu akan membahagiakan nya, tapi mana? Kenapa kamu malah meninggalkan dia, kamu jahat Liam, kamu jahat! Tidak cukup kah kamu menyakiti aku? Kenapa kamu juga harus menyakiti kakak?” seru nya sambil memukul mukul tanah makam Liam, lalu ia beralih menatap ke arah gundukkan tanah dimana tempat mama nya istirahat untuk yang terakhir kalinya.
“Mama, baru sebentar mah, baru sebentar mama menyayangi Kiara. Baru sebentar Kiara merasakan kehangatan mama, baru sebentar Kiara merasakan kasih sayang mama, kenapa secepat ini mama juga pergi mah.”
Kiara terus menangis membabi buta di tengah tengah makam mama Rani dan juga Liam. Hatinya sakit, hancur, ia baru mengetahui fakta ini belum lama. Pantas saja, setelah ia melahirkan, mama Irish dan papa Kris sering pergi ke luar negri ternyata ingin ikut mencari mama Rani dan Zaskia juga Liam.
__ADS_1
“Sayang, udah yah. Ikhlaskan, biarkan mama tenang di sana,” Kai merengkuh tubuh Kia dan memeluknya dari belakang, “Aku mohon, hentikan. Kita pulang ya,” bujuk Kai yang tak tega melihat istrinya semakin terpuruk
“Mama jahat Kai, mama jahat hiks hiks hiks. Liam juga jahat, kenapa dia sudah menyakiti aku, sekarang dia juga nyakitin kakak, hiks hiks. Bagaimana kalau kakak ketemu nanti, kakak sendiri, dan juga bagaimana kandungan kakak? Kenapa smeua ini harus terjadi Kai, kena—"
Brug!!
Karena tidak kuat menahan sesak di dadaa nya, akhirnya Kiara jatuh pingsan. Dengan sigap, Kai pun segera membawa tubuh Kiara ke dalam mobil dan menuju rumah sakit.
__ADS_1